SATU MOYANG, MENGAPA BERBEDA?

Posted By on February 23, 2020

Mau bertanya Master
Katanya nenek moyang atau leluhur kita Adam dan Hawa.
Tapi kenapa wujud rupa dan warna kulit kita berbeda-beda

Mohon penjelasan dan pencerahannya master, suhu dan para guru di sini saya nyimak….

#janggal

=====================================

Satu moyang, mengapa bisa berbeda?
Yang pertama perlu dirasionalkan adalah perihal mitos Adam manusia pertama.
Quran tidak menjelaskan bahwa Adam manusia pertama. Namun khalifah pertama. Nabi rasul yang pertama. Inni ja’ilun fil ardhi kholifah.

Baca Selengkapnya »

JATI DIRI ITU APA ?

Posted By on February 19, 2020

Mau nanya loor… Jati diri itu apa…? Mohon contoh nya… SALAM…

=====================================

Jati diri adalah hakekat sejatinya diri. Bisa dimaknai hakekat fitrahnya diri. Bisa pula dimaknakan hakekat manusianya (bukan wujud bleger kulit dagingnya). Bisa pula didefinisikan esensi dari wujud kulit daging yang dikatakan manusia. ….dst-dsb.

Makna atau definisi yang demikian itu adalah dipandang dari ilmu mengenal fitrah diri, yaa ilmu mengenal Dzat Yang Maha Fitrah. Yaa ilmu sangkan paraning dumadi.

Baca Selengkapnya »

DIMANA DIPIJAK

Posted By on February 17, 2020

Peribahasa mengatakan “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”.
Dalam perenunganku, kalimat itu bukan sekedar peribahasa, tapi lebih tepat disebut “ayat-ayat Tuhan”. Ayat Tuhan yang harus kita baca kita tegakkan.

Masyrik maghrib kagungan Tuhan. Tidak ada sekepal bumi pun yg tanpa Kuasa-Nya. Karena itu, dimana pun kita berpijak, disitu hukum Tuhan harus ditegakkan. Karena itu harus dijunjung tinggi dalam (untuk) subhaanaka. Mancat pulang menghadap pada-Nya.

Baca Selengkapnya »

MENIUP FILOSOFI KALAH — MENANG

Posted By on February 17, 2020

Peribahasa kuno yang mengatakan “kalah jadi abu, menang jadi arang” kiranya perlu disuwuk dengan “roh” baru. Perlu direkonstruksi secara mendasar. Sebab peribahasa itu seolah hanya menegaskan baik yang kalah ataupun yang menang sama-sama merugi.

Latar pikirnya, tanpa ditiup dg roh (vIsi misi, semangat, harapan) baru yang lebih bermakna, maka pikiran penalaran era mendatang akan terjebak pada definisi masa lalu. Sehingga hanya berkutat pada ketiadamanfaatan belaka. Atau bahkan terjebak dalam situasi kritis kronis, yang kalah ngamuk yang menang pesta pora.

Baca Selengkapnya »

BELAJAR MEMECAH NALAR

Posted By on February 14, 2020

………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………..

Jamaah Jumat yang berbahagia

Wanti-wanti atau larangan keras agar jangan sekali-kali mati kecuali dalam keadaan muslimun, tentunya harus dibarengi dengan langkah-langkah nyata sejak sekarang. Bukan sekadar berdoa memohon, tapi disertai usaha langkah praktis. Sehingga suasana keadaan muslimun, selamatnya lahir batin, selamatnya jiwa raga, terbangun rapi indah dan kokoh sejak dari sekarang. Karena itu menuntut meniscayakan pecahnya akal nalar rasional dan subur makmurnya tafakkur mendalam.

 

Baca Selengkapnya »