MENGEMBALIKAN HAKEKAT BERGURU

| May 7, 2010

Secara filosofis, guru berasal dari kata digugu dan ditiru. Refleksi dari “sosok luhur” yang dapat digugu semua nasehat penjelasan perintah maupun larangannya, serta dapat ditiru semua tingkah laku perbuatannya. Singkatnya, guru adalah seseorang yang dapat dijadikan panutan dan teladan atas segala perkataan dan perbuatannya. Filosofi yang sangat luhur ini nampaknya jauh beda dengan kenyataan sekarang. […]

Telaah Lanjutan dari Presentasi Harun Yahya

| April 18, 2010

MENYELAMI  MAKNA  KEABADIAN KEABADIAN, menurut Harun Yahya –seorang penulis terkemuka di Turki– diasosiasikan oleh manusia umumnya seperti gambaran ribuan tahun, jutaan atau miliaran tahun. Sebuah konsep waktu yang seakan-akan mengarah kepada jangka waktu selama-lamanya. Sebuah konsep yang tidak berawal dan tidak berujung. Relevan dengan makna abadi itu sendiri, yang dalam kamus bahasa Indonesia artinya kekal, […]

MEMBUMIKAN BELAJAR

| April 9, 2010

Belajar, umumnya diasumsikan menjadi garapan para pelajar. Selain pelajar, seolah “tidak wajib” lagi untuk menggarapnya. Karenanya, komunitas non pelajar ini, kecil pedulinya terhadap belajar. Termasuk sebagian guru yang hanya mau belajar bila berhubungan dengan tugas di sekolah. Implikasi logisnya, ketika tidak berada di bangku sekolah lagi, hampir pasti belajar tidak lagi dilakukan. Lebih memprihatinkan lagi, […]