DIMANA POTENSI LOGISNYA ?

Posted By on April 14, 2015

Dua ayat yang menampakkan potensi berlawanan, adalah QS. Ali Imran : 19 dan QS. Al Baqarah : 62).
1. “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam” (QS Ali Imran 19).
2. “Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS. Al Baqarah: 62).

Dua ayat tersebut sekilas menampakkan berlawanan. Itu karena memaknainya secara sempit. Semisal “ad-din”, yang kebanyakan tafsir memaknainya dengan agama. Dalam kamus bahasa Arab (yang pernah saya dengar), “ad-din” itu maknanya al-khudu’ al-mutlak. Pasrah bongkokan (tunduk) secara mutlak. Sehingga bila dimaknai dengan kalimat ini, makna lengkapnya menjadi: “barang siapa yang pasrah bongkokan (tunduk secara mutlak) disisi/dihadapan Tuhan, yaitulah yang akan diselamatkan–oleh Tuhan sendiri”. Diselamatkan dunianya, juga diselamatkan akheratnya. Sehingga ada keserasian bila dikaitkan dengan ayat kedua.

Baca Selengkapnya »

MEMPROSPEK MASA DEPAN

Posted By on March 20, 2015

………………………………

Oleh karena itulah, jamaah Jum’at yang berbahagia.

Sedikitnya ada empat langkah dalam memprospek diri menuju masa yang jauh di depan tersebut. Pertama, mengutamakan mencari ilmu melebihi mencari harta, mencari jabatan, mengejar popularitas, maupun perkara duniawi lainnya.Dibarengi dengan semangat yang tinggi yang diniatkan ibadah. Menjauhi niat-tekat yg dilakukan oleh kebanyakan pembelajar pada umumnya, yang niatan tekadnya mencari selembar kertas berharga, prestise, atau bahkan senjata kerja. Menjunjung tinggi Dawuh Junjungan Nabi Saw:
………………………………

Baca selanjutnya: Memprospek Masa Depan

FENOMENA JAMAAH SUBUH

Posted By on January 24, 2015

Telah dipahami dan dirasakan sendiri bahwa tertib melaksanakan sholat Subuh dengan berjamaah adalah perkara yang berat. Walaupun sholatnya paling sedikit jumlah rekaatnya, “hanya” dua rekaat saja. Tapi “mungkin jadi”, bisa lebih banyak dan lebih berat dari dua puluh tujuh rekaat. Pertanyaannya, mengapa jamaah Subuh itu justru menjadi berat? Alasan klasik dan sederhananya adalah :
1. Karena ketiduran (keblandang/kebablasan).
2. Karena terbuai/terlena/ternikmat oleh mimpi yg indah.

Namun demikian, pengalaman-pengalaman lain yang tidak kalah serunya, diantaranya:
– Karena kedinginan, otomatis menguatkan cakupan selimut.
– Karena kasur dan selimutnya gak mau ditinggal.
Baca Selengkapnya »