MEMBELA TAUHID

Posted By on September 5, 2019

Jargon “Membela Tauhid”, telah terjadi disorientasi antara teori, praktis, maupun substansinya. Hal demikian dg jelas dapat dicermati dari maraknya berbagai demo, keras runyamnya perselisihan, hingga saling tantang dengan “pedang-kata” tajamnya.

Mestinya, sebagaimana yg dicontohkan suri tauladan umat sak jagad (Khalifah/Wakil/Utusan-Nya), tauhid itu tetap istikomah membumi di dalam dada, ketika jiwa raga dihantam berbagai suram terjalnya kehidupan, badai, tsunami, fitnah, hinaan, provokasi, dan semacamnya.
Baca Selengkapnya »

SADERMO (SEKEDAR) MENYAMPAIKAN

Posted By on November 20, 2017

Sadermo itu tidak butuh dihargai, tidak butuh didengar, tidak butuh diapresiasi atas ide tutur kata nasehat fatwa apapun yg telah disampaikan.
Tidak butuh dihormati dipuji disanjung-sanjung apalagi dikeramatkan. Tidak butuh ganjaran, baik yang bersifat materi ataupun surgawi.

Sadermo itu tidak kaget tidak kecewa tidak patah semangat ketika ide nasehat tutur kata fatwanya ditolak, diacuhkan, atau bahkan dicibir.

Sadermo itu bukan urusan otak akal logika. Bukan urusan kecerdasan otak, kecerdasan tutur kata, atau pinter ngomongnya. Tapi ia urusan hati.
Baca Selengkapnya »

SAUDARA (SEDULUR) SEPEMAHAMAN

Posted By on November 20, 2017

Kadang saya merasa miris, memahami pemahaman mereka bahwa yg disebut saudara (dulur) adalah mereka yang sekandung saja. Diluar saudara sekandungnya adalah benar-benar orang lain. Akibatnya kemudian saling cuek, acuh, bahkan tutup mata tutup rasa pada mereka yang bukan tunggal kandungnya.

Kadang saya geli sendiri, mengikuti pemahaman mereka bahwa yang dikatakan saudara adalah mereka yang semahdzab atau sealiran atau sepadepokan saja. Kemudian dengan gampangnya mencibir, mencemooh, dan menyalahkan orang lain diluar mahdzab-alirannya.

Kadang saya merasa prihatin dan ngelus dada sendiri, menyelami pemahaman mereka bahwa yang dikatakan saudara adalah mereka yang seagama saja. Diluar penganut agamanya adalah orang lain yang salah besar bin sesat yang jauh. Sehingga dengan mudahnya memvonis manusia lain diluar agamanya adalah tersesat, dosa besar, bahkan kafir.
Baca Selengkapnya »