MERAIH HIDUP BERMAKNA

Posted By on April 16, 2011

Hampir bisa dipastikan, cita-cita dan tujuan hidup seseorang dipengaruhi oleh orang tuanya. Orang-orang terdekat yang setiap hari berinteraksi, ikut pula memengaruhi. Sedang faktor lainnya: sekolah, tempat kerja, buku-buku bacaan, seruan ulama, berbagai macam media, lingkungan, maupun masyarakat luas.

Cita-cita dan tujuan hidup tersebut adalah hidup di dunia enak dan semua keinginan yang dibutuhkan tercukupi. Jauh dari masalah-masalah berat yang melilit kehidupan. Usaha sukses, kaya raya, rumah-mobil-perabotan mewah, harta melimpah yang cukup untuk 7 (tujuh) turunan. Hingga puncaknya, ketika mati nanti masuk surga.

Terlepas benar tidaknya fenomena yang sesungguhnya, yang jelas, sampai detik ini, ia diyakini kebenarannya. Secara alamiah ia telah diwariskan oleh para nenek moyang terdahulu. Seolah menjadi ”pakem” yang harus diwariskan secara turun tumurun.
Baca Selengkapnya »

PUSING UNAS?

Posted By on March 25, 2011

Unas aja kok repot! Mungkin itu jawaban simpel seandainya judul di atas ditanyakan kepada alm. Gus Dur ketika masih hidup. Sebuah solusi yang seakan miskin penalaran, tapi kaya nilai filsafat.

Jawaban “sekenanya” tersebut tentu ada benarnya dan tidak benarnya. Di hadapan alm. Gus Dur mungkin saja benar. Sebab, unas adalah perkara kecil. Perkara dunia yang sejatinya tidak perlu direpotkan. Karenanya tidak perlu diambil pusing apalagi dibikin repot sendiri.

Namun, asumsi tersebut jelas bertolak belakang dengan pandangan khalayak luas. Khususnya siswa, guru, dan orang tua. Mayoritas mereka merasa repot dan was-was dibuatnya. Sehingga repot pula menyikapi dan menyiasatinya.

Masalahnya, mengapa unas bikin pusing semua pihak? Bukankah ia telah menjadi agenda rutin tiap akhir tahun?

Baca Selengkapnya »

MENGAIS SERAKAN HIKMAH RAMADHAN

Posted By on August 28, 2010

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh barokah dan ampunan Illahi. Didalamnya dibukakan segala pintu rohmat-Nya, kebaikan terkumpul, ketaatan akan diterima, doa-doa dikabulkan dan diampuni, serta surga pun merindukan mereka (al hadits).

Karenanya, teramat sayang tanpa peningkatan kualitas keimanan dan kesungguhan dalam beribadah. Baik ibadah yang mahdhoh maupun yang ghairu mahdhoh; seperti bekerja, belajar, meningkatkan pengetahuan-pemahaman-pengalaman berbagai macam ilmu-Nya, meningkatkan instrospeksi diri atas kekurangan dan kesalahan, dan lain sebagainya.

Tanpa diiringi peningkatan yang signifikan, tentu mengalami rugi besar di kemudian hari. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya: “Seandainya umatku tahu, yakni mengerti, apa yang terkandung dalam bulan ramadhan, maka mereka mengharapkan satu tahun itu menjadi bulan ramadhan semua”.
Baca Selengkapnya »