Ndangak-Ndingkluk dalam Ilmu dan Harta

Posted By on March 8, 2010

Salah satu syukur yang biasanya luput dari panggraitan adalah syukur ilmu. Sebagaimana syukur-syukur yang lain, idealnya, syukur ilmu ini perlu mendapat perhatian yang lebih serius. Alasannya, bila ditafakuri secara mendalam; tingkat keilmuan, tingkat pendidikan, maupun tingkat pemahaman-penguasaan yang kita rasakan detik ini, adalah murni karena hidayah-Nya. Bukan karena jerih payah, usaha keras, maupun ketlatenan kita dalam belajar. Walaupun pada mulanya memang karena usaha dan kesungguhan kita.

Sebagaimana diberitakan Al Quran, “..dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar..” (QS.8:17). Sehingga analoginya, bukan kita yang bisa atas berbagai ilmu yang telah kita pelajari dan kita tekuni. Bukan pula karena kerja keras kita sehingga bisa mendapat gelar seperti sekarang. Melainkan Tuhan-lah yang membisakan. Tuhan-lah Yang Maha Bisa.
Baca Selengkapnya »

Belajar Bijaksana

Posted By on March 5, 2010

Belajar bijaksana? Yaa, benar. Belajar menjadi orang yang bijaksana. Walau tampaknya asing, ia perlu dibelajari. Menjadi bijaksana itu perlu belajar. Ia tidak mungkin datang tiba-tiba.

Terlebih bila mengkaji dan mencermati QS. An Nahl ayat 125, menjadi jelas bahwa kita perlu belajar bijaksana. Ayat tersebut adalah: serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.

Ayat ini menegaskan perintah menyeru kepada sesama manusia untuk meniti jalan Tuhan dengan penuh hikmah serta melalui pendekatan dan argumentasi yang baik. Tetapi bila seruannya ditolak, dibantah, atau bahkan ditentang dan diperolok, diperintah untuk membantah atau menangkis dengan argumen yang lebih baik dari pada seruan sebelumnya.
Baca Selengkapnya »

Mengembangkan Ilmu : Belajar Berkorban

Posted By on March 5, 2010

Telah jelas dipahami bahwa keutamaan ilmu itu banyak sekali. Menjadikan pemiliknya “bernilai” dan lebih bermartabat. Mengawal dan menjaga dari kehancuran. Pusaka yang ampuh dalam segala medan. Dan masih banyak keutamaan lain.

Namun ada yang cukup istimewa, sanggup memadamkan api yang menjadi wilayah kerja pemadaman ibadah-ibadah lain di alam kubur kelak. Sebagaimana fatwa Imam Ali: ”jika mayat seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya, maka muncullah empat api. Lalu datanglah sholat (yang biasa dikerjakannya), maka ia memadamkan satu api. Lalu datanglah puasa, maka ia memadamkan api kedua. Lalu datanglah sedekah, maka ia memadamkan api yang ketiga. Lalu datanglah ilmu, maka ia memadamkan api yang keempat seraya berkata: seandainya aku menjumpai api-api itu, niscaya akan aku padamkan semuanya. Oleh karena itu bergemberilah kamu. Aku senantiasa bersamamu, dan engkau tidak pernah melihat kesengsaraan”.
Baca Selengkapnya »