PUSING UNAS?

Posted By on March 25, 2011

Unas aja kok repot! Mungkin itu jawaban simpel seandainya judul di atas ditanyakan kepada alm. Gus Dur ketika masih hidup. Sebuah solusi yang seakan miskin penalaran, tapi kaya nilai filsafat.

Jawaban “sekenanya” tersebut tentu ada benarnya dan tidak benarnya. Di hadapan alm. Gus Dur mungkin saja benar. Sebab, unas adalah perkara kecil. Perkara dunia yang sejatinya tidak perlu direpotkan. Karenanya tidak perlu diambil pusing apalagi dibikin repot sendiri.

Namun, asumsi tersebut jelas bertolak belakang dengan pandangan khalayak luas. Khususnya siswa, guru, dan orang tua. Mayoritas mereka merasa repot dan was-was dibuatnya. Sehingga repot pula menyikapi dan menyiasatinya.

Masalahnya, mengapa unas bikin pusing semua pihak? Bukankah ia telah menjadi agenda rutin tiap akhir tahun?

Baca Selengkapnya »

MENGAIS SERAKAN HIKMAH RAMADHAN

Posted By on August 28, 2010

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh barokah dan ampunan Illahi. Didalamnya dibukakan segala pintu rohmat-Nya, kebaikan terkumpul, ketaatan akan diterima, doa-doa dikabulkan dan diampuni, serta surga pun merindukan mereka (al hadits).

Karenanya, teramat sayang tanpa peningkatan kualitas keimanan dan kesungguhan dalam beribadah. Baik ibadah yang mahdhoh maupun yang ghairu mahdhoh; seperti bekerja, belajar, meningkatkan pengetahuan-pemahaman-pengalaman berbagai macam ilmu-Nya, meningkatkan instrospeksi diri atas kekurangan dan kesalahan, dan lain sebagainya.

Tanpa diiringi peningkatan yang signifikan, tentu mengalami rugi besar di kemudian hari. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya: “Seandainya umatku tahu, yakni mengerti, apa yang terkandung dalam bulan ramadhan, maka mereka mengharapkan satu tahun itu menjadi bulan ramadhan semua”.
Baca Selengkapnya »

BIJAK MENGATASI MASALAH

Posted By on July 24, 2010

Masalah, semua orang pasti mengalami. Baik yang skalanya ringan, sedang, maupun yang berat. Yang dimaksud masalah disini biasanya adalah perkara-perkara yang sifatnya tidak menyenangkan (menyusahkan).

Namun ada masalah lain yang sifatnya justru menyenangkan. Ini pun masalah juga. Banyak yang tidak menyadari kalau ia sebenarnya sangat berbahaya. Sama bahayanya dengan masalah yang tidak menyenangkan (menyusahkan).

Konkritnya, bila masalahnya menyusahkan, mayoritas hanyut dalam kesusahannya. Menggerutu, nelangsa, gak trimo, menyalahkan sana sini, mencari kambing hitam, menggumam diri (semisal, salah saya dimana sehingga saya ditimpa musibah seberat ini), dan lain sebagainya.
Baca Selengkapnya »