MEWASPADAI “PENYAKIT PERSEPSI”

Posted By on March 27, 2010

Nampaknya tak pernah disadari—apalagi ditafakuri secara mendalam—bahwa dalam kehidupan bermasyarakat ada sebuah kebiasaan yang “sebenarnya” tidak baik, tetapi justru (seolah-olah) dijadikan sebuah budaya yang “layak” dilestarikan. Bahkan, ia sebenarnya dilarang oleh syareat Islam. Kebiasaan tersebut adalah “kecenderungan melihat lebih dahulu siapa yang bicara, dari pada melihat isi pembicaraannya”.

Yang memprihatinkan, kebiasaan ini dilakukan oleh hampir semua lapisan masyarakat. Apakah golongan mereka yang berpendidikan ataukah tidak. Lapisan intelek cendekia maupun yang etos pikirnya biasa/rendah. Singkatnya, mayoritas masyarakat terjangkit virus “penyakit persepsi”.
Baca Selengkapnya »

NURANI

Posted By on March 21, 2010

Hati nurani
Nama lainnya qalbun nuraniyun lathifun rabbaniyyun
Tempatnya ditengah-tengah dada
Lembut, tidak bisa dilihat oleh mata kepala
Tandanya deg-deg
Disebut juga hati jantung
Rabbaniyun, bangsa Pengeran
Dibangsakan Pengeran karena bukan Pengeran
Baca Selengkapnya »

Mengajar Bisa Mengajar

Posted By on March 21, 2010

Mengajar, yang biasa dilakukan para guru adalah agar siswa yang diajar “bisa” atas materi yang diajar. Syukur mampu menguasai.

Lebih dari itu, idealnya, target mengajar tidak hanya sekedar bisa dan menguasai. Tetapi trampil mengerjakan soal-soal variannya.Trampil pula menyelesaikan masalah-masalah kehidupan terkait materi ajar tertentu.

Sayangnya, rumusan target mengajar yang ideal tersebut belum sepenuhnya dapat terpahami. Masih jauh di angan, apalagi terealisasikan. Terkontaminasi “virus mengajar”. Seperti misalnya, adanya persepsi yang penting mengajar. Bisa atau tidak, menguasai atau malah tidak nyambung itu urusan siswa. Mereka kan anak orang lain, mengapa diambil pusing (atas bisa tidaknya)? Ada pula yang sering memberi tugas disambi ngobyek lain. Dan masih banyak lagi virus mengajar yang lain.

Baca Selengkapnya »