Siliring Qudrat atau Siliring Nafsu

Posted By on April 30, 2010

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan melihat siapa yang berkata (Imam Ali)

Sebelum melangkah ataupun mengambil kebijakan dari sebuah perkataan, dari mana pun asalnya, cermati dengan arif dan bijak apakah ia siliring qudrat atau siliring nafsu (ronijamal.com)

BIJAK MENYIKAPI (HASIL) UNAS

Posted By on April 24, 2010

Momok menakutkan yang namanya unas itu telah berlalu. Namun hawa angker dan seramnya masih menakutkan. Menyusul tinggal hitungan hari momen sakral itu diumumkan. Penentu siswa penempuh unas dinyatakan lulus atau tidak.

Rasa hati berdebar dan cemas tak karuan menyelimuti masa penantiannya. Sembari menunggu, berbagai ikhtiar dan doa tentu telah dilakukan demi satu-satunya harapan: lulus.

Lebih dari itu, lulus ataupun tidak dari sebuah unas adalah wajar. Ia merupakan konsekuensi sekaligus implikasi. Bila persiapan dan pengerjaannya sangat baik, tentu lulus ganjarannya. Tetapi bila sebaliknya, persiapan dan pengerjaannya tidak baik, tidak luluslah konsekuensinya.
Baca Selengkapnya »

Telaah Lanjutan dari Presentasi Harun Yahya

Posted By on April 18, 2010

MENYELAMI  MAKNA  KEABADIAN

KEABADIAN, menurut Harun Yahya –seorang penulis terkemuka di Turki– diasosiasikan oleh manusia umumnya seperti gambaran ribuan tahun, jutaan atau miliaran tahun.

Sebuah konsep waktu yang seakan-akan mengarah kepada jangka waktu selama-lamanya. Sebuah konsep yang tidak berawal dan tidak berujung. Relevan dengan makna abadi itu sendiri, yang dalam kamus bahasa Indonesia artinya kekal, tetap selama-lamanya.

Akan tetapi, dalam pandangan Tuhan Yang Mahakuasa, konsep “selama-lamanya” dan mutlak tak dapat terhitung ini telah berakhir. Keabadian, yang tampak sebagai sebuah konsep yang tak dapat dicapai oleh kita, hanyalah sebuah waktu yang sangat singkat dalam pandangan Allah. “Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung”. (Q.S. Al-Hajj [22]: 47).
Baca Selengkapnya »