Ide Brillian

Posted By on May 22, 2010

Ide Brillian adalah ketika berpikir keras menghasilkan sebuah ide, tidak berani ngaku kalau ide yang telah dihasilkan adalah idenya, walaupun nyatanya sangat bermanfaat atau bahkan tak berguna sama sekali. (ronijamal.com)

MENCERDASKAN HATI NURANI

Posted By on May 19, 2010

Agar hati tenang dan hidup tenteram, banyak-banyaklah berdzikir disertai sabar dan syukur”. Demikian salah satu nasehat AA Gym dalam bukunya “Meraih bening hati dengan manajemen qolbu”. Sebuah model nasehat yang belakangan populer dengan istilah “Manajemen Qolbu”.

Model nasehat tersebut dapat dianggap sebagai cikal bakal “pendidikan hati nurani”. Alasannya, ia merupakan trobosan pemikiran baru yang cukup brilian. Sekaligus sebagai sebuah strategi untuk meraih hati yang bening. Disamping karena “langka”-nya pemikir maupun penulis yang membahas tentangnya.

Namun demikian, kiranya, sistematikanya perlu “disempurnakan”. Semisal definisi hati yang “bening” itu bagaimana, spesifikasinya, maupun pencerdasannya. Sebab, bila gambaran subyek, obyek kerja maupun targetnya belum dapat diketahui secara pasti, “mustahil” kiranya dapat meraih hati yang bening.
Baca Selengkapnya »

MENGEMBALIKAN HAKEKAT BERGURU

Posted By on May 7, 2010

Secara filosofis, guru berasal dari kata digugu dan ditiru. Refleksi dari “sosok luhur” yang dapat digugu semua nasehat penjelasan perintah maupun larangannya, serta dapat ditiru semua tingkah laku perbuatannya. Singkatnya, guru adalah seseorang yang dapat dijadikan panutan dan teladan atas segala perkataan dan perbuatannya.

Filosofi yang sangat luhur ini nampaknya jauh beda dengan kenyataan sekarang. “Roh”-nya guru (sebagai panutan dan teladan) banyak yang bergeser dari tempatnya. Tidak sedikit guru yang terbias dari watak guru yang semestinya. Bahkan (mungkin) pangling dengan jati diri (profesi)-nya sendiri.

Sayangnya, UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen tidak membahas filosofi ini. Dijelaskan dalam pasal 1 ayat 1 bahwa “guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Jelas sekali bila definisi ini perlu “disempurnakan”..
Baca Selengkapnya »