MEMPROSPEK MASA DEPAN

Posted By on March 20, 2015

………………………………

Oleh karena itulah, jamaah Jum’at yang berbahagia.

Sedikitnya ada empat langkah dalam memprospek diri menuju masa yang jauh di depan tersebut. Pertama, mengutamakan mencari ilmu melebihi mencari harta, mencari jabatan, mengejar popularitas, maupun perkara duniawi lainnya.Dibarengi dengan semangat yang tinggi yang diniatkan ibadah. Menjauhi niat-tekat yg dilakukan oleh kebanyakan pembelajar pada umumnya, yang niatan tekadnya mencari selembar kertas berharga, prestise, atau bahkan senjata kerja. Menjunjung tinggi Dawuh Junjungan Nabi Saw:
………………………………

Baca selanjutnya: Memprospek Masa Depan

FENOMENA JAMAAH SUBUH

Posted By on January 24, 2015

Telah dipahami dan dirasakan sendiri bahwa tertib melaksanakan sholat Subuh dengan berjamaah adalah perkara yang berat. Walaupun sholatnya paling sedikit jumlah rekaatnya, “hanya” dua rekaat saja. Tapi “mungkin jadi”, bisa lebih banyak dan lebih berat dari dua puluh tujuh rekaat. Pertanyaannya, mengapa jamaah Subuh itu justru menjadi berat? Alasan klasik dan sederhananya adalah :
1. Karena ketiduran (keblandang/kebablasan).
2. Karena terbuai/terlena/ternikmat oleh mimpi yg indah.

Namun demikian, pengalaman-pengalaman lain yang tidak kalah serunya, diantaranya:
– Karena kedinginan, otomatis menguatkan cakupan selimut.
– Karena kasur dan selimutnya gak mau ditinggal.
Baca Selengkapnya »

MENJIWAKAN SEMANGAT MAULUDAN

Posted By on January 9, 2015

……………………………………

Jamaah Jumat yang berbahagia

Mencermati dan mentafakuri secara mendalam peristiwa muludan, dimana seluruh umat Islam sejagad memperingatinya secara meriah, hingga yang nampak eforia semata, akan menjadi kering kerontang dan miskin hikmah bila tidak mampu menjelajah atau menjangkau fenomena dibalik dilahirkannya Sang Nabi. Di antara pesan hikmah yang perlu dipahami, diselami, yang selanjutnya dihayati untuk diamalkan, diantaranya:

Pertama, dilahir atau diutusnya Sang Rasul adalah dalam rangka keselamatan umat, yaa keselamatan kita-kita semua. “Laqod jaakum rasuulun min anfusikum ‘azizun ‘alaihi maa ‘anittum harishun ‘alaikum bilmukminiina raufurrahiim”Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (QS. At-Taubat : 128).

Ayat ini bila kita selami, dapat diurai bahwa diturunkan atau didatangkan rasul itu dari kaummu sendiri. Yaa kaum kita sendiri, umat sak dunia sekarang ini. Bukan kaum/umat jazirah arab, bangsa Israel, atau bangsa manapun. Kaum kita saat ini, tahun 2015 ini. Kalau kaummu itu dimaknai ketika tahun 600-an M, yaa kaumnya Nabi SAW. Kalau kaummu itu dimaknai awal tahun Masehi, berarti  kaumnya Nabi Isa As. Jadi, kaummu sendiri itu adalah kaum pada masing-masing zaman atau masing-masing waktu. Yang ditegasi Allah Swt : sungguh telah datang kepadamu seorang rasul.

…………………………………………………….

Baca selanjutnya : Menjiwakan Semangat Mauludan