RASIONALISASI IKHLAS

Posted By on December 19, 2019

Kita semua sering mendengar orang berkata ikhlas. Kita juga, tanpa disadari sering mengatakan ikhlas.

Namun, yg kurang dan perlu dicermati secara mendalam dan rasional, apa yaa seperti itu yang disebut ikhlas.
Bagaimana sejatinya, dimana rasionalnya.

Sedang firman-NYA, dalam susunan kalimat Nabi SAW (dawuh Guru saya) bahwa :
“Al Ikhlasu sirri min sirri, istauda’tuhu qalba man uhibbu min ’ibadi”.
Bahwa ikhlas itu adalah rahasia-Ku daripada rasa yang merasakan Ada dan Wujud-Ku, yang hanya Aku letakkan di dalam hatinya orang yang Aku cintai di antara hamba-hamba-Ku.


Jelas sekali Dia tegaskan bahwa ikhlas adalah rahasia-KU. Rahasia Tuhan. Rahasia-NYA yang Dia sematkan pada hamba yang Dia cintai.

Selanjutnya…

TERTIPU

Posted By on December 17, 2019

Dunia ini penuh tipuan, disamping penuh hikmah, dan juga dicipta bukan sesuatu yang sia-sia.

Tipuannya, secara umum dibedakan menjadi dua. Tipuan kecil dan tipuan besar.
Tipuan kecilnya, adalah yang dilakukan oleh antar sesamanya.
Misalnya :

  • tipuan lewat sms tentang mendapat hadiah sekian juta.
  • tipuan jasa melipatgandakan uang.
  • tipuan agen umroh/haji abal-abal.
  • tipuan oknum pengaku dekat dg atasan
  • tipuan melalui jual beli online.
  • …dst-dsb.

Sedang tipuan besarnya, adalah ketika tidak mampu memahami menyelami visi misi dibalik penciptaan dunia dan seisinya.
Misalnya :

Selanjutnya…

ILMU YANG BERMANFAAT

Posted By on December 15, 2019

Petunjuk Guru, ilmu yang bermanfaat adalah apabila dengan ilmu yg dibelajari dikuasai dan diselami menjadikan pelakunya tahu aibnya diri, tahu aibnya kumantil dunia, tahu bencananya ngamal sholeh.
Tahu bahwa dirinya khotho’ wa nisyan. Tahu pasti rahasia dzoluman jahula yang menyatu dalam setiap jiwa. Tahu apes hina nistha nggone salah, bahkan tidak ada benarnya sama sekali.

Sehingga kemudian mendarah-daging taubatnya. Deple-deple nelongso maringalahnya membumi dalam dada. Dan hati-hati waspadanya luar biasa dalam mengatasi lecet ulet bujuk rayu nafsunya sendiri. dst-dsb.

Deple-deple iku semakna pasrah, semeleh, ngumawulo. Kalau “nelongso maringalah” itu nelongso pada Tuhan, nangis pada-Nya, sambat pada-Nya, kemudian pasrah bongkokan pada-Nya.

Selanjutnya…