MERASIONALKAN DOA

Posted By on September 19, 2017

Akal nalar sehat mengatakan : “tidak mungkin seorang pendoa pinaringan rezeki tanpa dibarengi usaha dan kerja keras. Walaupun berdoanya memohon rezeki yang banyak dilakukan selama 24 jam setiap hari. Tapi nyatanya hanya duduk-duduk nyantai tiduran di rumah”.

Demikian halnya ketika berdoa memohon ditunjukkan jalan yang lurus. Yaitu jalan yang DIA ridhoi. Namun akal dan pikirannya tidak mau terbuka. Tidak mau membuka diri mencicipi atau melahap masukan petuah sesamanya.
Memohon ditunjukkan jalan-Nya tapi (tanpa disadari) merasa cukup merasa puas atas pemahaman keyakinan keagamaan yang dimiliki.

Bilamana demikian, kiranya nyaris hil mustahal Tuhan akan menurunkan hidayah petunjuk-NYA.
Lha…. terus…??
Bagaimana seharusnya..??

_____edisi sparing nalar rasional Minggu (130817).
Baca Selengkapnya »

MEMBUMIKAN MAKNA ISRA’ MI’RAJ

Posted By on April 14, 2017

………..

Jamaah Jumat yang berbahagia.

Ayat di atas bila dicermati dan diperinci, setidaknya ada 6 hal pada peristiwa Isra’ Mi’raj. Yaitu : yang menjalankan, yang dijalankan, waktu perjalanan, wilayah perjalanan, sistem yang digunakan, dan tujuan perjalanan.

Hal pertama adalah yang menjalankan. Sudah pasti yang menjalankan adalah Tuhan Sendiri, atas Kehendak-Nya semata. Dengan Maha Suci-Nya dan dengan Maha Belas Kasih-Nya “berkenan” memberikan contoh nyata (keteladanan) kepada umat manusia bagaimana seharusnya mensucikan diri serta memproses diri “berjalan” pulang ilaihi raji’una. Sebab hanya DiriNya-lah yang berhak serta berwenang sepenuhnya “memproses”hamba dari kecil menjadi besar, dari tidak bisa apa-apa menjadi bisa sesuatu, dari tidak bisa berpikir menjadi bisa berpikir, serta dari “..gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang…” (QS al Maidah: 16). Termasuk didalamnya dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha.

………….download Membumikan Makna Isra’ Mi’raj

BERTASAWUF

Posted By on March 31, 2017

Bertasawuf sama dengan bernafas. Apalah arti kehidupan bila tanpa bernafas. (ronijamal.com)

Seperti sebuah lilin yang tidak terbakar tanpa api, manusia tidak dapat hidup tanpa kehidupan spiritual. (Buddha)