MEMBUMIKAN MERAH PUTIH

Posted By on September 6, 2014

……….. Jamaah Jumat yang berbahagia. Perbendaharaan merah dimaksud adalah keberanian yang disertai niat dan tekad kuat untuk menegakkan kebenaran. Yaitu kebenaran yang sejalan dengan kehendak Allah dan utusan-Nya (al-haqqu min Rabbika). Bukan kebenaran yang berdasar akal pikiran manusia. Bukan pula kebenaran menurut selera, nafsu, kepentingan politik-pribadi-golongan, maupun berbagai sudut pandang lain buatan manusia. Kemudian setelah mengetahui esensi kebenarannya, kemudian berani berjuang menegakkan kebenarannya dalam segala aktifitas yang dijalani, yaitu dengan jihadunnafsi. Berani berperang melawan nafsunya sendiri. Sebuah perang maha-dahsyat yang tidak akan pernah ada tandingannya di muka bumi. Sebab, kebenaran yang mengada disisi Tuhan itu ternyata sangat dijauhi dan dibenci oleh nafsu. Wujud yang diperangi adalah “bleger” jiwa raganya manusia itu sendiri. Nafsu yang wujudnya jiwa raga ini, zatnya adalah membantah kepada Tuhannya (yamna`u minallah). Sifatnya sama sekali tidak mengerti pada kehendak Tuhannya. Tidak mau tahu kersane Gusti (laa ya’rifullah). Dan af’alnya(perbuatannya) selalu mengajak pada kejelekan dan kejahatan (yajri ilassyu’), yaitu segala perkara yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan utusan-Nya. Karena itu, yaa nafsu ini yang harus diperangi siang malam.

…………… lanjutan  (http://ronijamal.com/wp-content/uploads/2010/03/Membumikan-Merah-Putih.pdf)

REVOLUSI GAGASAN

Posted By on August 1, 2014

 

Revolusi Gagasan

Sinopsis :

Buku “Revolusi Gagasan : melangitkan gagasan-buku berdasar pengalaman sufistik”, adalah menyajikan gagasan-langit dari berbagai gagasan-gagasan buku, yang didasarkan pengalaman pribadi penulis selama mendalami “ilmu langit” (sufistik). Ia berusaha mengajak pembaca untuk selalu merevolusi pola berpikir. Jangan sampai pola berpikir itu berhe
nti pada pemikiran tertentu, yang dicetuskan oleh mereka yang dianggap ngerti maupun pakar dibidangnya. Sebab, sehebat apapun yang namanya manusia (semisal bisa menciptakan galaksi ataupun menaklukkan Malaikat), tetap saja manusia yang al fakir, tempatnya salah dan lupa. Kecuali kalau pemikiran itu datang melalui Utusan Tuhan, maka kebenarannya mutlak adanya.  download

SURGANYA NABI ADAM

Posted By on July 21, 2014

Pemahamanku dari ilmu “khosing khos”, ketika Nabi Adam diutus di muka bumi dengan dimasukkan di surga, itu adalah roh dan rasa jiwanya yang “digenggam” Tuhan. Rasa hatinya dikelet oleh-Nya merasakan indah/nikmatnya merasakan Diri-Nya (hakekat “surga”), tapi jiwa raganya tetap berobah-osik bekerja berumah tangga lumrahnya manusia umumnya.

Sunan Bonang (wali songo) mendefinisikan “innal jannata laqiya Robbaka”, sesungguhnya surga itu suasana (rasa hati/perasaan) bertemunya hamba dengan Tuhannya. Jadi, ketika si hamba bisa menyatakan “ma’rifat bi Dzatillah” istilahnya Jawanya “mati sak jeroning ngaurip”, istilah arabnya menyatakan “muutu qabla anta muutu”, pada saat itulah si hamba dimampukan (oleh-Nya) ngincipi surga.

Baca Selengkapnya »