MEMBUMIKAN SYA’BAN

Posted By on June 15, 2014

……………
Jamaah Jum’ah yang berbahagia
Selain Sya’ban itu penuh kemuliaan, istilah Sya’ban itu sendiri, yang dalam bahasa Jawanya adalah Ruwah. Ruwah asal kata dari arwah. Yaitu bulan dimana arwah para leluhur yg telah berpulang disisi-Nya bersuka ria menyambut datangnya bulan Ramadhan yang penuh barokah dan ampunan Ilaahi. Bersuka ria karena akan segera datang kiriman amal dan doa dari ahli waris, saudara, maupun seluruh umat Islam yang masih ada di dunia. Karena itu, pada hari terakhir bulan Ruwah ini, tepatnya bakda Asyar, kita diperintahkan melakukan reroba tahlil, memohonkan ampunan bagi arwah para leluhur yang telah berpulang ke rohmatullah.

……………

ANDAI MAMPU MENYELAMI

Posted By on June 15, 2014

Andai pemahaman, keimanan, dan keyakinan itu mampu menyelami batin (hati nurani), roh, hingga rasa (perasaan)-nya Nabi SAW, tentu akan :

1.   Mampu menangkap hakekat beragama yang diajarkan Nabi Adam, Nabi Dawud, Nabi Isa, dan keseluruhan Nabi-Nya yang lain, yang ternyata (sangat memungkinkan) mewariskan “baju” (ajaran syareat) yang berbeda.

2.   Mampu mencermati dan mengambil pesan hikmah mengapa Tuhan mesti mengupdate para Rasul-Nya ketika Rasul satu meninggal dilanjuti dg Rasul-rasul berikutnya, semenjak Nabi Adam—hingga jebating jagad.

3.  Mampu menghayati bahwa sebelum diangkat jadi Khalifah/Utusan, para Rasul itu awal-mudanya adalah murid yang belajar (secara khusus dan kaaffah) pada Guru Wasiilata.

Baca Selengkapnya »

MENAPAK TILAS SEMANGAT HIJRAH

Posted By on November 15, 2013

………………………………….

Sidang Jumat yang berbahagia

Ketiga, peristiwa hijrah adalah merupakan salah bentuk ujian bagi hamba-Nya yang beriman. Ujian yang dalam bentuk rasa takut, was-was, khawatir berpisah dengan harta keluarga jabatan maupun hal-hal duniawi lainnya. Sekaligus ujian yang menguji sejauh mana kepatuhan dan ketundukan seorang murid dihadapan gurunya, yang mana sang guru adalah Rasulullah.

Keempat, peristiwa hijrah sebagai sarana yg empuk bagi iblis sak balanya, dalam melancarkan serangan jahatnya. Mewujudkan sumpah serapahnya yang ingin menghancurkan semua umat manusia tanpa kecuali, dan menyeretnya menjadi banciknya di neraka kelak. Dengan cara mengobarkan rasa kebencian, permusuhan, dan dendam kesumat dalam dadanya kaum kafir. Sekaligus menyulut berbagai macam bisikan was-was, khawatir, takut, dan semacamnya terhadap kaum muslim. Kecerdasan iblis sak bala sungguh luar biasa dalam hal mempengaruhi, membujuk, dan membentuk pandangan-pandangan baik. Semua manusia, sekalipun pandai dan cerdas, bahkan telah jaduk gelarnya, tak akan sanggup menghindar tipu daya dan jeratan iblis. Kecuali orang-orang yang mukhlasin.
……………………………………..