MENJEMPUT HIDUP ABADI

Posted By on November 18, 2019

Yaa….hidup itu abadi. Bukannya mati habis perkara. Sedang yang mati adalah jasadnya. Chasing manusianya. Sebab ada batas kadaluwarsanya, namanya umur.

Dan hidup abadi itu perlu dengan amat sangat dijemput. Perlu dituju ditarget dipersiapkan secara sempurna. Karena tidak bisa datang dengan sendirinya. Tidak bisa dipersepsi otomatis keabadiannya.

Banyak yang mengatakan hidup pasti mati. Memang betul pasti mati. Tapi sebenarnya sangat disayangkan bila berprasangka demikian. Apalagi beranggapan bahwa kematian mengakhiri segala masalah yang diterima.

SElanjutnya..

MAKSUM DALAM LOGIKA

Posted By on November 14, 2019

Dalam riwayatnya, para nabi rasul dibekali derajad maksum. Sempurna dan terbebas dari kesalahan. Walau demikian, ironinya, ibadah Beliau sungguh luar biasa. Hingga kaki Beliau bengkak saking lamanya sholat.
Demikian pula istighfarnya, tangis panalangsa nyuwun ngapuro-nya, kerja kerasnya, juga luar biasa.

Padahal sudah terderajad maksum, tapi mengapa ibadahnya, kerja kerasnya, dan tangis nyuwun ngapuronya demikian hebat luar biasa?
Bisakah logika mengurai menterjemah hingga menyerapnya dg tuntas?
Bisakah kita, hamba yg feqir khotho’ wa nisyan ini mengitbaknya?
Baca Selengkapnya »

APA DASAR ILAIHI ROJI’UNA?

Posted By on November 12, 2019

Ngapunten p Roni Djamaloeddin, nuwun pencerahanipun.
1. Apa yang mendasari tujuan kita bisa ilaihi roji’una. Ini kebutuhan Tuhan atau kebutuhan kita.
2. Apa hanya manusia yang mempunyai kepentingan untuk bisa kembali kepada-Nya dengan selamat, sedangkan kita tahu bahwa segala yang ada di bumi dan di langit senantiasa bertasbih memuji nama Tuhannya.
3. Apa tujuan dzikir kita itu tidak sama antara manusia dengan batu, air, tumbuhan, hewan,.. dsb.
4. Adakah rosul dari golongan mereka dan kalaupun tidak ada lantas siapa yang mengajari dzikir, selain dari pada-Nya jua.
5. Ngapunten sak dermo nimbo kaweruh lan belajar, salam rahayu.
Baca Selengkapnya »