ANDAI MAMPU MENYELAMI

Posted By on June 15, 2014

Andai pemahaman, keimanan, dan keyakinan itu mampu menyelami batin (hati nurani), roh, hingga rasa (perasaan)-nya Nabi SAW, tentu akan :

1.   Mampu menangkap hakekat beragama yang diajarkan Nabi Adam, Nabi Dawud, Nabi Isa, dan keseluruhan Nabi-Nya yang lain, yang ternyata (sangat memungkinkan) mewariskan “baju” (ajaran syareat) yang berbeda.

2.   Mampu mencermati dan mengambil pesan hikmah mengapa Tuhan mesti mengupdate para Rasul-Nya ketika Rasul satu meninggal dilanjuti dg Rasul-rasul berikutnya, semenjak Nabi Adam—hingga jebating jagad.

3.  Mampu menghayati bahwa sebelum diangkat jadi Khalifah/Utusan, para Rasul itu awal-mudanya adalah murid yang belajar (secara khusus dan kaaffah) pada Guru Wasiilata.

Baca Selengkapnya »

MENAPAK TILAS SEMANGAT HIJRAH

Posted By on November 15, 2013

………………………………….

Sidang Jumat yang berbahagia

Ketiga, peristiwa hijrah adalah merupakan salah bentuk ujian bagi hamba-Nya yang beriman. Ujian yang dalam bentuk rasa takut, was-was, khawatir berpisah dengan harta keluarga jabatan maupun hal-hal duniawi lainnya. Sekaligus ujian yang menguji sejauh mana kepatuhan dan ketundukan seorang murid dihadapan gurunya, yang mana sang guru adalah Rasulullah.

Keempat, peristiwa hijrah sebagai sarana yg empuk bagi iblis sak balanya, dalam melancarkan serangan jahatnya. Mewujudkan sumpah serapahnya yang ingin menghancurkan semua umat manusia tanpa kecuali, dan menyeretnya menjadi banciknya di neraka kelak. Dengan cara mengobarkan rasa kebencian, permusuhan, dan dendam kesumat dalam dadanya kaum kafir. Sekaligus menyulut berbagai macam bisikan was-was, khawatir, takut, dan semacamnya terhadap kaum muslim. Kecerdasan iblis sak bala sungguh luar biasa dalam hal mempengaruhi, membujuk, dan membentuk pandangan-pandangan baik. Semua manusia, sekalipun pandai dan cerdas, bahkan telah jaduk gelarnya, tak akan sanggup menghindar tipu daya dan jeratan iblis. Kecuali orang-orang yang mukhlasin.
……………………………………..

MEMULIAKAN ILMU DAN PEMBAWANYA

Posted By on September 19, 2013

……………………………………………….

Sidang Jumat yang berbahagia

Menyikapi dan mendalamkan rasa syukur, yang sekaligus meningkatkan iman dan takwa, ada satu hal yang terkadang luput dari pemikiran dan penghayatan, yaitu berlaku secara khusus pada para orang yang telah memintarkan, memberi ilmu pengetahuan-pengalaman, ataupun yang telah mengajari dan mendidik kita. Sebab, biasanya, mereka-mereka itu dianggap sama saja dengan kebanyakan orang pada umumnya. Bahkan diperlakukan seperti teman biasa.

Padahal disisi Tuhan, mempunyai kedudukan yang luar biasa. Keberadaannya lebih utama dari pada orang yg berpuasa, maupun berjihad dijalan Allah.

……………………………………………….