MEMULIAKAN ILMU DAN PEMBAWANYA

Posted By on September 19, 2013

……………………………………………….

Sidang Jumat yang berbahagia

Menyikapi dan mendalamkan rasa syukur, yang sekaligus meningkatkan iman dan takwa, ada satu hal yang terkadang luput dari pemikiran dan penghayatan, yaitu berlaku secara khusus pada para orang yang telah memintarkan, memberi ilmu pengetahuan-pengalaman, ataupun yang telah mengajari dan mendidik kita. Sebab, biasanya, mereka-mereka itu dianggap sama saja dengan kebanyakan orang pada umumnya. Bahkan diperlakukan seperti teman biasa.

Padahal disisi Tuhan, mempunyai kedudukan yang luar biasa. Keberadaannya lebih utama dari pada orang yg berpuasa, maupun berjihad dijalan Allah.

……………………………………………….

MEMULIAKAN SYA’BAN

Posted By on July 5, 2013

………………………………………………..
Selain Sya’ban itu penuh kemuliaan, Sya’ban bisa diterjemahkan sebagai bulan persiapan. Persiapan menuju Ramadhan. Karena itu, kita perlu mempersiapi dan membekali diri dengan beberapa perkara.
Pertama, lebih waspada ketika kebanyakan orang lain lengah. Waspada dari berbagai bentuk sikap dan tindakan yang kurang bermanfaat. Waspada dari berbagai tindak sembrono dan gemampang menuju peningkatan kontrol diri dan hati-hati ekstra tinggi. Meneladani ungkapan bijak para leluhur : sak bejo bejaning wong sing lali, isih bejo sing tansah eling lan waspodo. Seberapapun besarnya orang yang lalai, masih lebih beruntung orang yang selalu ingat dan waspada. Sebab, orang yang berada pada derajad lalai itu, mara bahaya besar disekelilingnya siap menerkam, dengan resiko yang sangat besar pula tentunya.

Baca Selengkapnya »

GANTI ISTILAH MATI dengan KUNDUR (PULANG)

Posted By on May 24, 2013

Mati, adalah istilah untuk jasad/raga yang tidak lagi kanggonan roh. Bisa pula diartikan jasad/raga yang habis masa pakainya di dunia.
Namun roh (yang didalamnya lagi ada sirr [rasa=unsur dasar/utamanya manusia]), tidak akan pernah mati ketika jasad yang jadi kendaraannya mati. Rasa inilah yang pulang ke alam asalnya (asalnya dari Tuhan, pulang kembali kepada-Nya lagi).

Karena itu, kewajiban yang paling wajib hamba adalah mengenal kembali asal muasalnya sendiri (sangkan paraning dumadi), min rasul.
Sehingga ketika pulang nanti (kundur), sebentar lagi (sekarang ini masih mampir ngombe), tidak kesasar/terdampar di alam penasaran (alamnya jin, syetan, iblis, demit, dan sebangsanya). Karena rasa (hatinya) telah mengerti dan dibelajari tentang berbagai alam-alam kegaiban, dan mampu membedakannya dengan pasti sehingga wa bil-akhirotihum yuuqinun.

Baca Selengkapnya »