SERI SOAL-SOLUSI : MATI SEBELUM MATI

| September 28, 2019

Ngapunten, mati sakdurunge mati pripon niku njeh?? (Maaf, mati sebelum mati itu bagaimana yaa??) —–+++—–+++—–+++—–+++—–+++—–+++ Petunjuk Guru kami, mati sebelum mati adalah dawuh Nabi Saw. Muutu qabla anta mutu, belajarlah mati sebelum yang sebenarnya terjadi.

WAHAI AKAL YANG BERRASA

| September 26, 2019

Tak pernah dimengerti Tak pernah dipahami Tak pernah dihayati Apalagi disadari diselami Bahwa unsur dasar (unsur inti) manusia adalah “rasa”. Sementara yang ditahui Dari berbagai sumber dan media Unsur utama manusia adalah roh Padahal Roh adalah daya kuat Tuhan yang ditiupkan (dipinjamkan) pada jasad Sedang fitrah manusia, yaa rasa itu.

BEKERJA FISSILMI KAAFFAH

| September 14, 2019

Bekerja secara fissilmi kaaffah atau bekerja dalam suasana selamat yang menyeluruh, adalah bekerja dengan menyatukan atau memfungsikan keempat dimensi sekaligus. Yaitu bekerja dengan melibatkan seluruh struktur anasir penyusun jiwa raga. Melibatkan dimensi syareat, dimensi tarekat, dimensi hakekat, dan dimensi ma’rifat. Karenanya, bekerja atau mencari nafkah atau aktifitas apapun pada dunianya masing-masing, maka bekerja fissilmi kaaffah […]

SESUNGGUHNYA AGAMA ITU UNTUK APA??

| September 6, 2019

Yang satu agama, beda mahdzab yaa tukaran. Yang satu agama, beda organisasi yaa tukaran. Yang satu agama, beda aliran kebatinannya, beda torikohnya yaa tukaran. Terlebih yang beda agamanya, lebih serem tukarannya. Padahal semua agama sama-sama Kagungane Pengeran. Diturunkan melalui Khalifah/Rasul-Nya. Rasanya sampai habis energi pikir merenungku : SESUNGGUHNYA AGAMA ITU UNTUK APA??

MENGAPA MESTI ADA PERPECAHAN??

| September 6, 2019

Perpecahan tidak hanya terjadi pada kaum muslim. Semua umat manusia tanpa melihat batas agama, mengalaminya. Bahkan dalam keluarga, sebagai unit terkecil pun mengalami perpecahan. Mengapa mesti terjadi? Salah satu penyebabnya (dari sekian juta alasan), adalah sebagaimana ayat-Nya : “Siapa yang tidak bersama AKU, ia melawan AKU dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama AKU, ia menceraiberaikan/terceraiberai.” […]