MEMBAKAR QURAN

| April 2, 2020

Ali Al Mansur, seorang sufi di Khurasan, pagi pagi terlihat sedang membakar Quran. Tetangganya marah. Kesal. Orang orang yg lewat depan rumah sang sufi geleng geleng kepala. Gondok. Tapi mereka tak berani menegur Al Mansur. Mereka tahu Al Mansur adalah seorang yg fakih dan wara’. Ia seorang ulama yg menjadi rujukan para imam. “Syekh, kenapa […]

MENGEMBALIKAN HAKEKAT BERGURU

| May 7, 2010

Secara filosofis, guru berasal dari kata digugu dan ditiru. Refleksi dari “sosok luhur” yang dapat digugu semua nasehat penjelasan perintah maupun larangannya, serta dapat ditiru semua tingkah laku perbuatannya. Singkatnya, guru adalah seseorang yang dapat dijadikan panutan dan teladan atas segala perkataan dan perbuatannya. Filosofi yang sangat luhur ini nampaknya jauh beda dengan kenyataan sekarang. […]

Telaah Lanjutan dari Presentasi Harun Yahya

| April 18, 2010

MENYELAMI  MAKNA  KEABADIAN KEABADIAN, menurut Harun Yahya –seorang penulis terkemuka di Turki– diasosiasikan oleh manusia umumnya seperti gambaran ribuan tahun, jutaan atau miliaran tahun. Sebuah konsep waktu yang seakan-akan mengarah kepada jangka waktu selama-lamanya. Sebuah konsep yang tidak berawal dan tidak berujung. Relevan dengan makna abadi itu sendiri, yang dalam kamus bahasa Indonesia artinya kekal, […]

MEMBUMIKAN BELAJAR

| April 9, 2010

Belajar, umumnya diasumsikan menjadi garapan para pelajar. Selain pelajar, seolah “tidak wajib” lagi untuk menggarapnya. Karenanya, komunitas non pelajar ini, kecil pedulinya terhadap belajar. Termasuk sebagian guru yang hanya mau belajar bila berhubungan dengan tugas di sekolah. Implikasi logisnya, ketika tidak berada di bangku sekolah lagi, hampir pasti belajar tidak lagi dilakukan. Lebih memprihatinkan lagi, […]

MEMBUMIKAN MUSYAWARAH

| April 7, 2010

Sungguh memprihatinkan. Musyawarah mufakat yang menjadi budaya luhur warisan nenek moyang terancam hilang. Konon saking luhurnya, ia dijadikan fondasi keempat dasar negara kita, Republik Indonesia. Faktanya, tidak sedikit para pemikir bangsa ini (para wakil rakyat)–baik yang berkedudukan di pusat, wilayah, maupun daerah–mulai menafikan, bahkan sering. Tidak jarang memilih adu jotos dalam menyelesaikan tugas yang harus […]