IBLIS ITU SIAPA?

Posted By on April 29, 2021

Dari berbagai literatur, iblis berasal dari kata ablasa. Maknanya : membantah, membangkang, menyesal, berputus asa.

Terus masalahnya, membantah siapa? Apanya yang dibantah?

Tersurat dalam QS.2:34 :
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Ayat tersebut menerangkan ketika Tuhan berfirman pada para malaikat. Yaa….pada para malaikat. Berarti tidak ada makhluk lain seperti manusia, demit, setan, binatang, …dlsb. (Sama seperti ketika “yaa ayyuhannaas”, yang berarti khusus untuk manusia.)

Para malaikat semua diperintah sujud kepada khalifah/wakil/rasul Tuhan yang bernama Adam. Mereka sujud, namun sebagian membantah, membangkang. Yang membantah (ablasa) inilah yang kemudian disebut iblis.

Dalam risalah aguru-guru dijelaskan bahwa yang berani membantah itu adalah para tokoh/pemikir/penggedenya malaikat. Jadi sangat rasional bila para tokoh pemikir itu ringan tangan untuk protes. Dikit-dikit protes, interupsi, walk out, …dlsb. Sedang yang patuh sujud pada Adam, tetap malaikat.

Mengapa memilih membantah membangkang perintah Tuhan dari pada patuh sujud?

  • Karena protesnya (QS.2:30) tidak diterima Tuhan. Dengan jawaban Tuhan, AKU lebih tahu dari pada hamba-KU.
  • Sedang mereka tahu pasti dan paham sekali bahwa fakta di lapangan mengatakan pekerjaan manusia itu suka membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Sehingga rasional mereka berkata : tidak mungkin manusia itu dijadikan Khalifah.
  • Watak sombong dan takaburnya : Saya lebih baik daripada Adam, Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah” (QS.7:13).
    Karenanya, maka lebih memilih membantah perintah dari pada sujud pada Adam.

Kemudian analogi diferensialnya, manusia pun, ketika membantah ketentuan Khalifah Tuhan tersebut, maka dihadapan-NYA disebut iblis. Karena ablasa ketentuan : inni ja’ilun filardhi Khalifah.

Sementara di ayat lain mengatakan :
“… di tengah-tengah kamu ada Rasulullah” (QS.49:7).
https://ronijamal.com/kamu-siapa/

Simpulnya?

  1. Ablasa (iblis) itu sangat mungkin adalah kita juga. Tanpa disadari telah membantah mengadanya Khalifah di setiap zaman.
  2. Implikasinya, tidak perlu menuduh kemana-mana, termasuk iblis yang sesungguhnya. Langkah bijaknya adalah menuduh, koreksi, cermati, adili diri sendiri.
  3. Pilihan untuk ablasa atau patuh sujud kepada Khalifah Adam (dan atau pada pelanjut tupoksinya hingga jebating jagad)
    adalah keputusan atau pilihan masing-masing diri. Sebagaimana Maha Demokratis Tuhan :
    Yang mau beriman, silahkan.
    Yang mau kafir, juga silahkan. …Kahfi 29.

____260421–belajar olah nalar olah rasa, serta share pemahaman pengalaman dalam nderek Guru (Kyai Tanjung).

.

.

About the author

Seorang Dosen Di STT POMOSDA, Guru Matematika SMA POMOSDA (1995 – sekarang), dan Guru "Thinking Skill" SMP POMOSDA yang mempunyai hobi Belajar-Mengajar Berpikir, Mencerahkan Pemikiran

Comments

Leave a Reply

Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.