MENGAPA ADA KEHIDUPAN KEMATIAN?

Posted By on March 8, 2024

Hal paling mendasar menjalani kehidupan dunia adalah menemukan jawaban pasti mengapa ada kehidupan dan kematian. Sebab, tanpa mengenali visi misi tersebut, hidup jadi tidak jelas. Tidak punya arah. Ibarat kapal di tengah samudra tanpa nahkoda, terombang ambing tanpa tujuan pasti.

Lantas, ada apa dibalik kehidupan dan kematian?

Ada yang berpedoman bila Tuhan menciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembah-Nya.
Ada yang meyakini “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal”.
Ada pula yang memastikan diri sangat wajib mengerti memahami asal sangkan parani dumadi.
Dan masih banyak lagi pemahaman peyakinan rasional lain yang relatif benar adanya.

Baca Selengkapnya »

MASIH LEBIH BAIK ANJING?

Posted By on February 14, 2024

Mungkin ada benarnya ungkapan Emily Dickinson : “Anjing lebih baik dari pada manusia karena mereka tahu tapi tidak mengatakannya.”

Sisi baik lainnya, sebagaimana kisah yang terjadi pada Abu Yazid al Bustomi. Kebetulan Beliau dipahamkan Tuhan tentang bahasa anjing yang kebetulan sedang berpapasan dengannya. Kisahnya bisa disimak dan dicermati di berbagai media.
(https://ronijamal.com/kisah-hikmah-dari-seekor-anjing/)

Baca Selengkapnya »

YANG MANA DISEBUT MANUSIA?

Posted By on February 8, 2024

Pemahaman waktu kecil dulu, yang disebut manusia adalah roh. Dan roh pula yang akan pulang ke akherat saat mati menjemput.

Namun ketika menjalani fas-alu ahladzdzikri, berguru pada ahli dzikir, yang tidak lain adalah manifestasi inni ja’ilun fil ardhi Khalifah (wakil/khalifah/rasul Tuhan yang mengada di muka bumi), yang disebut manusia adalah rasanya. Atau Sirr-nya. Rasa inilah fitrah manusia. Merupakan percikan Dzat Yang Maha Fitrah.

Baca Selengkapnya »

SALAH DIDIKNYA DIMANA?

Posted By on January 30, 2024

Tidak diragukan lagi kebenaran peribahasa Jawa, “kacang ora ninggal lanjaran”. Kacang (tanaman menjalar) tidak akan meninggalkan kayu/bambu penopang tumbuhnya. Kalau lanjarannya lurus, maka tumbuhnya kacang juga lurus. Tapi kalau lanjarannya bengkok, tumbuhnya batang juga bengkok.

Artinya, seorang anak akan otomatis belajar meniru mensifati watak dan perilaku orang tuanya. Karenanya, bagaimanapun sifat watak orang tua, sebagian besar akan menurun pada anak-anaknya.

Baca Selengkapnya »

TERAPAN KONSEP WAYANG-DALANG

Posted By on January 21, 2024

Rasanya ada dinding tipis yang menjadikan tidak sinkronnya konsep wayang–dalang : manusia adalah wayang dan Tuhan dalangnya. Yaitu ketika tingkat ekonomi kita yang begini-begini saja, atau apapun “dep colot” kita yang juga begini-begini saja, atau bahkan ketika iman taqwa kita yg juga “begini” saja, kemudian mengatakan kita kan wayangnya, Tuhan yang mengatur dan menggerakkannya. Sebagai wayang tinggal menjalani apa-apa kehendak Dalang.

Tidak sinkronnya adalah ketika merasa cukup (bisa juga merasa puas, atau merasa benar) atas kondisi saat ini. Bisa pula kenyataan iman taqwa yang diyakini dan dirasakan sekarang. Kemudian mengata, saya adalah wayang, sak dermo menjalani skenario Sang Dalang atas keadaan ataupun iman taqwa yg saya jalani saat ini.

Baca Selengkapnya »