YANG BENAR DIKUBUR APA DIBAKAR?

Posted By on April 28, 2020

Jawabnya adalah sesuai iman keyakinan masing-masing.
Yang meyakini dan menggunakan syareat dikubur, maka yang benar adalah yaa yang dikubur. Karenanya, dibakar adalah tidak benar.

Sebaliknya, bila yang meyakini dan menggunakan syareat dibakar, maka yang benar adalah yaa yang dibakar. Karenanya, dikubur adalah tidak benar.

Namun analisa rasionalnya, jasad ini adalah kendaraan pinjaman dari Tuhan. Namanya kendaraan, yaa hanya dikendarai manusianya untuk pulang kembali pada-NYA.

Baca Selengkapnya »

VISI MISI KE-6

Posted By on April 23, 2020

Visi misi yang ke-6 dalam “mulang matematika” adalah selingan “breaking news”.
Materi ini ternyata justru yang sangat disukai anak-anak. Sebab, selain asyik menerima materi baru yg aneh, asing, bin luar biasa menarik, alih-alih merefresh otak yg tegang, sumpek, mumetmatektenan dalam belajar matika.

Tak jarang mereka ujug-ujug minta breaking news ditengah-tengah spaneng mumetnya mendengar materi matika.
Kontan saja tak jelaskan, bentar lagi yaa… setelah materi ini selesai, nanti breaking newsnya ini ini…

Baca Selengkapnya »

HIDUP YANG SEJATI?

Posted By on April 23, 2020

Apa itu hidup yang sebenarnya master? Yang sejati?

Monggo master ilmunya, pengetahuannya.

Saya bertanya master, jangan di balik tanya.

?

=====================================

Awalnya, ketika masih di alam dzar, roh para makhluk semua dikumpulkan Yang Maha Pencipta. Tuhan menawari amanah pada langit, bumi, gunung, namun menolak semua (Al Ahzab 72).
Sementara manusia, salah satu spesies yang tidak ditawari, ujug-ujug dengan sigap menyatakan sanggup menerimanya.

Baca Selengkapnya »

TIDAK BISA MENYALAHKAN

Posted By on April 20, 2020

Informasi apapun dari manapun dan dari siapapun, yang kemudian dipahami diyakini yang selanjutnya diamalkan, maka diri sendirilah yang akhirnya menanggung segala resikonya. Baik resiko yang baik maupun resiko yang sangat buruk.

Tidak bisa menyalahkan si pemberi informasi. Sekalipun itu dari teman, orang tua, guru, tutor, bahkan yang diyakini “akabir ulama”. Termasuk pula dari tulisan ini.

Baca Selengkapnya »

DALAM TEMPURUNG

Posted By on April 17, 2020

Merasa cukup, merasa banyak, dan merasa puas atas pengetahuan-pemahaman yg dimiliki, tak ubahnya seperti pengetahuannya kodok dalam tempurung.

Pada dataran yg lebih lembut, rasa-rasa itu (merasa cukup, puas, bangga, …dst) justru akan menjadi hijab proses lakunya hamba yang brontoyudo bertemu Tuhannya.

Baca Selengkapnya »