MENJADI IKAN

Posted By on November 30, 2011

Ada hal yang cukup menarik pada acara talk show motivasi tayangan Metrotv beberapa hari lalu. Selain materi yang cukup menarik, audiennya pun sangat “khusyuk” mendengar. Terlebih nara sumbernya yang motivator kelas nasional.

Catatan menariknya adalah pada bahasan “ikan”. Sang motivator pun menyampaikan poling untuk dipilih audien. Pertanyaannya, pilih mana menjadi ikan besar di kolam kecil atau menjadi ikan kecil di kolam besar.

Sambil menunggu hasil poling, motivator mewawancarai beberapa peserta. Jawaban peserta pun cukup beragam, yang tentunya didasari dengan argumen, pengalaman, dan keyakinan masing-masing.
Baca Selengkapnya »

MENYELAMI MAKNA SYAWAL

Posted By on September 12, 2011

Syawal adalah bulan pasca ramadhan. Hari pertamanya ditandai dengan genderang Idul Fitri. Sesuatu hari dimana anak Adam menyatakan (dinyatakan) kembali kepada fitrah.

Syawal identik dengan halal bihalal. Saling membersihkan dan saling memaafkan dosa kesalahan sesama sanak saudara maupun teman dekat. Ia identik pula dengan reuni-reuni, baik reuni keluarga, reuni teman sekolah, maupun reuni-reuni lainnya.

Secara harfiah, Syawal maknanya adalah peningkatan. Adalah salah satu bulan yang menuntut pelaluinya meningkatkan kualitas kehidupannya. Meningkat kualitas ibadahnya, meningkat kualitas belajar dan bekerjanya, maupun meningkat kualitas kebaikan lainnya.
Baca Selengkapnya »

IT DAN PUASA

Posted By on August 4, 2011

Secara logis, IT (Information Technology) dan puasa adalah dua hal yang berbeda jauh. Keduanya tampak tidak ada hubungan sama sekali. IT adalah salah satu karya hebat manusia, yang sangat membantu kebutuhan, pekerjaan, dan meningkatkan peradaban manusia, sedang puasa adalah perintah Tuhan yang sama sekali tidak dapat dihindari.

Perintah tersebut adalah sebagaimana tersurat dalam QS. Al Baqarah 183: Yaa ayyuhal ladziina amanu kutiba ‘alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba ’alalladziina min qoblikum la’allakum tattaquna. Artinya : hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.

Baca Selengkapnya »

TUHAN BERGANTUNG PADA RASUL?

Posted By on May 24, 2011

Tuhan bergantung pada Rasul? Nampaknya sangat ironis. Ironisnya, Dia Yang Maha Segalanya, ternyata perlu Rasul (Khalifah, Utusan) hanya untuk “mulang wuruk” (membelajari) manusia–agar bisa pulang kembali pada asal-Nya. Padahal, ketika menciptakan jagad raya seisinya (termasuk menciptakan semua manusia), mengatur jutaan planet lengkap dengan peredarannya, sama sekali tidak memerlukan bantuan makhluk-Nya.

Tetapi, begitulah kenyataannya. Dibalik ke-Mahakuasa-Nya, ternyata memang “perlu” makhluk-Nya (semisal para Malaikat) mengerjakan tugas-tugas tertentu. Jibril, menyampaikan wahyu kepada manusia. Mikail, bertugas membagi rezki, dan seterusnya dan sebagainya. Padahal kalau Dia berkehendak, tanpa harus melibatkan makhluk-Nya, dapat mencukupi sendiri apa yang Dia kehendaki.

Baca Selengkapnya »

IMAN RETORIKA, IMAN REALITA

Posted By on April 22, 2011

Iman, secara bahasa maknanya percaya. Yaitu percaya atas mengadanya suatu benda/zat, peristiwa, maupun adanya kekuatan tertentu di luar diri. Tumbuhnya rasa percaya ini disebabkan oleh 3 (tiga) hal. Karena berita (baik tulis maupun lisan), teori keilmuan, maupun pengalaman yang dialami/disaksikan secara langsung. Implikasi logis adanya iman ini, berpengaruh kuat terhadap sistem keyakinan (spiritual) seseorang.

Sayangnya, istilah iman (percaya) ini umumnya hanya dikaitkan dengan keberadaan Tuhan, malaikat, kitab, rasul, hari akhir dan takdir—yang kemudian disebut rukun iman. Padahal mestinya (secara bahasa), ia dapat pula tertuju/mengarah kepada hal-hal lain. Misalnya iman pada isu, iman pada kekuatan japa mantra, percaya pada ramalan-ramalan, percaya pada suara/kekuatan gaib, percaya pada mimpi-mimpi dan lain sebagainya. Tapi nyatanya istilah (iman) ini terlanjur di-“booking” oleh Islam menjadi rukunnya (rukun iman).

Baca Selengkapnya »