MEMBUMIKAN MUSYAWARAH

Posted By on April 7, 2010

Sungguh memprihatinkan. Musyawarah mufakat yang menjadi budaya luhur warisan nenek moyang terancam hilang. Konon saking luhurnya, ia dijadikan fondasi keempat dasar negara kita, Republik Indonesia.

Faktanya, tidak sedikit para pemikir bangsa ini (para wakil rakyat)–baik yang berkedudukan di pusat, wilayah, maupun daerah–mulai menafikan, bahkan sering. Tidak jarang memilih adu jotos dalam menyelesaikan tugas yang harus dibahasnya. Atau dengan gagah perkasanya keluar sidang tanpa menyadari tanggungjawabnya sebagai “pemikir rakyat”. Demikian pula generasi intelektualnya (mahasiswa) yang gemar perang batu, ketika beda pendapat dari luar kelompoknya.

Baca Selengkapnya »

SANG PUJAAN HATI

Posted By on April 5, 2010

Adalah perkara yang sangat dinanti
Sang pujaan hati di hadapan diri
Kabar balasan yang slalu dimimpi
Yang bersurat tunggu jawaban pasti

Adalah perkara yang sangat dinanti
Sang pujaan hati di hadapan diri
Kekasih pujaan datang tepati janji
Dua insan yang jatuh hati
Baca Selengkapnya »

SANUBARI

Posted By on April 2, 2010

Hati sanubari
Nama lainnya qalbun jasmaniyun dzulmaniyun
Dibuat dari secuil daging sebesar daun semanggi dibelah dua
Letaknya dibawah susu kiri kira-kira dua jari
Menempel pada tulang rusuk terakhir

Karena terbuat dari daging, maka :
Yang dikembang suburkan adalah peradaban daging
Memenuhi nafsu bangsa hewan yang tidak pernah puas
Memburu nikmatnya makan dan nikmatnya sahwat
Baca Selengkapnya »

MEMASUKI DUNIA GAIB

Posted By on March 31, 2010

Sisi yang Tertinggi dari Buku “Membuka Tirai Kegaiban: Renungan-renungan Sufistik”, Karya Jalaluddin Rakhmat

SETELAH mencermati buku Kang Jalal, Membuka Tirai Kegaiban: Renungan-renungan Sufistik, menurut saya buku tersebut hanya menyajikan satu wacana kegaiban, yaitu kegaiban yang berhubungan dengan Zat Tuhan-beserta segenap “tata-cara” membuka tirainya. Sementara kenyataannya, ada dunia gaib lain yang “seharusnya” dimengerti dan dipahami. Di mana, kebanyakan orang tertipu dan terjebak olehnya, yang seharusnya dinafikan (ditiadakan, bukan disenangi dan bukan pula dijadikan tujuan hidup).

Dalam kamus bahasa Indonesia alam gaib artinya dunia gaib yang tidak kelihatan yang berada di luar jangkauan manusia. Alam ini substansi fisiknya tidak/belum dapat ditangkap oleh akal manusia. Bahkan, hingga saat ini belum ada pengetahuan maupun alat canggih yang dapat mendeteksi/merekam keberadaannya secara pasti.
Baca Selengkapnya »

MEWASPADAI “PENYAKIT PERSEPSI”

Posted By on March 27, 2010

Nampaknya tak pernah disadari—apalagi ditafakuri secara mendalam—bahwa dalam kehidupan bermasyarakat ada sebuah kebiasaan yang “sebenarnya” tidak baik, tetapi justru (seolah-olah) dijadikan sebuah budaya yang “layak” dilestarikan. Bahkan, ia sebenarnya dilarang oleh syareat Islam. Kebiasaan tersebut adalah “kecenderungan melihat lebih dahulu siapa yang bicara, dari pada melihat isi pembicaraannya”.

Yang memprihatinkan, kebiasaan ini dilakukan oleh hampir semua lapisan masyarakat. Apakah golongan mereka yang berpendidikan ataukah tidak. Lapisan intelek cendekia maupun yang etos pikirnya biasa/rendah. Singkatnya, mayoritas masyarakat terjangkit virus “penyakit persepsi”.
Baca Selengkapnya »