BERHENTI DEBAT?

Posted By on September 16, 2020

Tolong gmn caranya
biar saya berhenti
berdebat dengan
orang bodoh.

—-+++—-+++—-+++—-+++—-+++—-+++

Istilah debat itu saja boleh dikata bodoh.
Sebab, debat itu menandakan sedang “berkelahi pikiran” dengan orang lain.
Atau sedang mengadu ide gagasan dengan orang lain.
Atau sedang adu benar, mencari benar, yang hanya mengumpulkan data pembenar.
Atau sedang menuruti ego-emo, yang tentu saja jauh dari sabar jihad mengalahkan hawa nafsu.

Baca Selengkapnya »

AKTIFITAS YANG KAFFAH

Posted By on September 13, 2020

Meminjam redaksi “udkhulu fissilmi kaffah”, sekaligus membreakdownnya, aktifitas yg kaffah adalah tandang (kerja) yg menyeluruh. Artinya tandang (kerja) yang melibatkan semua struktural jiwa raga. Mulai jasad, hati nurani, roh, hingga rasa.

Contoh sederhana ketika jasad sedang bicara, atau mengajar, atau mengaji, atau bertausiah, atau apapun bicaranya.

Baca Selengkapnya »

BREAKING NEWS : TUJUAN HIDUP?

Posted By on September 10, 2020

Umumnya, tujuan hidup manusia adalah hidup bahagia di dunia, mati masuk surga.
Bahagia bila punya harta yang banyak, mobil mewah, rumah megah, kedudukan terhormat, kolega maupun tetangga “mundhuk-mundhuk” (menyembah), keluarga sukses pendidikan dan pekerjaannya, …dst-dsb.

Walaupun terkadang tujuan hidup tersebut sebatas “eforia”, belum pernah dirasional hingga dicicipi kebenaran faktanya, tapi berhubung saking kuat-mengakarnya dogma yang menancap sejak kecil, maka jadilah dogma eforia menjadi tujuan hidup manusia.

Baca Selengkapnya »

LAKUM DINUKUM

Posted By on August 26, 2020

Hampir di semua tafsir memaknakan lakum dinukum waliyadin, dengan bagimu agamamu bagiku agamaku.
Pemaknaan lain sangat jarang ditemukan, walau tentunya juga ada.

Sebagaimana penafsiran dari mantan rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang sungguh sangat-sangat rasional.

Ad-din menurutnya dimaknai “al-khudu’ al-mutlak”, pasrah total secara mutlak.
Sehingga karenanya, lakum dinukum waliyadin diartikan bagimu kepasrahtotal mutlakmu, bagiku kepasrahtotal mutlakku.

Baca Selengkapnya »

PERMURIDAN SUNAN KALIJOGO

Posted By on August 22, 2020

Kisah Sunan Kalijogo ketika menjadi murid, atau meguru ilmu annubuwah kepada Guru Beliau, Sunan Bonang, dilalui dg “topo” jaga teken “tongkat” selama 3,5 th.

Ilmu annubuwah yg Beliau megurukan itu, yaa ngelmu slamete pati, yaa ngelmu tasawuf, yaa ngelmu hakekat, yaa ngelmu ma’rifat, yaa ngelmu yg nuduhake galihe kangkung, yaa ngelmu “lumayange kuntul tumebo”, yaa ngelmu rahasianya “mutu qabla anta muutu”, yaa ngelmu bathin ageman pethingan para nabi/rasul/wali, yaa ngelmu dzikir, yaa ngelmu sangkan paraning dumadi, serta masih banyak istilah-istilah lain.

Baca Selengkapnya »