ANDAI ORTUKU BERAGAMA…

Posted By on June 28, 2020

Andai ortuku tidak punya agama, maka aku pun kiranya nyaris 99,99% tidak tertarik pada agama.
Andai ortuku beragama Yahudi, maka aku pun akan nyaris 99,99% beragama Yahudi.
Andai ortuku beragama Majusi, maka aku pun nyaris 99,99% beragama Majusi.

Pun saat ini, andai ortuku beragama “Langit”, maka aku pun nyaris akan beragama langit.
Lalu bagaimana dg mereka??
Biarlah mereka. Itu urusan mereka. Kiranya pun kurang lebih sama. Nyaris sama agama ortunya.

Begitulah pola beragama itu.
Begitulah kinerja otak pikiran itu.
Begitulah produk pendidikan beragama ortu yang kita jalani saat ini.
Begitulah mental spiritual jiwa kepribadian kita saat ini.

Baca Selengkapnya »

TERSINGGUNG

Posted By on June 27, 2020

Padanan praktis dg istilah fisiknya adalah tersenggol. Bila senggolannya lemah, tdk berakibat terjatuh. Tapi bila senggolannya keras, bisa berakibat jatuh, terluka, bahkan berujung kematian.

Beda sekali dg tersinggung. Ia seringkali tdk melibatkan kontak fisik atau senggolan. Namun efeknya bisa lebih sakit dari tersenggol.

Bisakah logika memecah memerinci hingga unsur terkecil sekelas proton elektron?? Monggo share ilmu pemahaman ilmu pengalamannya….nuwun.


Baca Selengkapnya »

BERGETAR HATIKU MEMBACA STATUS

Posted By on June 25, 2020

Bergetar hatiku membaca status : Bagaimanakah cara mebersihkan Hati rohani manusia..
Toloong dijawab wahai orang orang yg diberi ILMU

Bagaimana tdk bergetar, lha masalah itu sangat berat. Butuh solusi tepat. Dan sedikit pengalaman meguruku pada Kyai Tanjung, wajib ditularkan. Sebagaimana perintah-Nya : sampaikan apa yg kamu ketahui walau hanya satu ayat.

Perihal masalah tersebut pengalaman dan keyakinan saya adalah bahwa anak cucu Adam tidak akan bisa membersihkan hati rohani manusia lain. Tapi kalau membersihkan hati sanubarinya sendiri, kemungkinannya bisa.

Baca Selengkapnya »

BISAKAH MENGAMBIL HIKMAH TERTINGGI?

Posted By on June 24, 2020

Bagi saya, hikmah tertinggi yg saya dapat adalah :

1. Menjadi memedi, pocong, kuntil anak, tuyul, gendruwo, dan lain sebangsanya, karena ketika dulunya masih hidup di dunia, mata hatinya tidak kenal (tidak dikenalkan, tidak digurukan) perihal ilmu lawange akherat. Sehingga mata hatinya buta. Yang berakibat ketika mati tidak bisa pulang ke akherat.

2. Walaupun sudah punya “ngelmu pati” (ilmu pintunya mati), tidak menjadi jaminan bila matinya nanti bisa mlebu akherat. Sebab rahmat dan fadhal Tuhan itu tergantung pada tumemen kesungguhan masing2 dalam menjalani Dawuh Guru yg menunjukkan ngelmunya pati.

Baca Selengkapnya »

SLAMET atau TIDAK?

Posted By on June 13, 2020

[10/6 19:45] Al20 Wiwit: Tanggapan Ustad tentang niki pripun, apakah ini termasuk SLAMET atau TIDAK?

—————————————————————-

Analisis rasionalnya, si demit yang masuk ke tubuh orang tersebut, dulu ketika masih di dunia, sudah punya ngelmu hakekat. Tapi karena banyak sekali faktor, kemudian matinya tidak slamet.

Baca Selengkapnya »