Posted By Roni Djamaloeddin on January 21, 2024
Rasanya ada dinding tipis yang menjadikan tidak sinkronnya konsep wayang–dalang : manusia adalah wayang dan Tuhan dalangnya. Yaitu ketika tingkat ekonomi kita yang begini-begini saja, atau apapun “dep colot” kita yang juga begini-begini saja, atau bahkan ketika iman taqwa kita yg juga “begini” saja, kemudian mengatakan kita kan wayangnya, Tuhan yang mengatur dan menggerakkannya. Sebagai wayang tinggal menjalani apa-apa kehendak Dalang.
Tidak sinkronnya adalah ketika merasa cukup (bisa juga merasa puas, atau merasa benar) atas kondisi saat ini. Bisa pula kenyataan iman taqwa yang diyakini dan dirasakan sekarang. Kemudian mengata, saya adalah wayang, sak dermo menjalani skenario Sang Dalang atas keadaan ataupun iman taqwa yg saya jalani saat ini.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 3, 2024
Sering kita mendengar jargon bahwa musuh kita adalah diri kita sendiri. Juga perintah : dan bunuhlah dirimu, hal itu adalah lebih baik bagimu disisi Tuhan (faqtuluu anfusakum, dzalikum khairul lakum ‘inda baari`ikum, QS.2:54).
Terus masalahnya, musuh sejati yang mesti dibunuh itu yang mana? Hati, atau pikiran, atau tubuh ini, atau yang mana?
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 22, 2023
Secara leksikal (makna kamus/KBBI), ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. Dengan mengandung sebelumnya dalam rahim selama sembilan bulan sepuluh hari. Karenanya, ibu disini yang dimaksud adalah ibu secara fisik jasmani (ibu lahiriah).
Namun secara hakekat (makna rohaniah), ibu adalah yang melahirkan secara hakekat, yaitu melahirkan secara roh (fitrah manusianya). Sebab tanpa dilahirkan kembali, maka fitrah manusia dalam posisi buta pada Tuhannya. Fitrah manusianya tidak tahu kerajaan Tuhan yang mesti dimasuki, saat kematian nanti.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 19, 2023
Merasa dirinya sangat hebat, bisa meloncat sangat jauh. Bisa menjelajah di semua daerah. Padahal hanya di bawah tempurung (bathok kelapa).
Demikian pula kita. Kadang merasa hebat atas apa yg dipimpin diusahai dikuasai. Kadang merasa super atas kekuatan yg dilatih dipunyai. Kadang merasa “suci” telah hapal dan paham 30 juz. Kadang merasa “kenul-kenul” mesti mlebu suwargo karena ngibadahnya peng-pengan.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, GaDo-2 |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 15, 2023
Pernah dengar, ada yang nggrundel (tidak terima) dilahirkan dari ortu yang kebetulan miskin. Iri memandang orang lain dilahirkan dari ortu kaya. Kehidupan serba enak, serba mudah, serba kecukupan, dan lain sebagainya.
Namun pada sada saat yang sama, nggrundelnya tidak dibarengi dengan penglihatan pencermatan mendalam terhadap mereka yang lebih sengsara. Tidak melihat mereka yang hidupnya jauh dibawah, yang tidak seberuntung dirinya.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 5, 2023
Perjalanan apapun di jagat ini, hanyalah perjalanan sementara. Naik mobil, pesawat, kuda, unta, onthel (sepeda pancal), kapal, dan aneka macam alat kendara lainnya, adalah sementara. Hingga perjalanan sampai ke luar angkasa, lintas planet galaksi, juga sementara.
Di katakan sementara, karena ada titik hentinya. Ada tujuan akhirnya. Tidak mungkin berjalan terus.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on November 26, 2023
Mayoritas laman, web, blog, tulisan ilmiah, dan berbagai jenis tulisan lainnya, menerjemahbebaskan “wama arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamin” (Al Anbiya 107), menjadi Islam rahmatan lil ‘alamin. Padahal tidak ada kata Islam didalamnya. Suku kata “ka” dari arsalnaka, yang artinya kamu, ditransliterasi menjadi Islam.
Sedang faktanya, makna baru (menyimpang) tersebut, berbeda jauh sekali dari makna aslinya. Ka yang berarti “kamu”, adalah menunjuk pada rasul. Tentunya semua rasul yang diberadakan Tuhan semenjak Adam, Idris, Nuh, hingga kiyamat. (https://ronijamal.com/kamu-siapa/)
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on November 20, 2023
Secara bahasa, tauhid berarti menyatukan, menjadikan satu, atau menyifati dengan kesatuan. Sistem organ yang menyatakan menjadikan hanya satu, atau berkonsentrasi hanya satu, adalah hati. Bukan akal nalar pikiran.
Karenanya, bertauhid itu mensyaratmutlakkan hati kenal pasti Dzat Yang Maha Satu. Yaa Dzat Maha Wujud. Yang selanjutnya ditauhidi (didzikiri) saat sholat. Sebab ashsholatu lidzikrii. Sholat itu untuk mengingat-ingat AKU (Aku Dzatullah).
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on October 27, 2023
Mengapa tidak bernafsu dunia? Berbagai kemungkinan penyebabnya, diantaranya :
Pertama, frustasi akut. Semisal kena tipu besar, modal habis, sehingga tidak bisa memulai dunia usaha (bisnis) lagi. Bahkan terkadang ada yang memilih jalan akhir dengan lampus diri. Walau banyak juga yang mencoba tetap bertahan.
Kedua, dikhianati kekasih atau pasangan. Mereka yang terkena sindrom ini kadang tidak gairah lagi melihat lawan jenis. Bosan waleh tidak ingin melihatnya. Bahkan ada juga yang sampai tidak ingin menikah hingga akhir hayatnya.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on October 18, 2023
Tulisan sebelumnya (https://ronijamal.com/nafsu-vs-setan/)
telah menguraikan bahwa setan adalah pengaruh dari luar diri yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan.
Namun ada referensi lain yang memaknakan setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya, baik dari golongan jin maupun manusia.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel, Seri Solusi |
No Comments »