IT DAN PUASA

Posted By on August 4, 2011

Secara logis, IT (Information Technology) dan puasa adalah dua hal yang berbeda jauh. Keduanya tampak tidak ada hubungan sama sekali. IT adalah salah satu karya hebat manusia, yang sangat membantu kebutuhan, pekerjaan, dan meningkatkan peradaban manusia, sedang puasa adalah perintah Tuhan yang sama sekali tidak dapat dihindari.

Perintah tersebut adalah sebagaimana tersurat dalam QS. Al Baqarah 183: Yaa ayyuhal ladziina amanu kutiba ‘alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba ’alalladziina min qoblikum la’allakum tattaquna. Artinya : hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.

Perintah ini menjelaskan bahwa hanya orang-orang yang beriman saja, diperintahkan untuk menjalankan puasa, sebagaimana yang telah diperintahkan pada umat-umat terdahulu (sebelum kerasulan Muhammad Saw) agar menjadikan manusia umat yang bertaqwa. Puasa yang dimaksud disini adalah sebagaimana dipertegas pada ayat berikutnya (ayat 185) yaitu puasa Ramadhan.

Secara hukum, IT dan puasa juga berbeda jauh. IT hukumnya masih ngambang. Belum ada kepastian hukumnya. Menyesuaikan tujuan penggunaannya. Sementara puasa Ramadhan hukumnya wajib. Tidak dapat dihindari sedikitpun walau dalam keadaan yang bagaimanapun; sakit, nifas, perjalanan jauh, atau bahkan yang tua renta/pikun, tetap diwajibkan menjalaninya. Walaupun secara praktis ada perlakuan khususnya.

Perihal hukum ini, para ulama sepakat membuat rumusan usul fiqih bahwa :

Hukum asal untuk perkara ibadah adalah terlarang dan tidaklah disyari’atkan sampai Allah dan Rasul-Nya mensyari’atkan. Sebaliknya, hukum asal untuk perkara ‘aadat (non ibadah) adalah dibolehkan dan tidak diharamkan sampai Allah dan Rasul-Nya melarangnya.

Sehingga menjadi jelaslah bahwa IT (berikut derivatnya: handphone, radio, alat-alat teknologi 3G-7G, internet, email, blog, facebook, dan lain sebagainya) adalah perkara non ibadah. Karenanya dibolehkan. Sampai suatu ketika nanti turun perintah (dari Tuhan maupun Rasul-Nya) yang melarangnya.

Di sisi lain, semua yang ada di bumi adalah milik-Nya dan ciptaan-Nya. Karenanya diperintahkan untuk memanfaatkan sebesar-besarnya demi kesejahteraan umat manusia. Sebagaimana tertuang dalam QS. Al Baqarah 29: Huwalladzi khalaqa lakum maa fil-ardhi jamii’an tsummastawaa ilassamaai fasawwahunna sab’a samaawaati wa huwa bikulli syaiin ’aliimun. ”Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Walaupun IT tampaknya tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tuhan, tetapi ia hakekatnya adalah milik-Nya juga. Terlahir atau tercipta karena ulah kecerdasan dan kekreatifan manusia. Oleh karenanya, ia menjadi bagian dari ”isi bumi” yang diperuntukkan bagi manusia.

Facebook-an Menunggu Buka

Facebook-an sambil menunggu buka? Boleh-boleh saja. Tergantung pemanfaatannya. Kalau pemanfaatannya adalah untuk perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat, maka facebook pun bernilai sia-sia dan hanya membuang-buang waktu. Ingat surat wal ’asri. Bahwa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal-amal sholeh, dan berajak-ajak dalam masalah al-haq dan berajak-ajak dalam kesabaran.

Begitu pula jika facebook digunakan untuk perkara yang dilarang syareat atau bahkan dalam tindak kejahatan, maka hukumnya pun menjadi terlarang atau haram. Untuk menipu jelas haram. Karenanya perlu hati-hati dan waspada dalam meminang pertemanan orang yang belum pernah dikenal sama sekali.

Namun bila digunakan untuk hal-hal yang positif, semisal berajak-ajak dalam kebaikan, diskusi masalah keagamaan, mengingatkan kekurangan/kelemahan teman sesamanya, maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, karena ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan Ilaahi.

Inilah pemanfaatan yang paling baik dari facebook, yaitu untuk dakwah. Betapa banyak orang yang senang dikirimi pesan nasehat agama yang dibaca di inbox, note atau melalui link mereka. Banyak yang sadar dan kembali kepada jalan kebenaran karena membaca nasehat-nasehat tersebut.

Facebook dapat dijadikan sarana untuk belajar mendidik diri menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bermanfaat dalam hal apapun. Terlebih dalam masalah agama, sebab hal demikian dapat mendatangkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebagaimana sabda Nabi Saw (dari Jabir): Khoirunnasi anfa’uhum linnasi. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain.”

Dari Abu Mas’ud Al Anshori, Nabi Saw bersabda: Man dalla ’ala khairin falahu mitslu ajri faa’ilihi. “Barangsiapa memberi petunjuk pada orang lain, maka dia mendapat pahala sebagaimana pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim).

Nabi Saw juga juga bersabda : Lan yahdiyallaahu bika rajulan waahidan khairun laka min anyakuna laka humrun-na’ami.Jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui perantaraan kamu, maka itu lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah (harta yang paling berharga bagi orang Arab saat itu).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Akhirnya, semoga ibadah kita di bulan Ramadhan tahun 2011 ini, diterima disisi-Nya sebagai amal sholih. Demikian pula IT yang terus kita pelajari dan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, senantiasa membawa kemaslahatan pada sesama dunia hingga akherat. Tak lupa, tentunya kita pun sangat berharap facebook-an yang selama ini kita lakoni, maupun hari-hari mendatang yang tentunya mengalami berbagai perubahan, senantiasa dijauhkan dari bisikan kejahatan dan bisikan was-was fiisuduurinnasi minal jinnati wa an-naas. Sehingga mampu mengantar kita menjadi manusia yang banyak manfaatnya bagi orang lain, dan mendapat ridha dan maghfirah-Nya. Amin.

pencarian:

,man dalla ala khairin,,perhatikan lafal berikut huwalladzi khalaqa lakum ma fil ardhi jamia,,Huwalladzi kholakollakumma filardi jamia,,huwalladi kholaqolakumma,,huwalladzi khalaqa lakum maa fil ardhi jami\a,,huwalladzi kholaqolakum maa fil ardhi jami\a

About the author

Seorang Dosen Di STT POMOSDA, Guru Matematika SMA POMOSDA (1995 – sekarang), dan Guru "Thinking Skill" SMP POMOSDA yang mempunyai hobi Belajar-Mengajar Berpikir, Mencerahkan Pemikiran

Comments

Leave a Reply

Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.