WAHAI AKAL YANG BERRASA

Posted By on September 26, 2019

Tak pernah dimengerti
Tak pernah dipahami
Tak pernah dihayati
Apalagi disadari diselami
Bahwa unsur dasar (unsur inti) manusia adalah “rasa”.

Sementara yang ditahui
Dari berbagai sumber dan media
Unsur utama manusia adalah roh
Padahal
Roh adalah daya kuat Tuhan yang ditiupkan (dipinjamkan) pada jasad
Sedang fitrah manusia, yaa rasa itu.

Fitratallahi allati fatharannasa ‘alaiha (QS. Ar Ruum 30)
Fitrah Allah-lah yang menciptakan fitrah manusia dari Fitrah-Nya sendiri.

Karenanya, ketika masih di alam arwah (alam fitrah, alam dzar)
Rasa (perasaan) manusia menyatu dengan Yang Maha Rasa
Hanya merasakan nikmatnya indahnya menyatu dengan Dzat Yang Maha Fitrah.
Bahagia abadan abada disisi-Nya
Karena memang jasad dan dunia seisinya belum dicipta.

Namun ketika dicemplungkan pada medan uji amanah
Dengan diciptanya dunia seisinya
Dilengkapi dengan hati sanubari dan hati nurani
Disempurnakan dengan tujuh macam nafsu
Rasa (perasaan) manusia tidak kenal lagi dengan fitrah jati dirinya sendiri
Tidak kenal lagi dengan Dzat Yang Maha Fitrah

Terlanjur puas mapan bangga dengan jagad dunia, jagad profesi, dan jagad pengakuan masing-masing.

Lalu, dimanakah akal pikiran perasaan manusia?
Bagaimana mencermati afala yatafakkaruuna?
Bagaimana menyelami afala ya’qiluuna?

WAHAI AKAL YANG BERRASA …

_____240919–belajar sakdermo share pemahaman pengalaman dalam nderek nyengkuyung mbelo dan nyandar Guru (Kyai Tanjung)

About the author

Seorang Dosen Di STT POMOSDA, Guru Matematika SMA POMOSDA (1995 – sekarang), dan Guru "Thinking Skill" SMP POMOSDA yang mempunyai hobi Belajar-Mengajar Berpikir, Mencerahkan Pemikiran

Comments

Leave a Reply

Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.