ULANG TAHUN atau KURANG TAHUN?
Posted By Roni Djamaloeddin on November 10, 2025
Ulang tahun, secara istilah adalah mengulang periode satu tahun atas kemunculan atau terlahirnya sesuatu.
Namun sekarang, ia identik dengan peristiwa kelahiran seseorang dan bertambahnya umur satu tahun.
Kemudian istilah tersebut berkembang menjadi perayaan hari ulang tahun. Ditandai dengan acara pesta, selamatan, atau sekedar renungan.
Tidak salah memang bila disebut ulang tahun. Sebab sudut pandangnya dari garis start. Namun bila sudut pandangnya dari garis finish, maka tidak bisa disebut ulang tahun. Tapi kurang tahun. Yaa…umurnya berkurang satu tahun.
Mereka yang merayakan ulang tahun, biasanya belum mampu menjangkau garis finish ini. Atau belum mampu menjelajah garis akhir. Sehingga merayakannya dengan pesta sangat meriah. Lupa atau belum ngeh sama sekali terhadap garis finish.
Namun mereka yang akal nalarnya mampu menjangkau garis finish, maka peristiwa ulang tahun menjadi sarana koreksi introspeksi mendalam bila jatah umur telah berkurang satu tahun. Sehingga lebih mementingkan pesiapan dan aksi nyata, menjemput hidup abadi. (ronijamal.com/menjemput-hidup-abadi/)
Pemahaman kurang tahun ini, seyogianya mulai dikenalkan semenjak anak mulai bisa diajak berpikir. Sebab, walau bagaimana pun, garis finish mesti dilalui setiap orang, tanpa mengenal batasan usia. Karenanya, sebagai manusia dewasa mesti menularkan pemahaman pentingnya kesiapan menuju garis finish.
Dengan demikian harapannya, ucapan selamat ulang tahun saatnya mulai digeser, diubah menjadi selamat kurang tahun. Yaitu pada mereka yang mulai paham arti finish (ending kehidupan).
Tak terkecuali dan tak lupa, selamat kurang tahun bunda R. Semoga dengan berkurangnya jatah umur satu tahun, menjadikan jiwa makin dewasa makin tua makin mantap makin pasti menuju garis finish.
___101125–refleksi hari kelahiran dalam nderek Guru (Romo Kyai Tanjung).
.


Comments
Leave a Reply
Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.