MERANGKUM MAKNA PARSIAL

| January 21, 2022

Makna parsial, atau bisa disebut makna sempit, atau makna potongan/bagian, terjadi karena sempitnya cara pandang terhadap satu masalah. Hal demikian terjadi karena sempit cupetnya cara berpikir. Rendahnya wawasan. Sedikitnya bank memori. Juga lemahnya kemampuan menalar mengeksplorasi berpikirnya. Juga, disebabkan menutupnya diri dari informasi luar. Membentengi diri dari informasi yang belum pernah diterima. Didukung merasa cukup […]

FAEDAH MEROKOK?

| January 15, 2022

Konsentrasi pembahasan temanya hanya faedah merokok. Bukan mudhorot atau sisi negatifnya. Juga bukan membicarakan hukum, dalil turunannya, maupun fatwa ulama. Faedah merokok, tentunya berbeda yang dirasakan oleh masing-masing penikmat rokok. Sebab itu masuk wilayah alam rasa dan pengalaman pribadi. Bukan wilayah teori maupun pendapat ilmuwan.

RASIONALNYA AJARAN SITI JENAR

| January 9, 2022

Ajaran Siti Jenar bagaikan sumber api abadi yang siap membakar siapapun yang menyinggungnya. Tak peduli golongan apapun manapun; ilmuwan, peneliti, akademisi, ulama, kyai, santri, sufi, hingga santri abangan, tak luput membicarakan mengomentarinya. Ratusan buku mencoba mengupas tuntas ajarannya sesuai pemikiran pemahaman pengalaman penulisnya. Demikian pula grup-grup fb, blok/web, aliran kebatinan, pengaku ahli waris, ataupun pengaku […]

KESEMPURNAAN MANUSIA?

| January 8, 2022

Kesempurnaan manusia, secara rasional dapat dicermati dari berbagai sudut persepsi :Pertama, telah menjadi ketentuan Tuhan bila mencipta manusia sebagai makhluk yang sebaik-baiknya. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang ?sebaik-baiknya” (At-Tin : 4). Baik disisi Tuhan, tentunya tidak akan ada yang menandingi kebaikannya. Karenanya, makhluk apa/manapun tidak akan ada yang melebihi kebaikan penciptaan manusia. […]

SEKOLAH vs NYONTEK

| December 27, 2021

Sekolah dan nyontek, dalam pandangan pendidik pengajar, adalah dua hal yang bertolak belakang. Rasionalnya, pendidik pengajar menghendaki siswa belajar mengerjakan tugas secara jujur, mandiri, dan bertanggung jawab. Sementara siswa maunya jalan pintas atau instan. Cenderung pinginnya nyontek, alias kurang semangat jujur. Sebaliknya, dalam pandangan obyek didik (siswa, pembelajar), sekolah dan nyontek seolah dianggap satu kesatuan. […]