RASIONALISASI MOKSA

| April 13, 2021

Dalam berbagai literatur, moksa dimaknai (kurang lebih) kebahagiaan yang tertinggi atau pelepasan. Ia bisa diperoleh melalui kesadaran “Sang Diri”. Diri yang dituju, juga diri yang menuju. Kesadaran “Diri” ini kuncinya. Bila dinalar secara rasional, kebahagiaan tertinggi itu mengadanya hanya disisi Tuhan. Tiada kebahagiaan lain yang melebihi bahagia disisi-NYA. Bahagianya honeymoon, punya pabrik mobil-uang, jadi presidennya […]

BANGKITKAN RASA?

| April 2, 2021

Sebelum rasa dibangkitkan, perlu dipahami dulu apa itu rasa. Diketahui secara pasti terlebih dahulu posisi dan hubungannya dengan rasa-rasa lain : asin, manis, gelo kuciwa, rasa bahagia bersanding pasangan, rasa nikmat damai dalam dzikir, dst-dsb. (@ronijamal.com/apa-itu-rasa/) Sementara faktanya sekarang, diakui atau tidak, disadari atau belum, rasa kita selama ini makom (bertempat) di dunia. Bertolak sangat […]

MAKRIFAT ILMU SESAT?

| March 22, 2021

Sangat memprihatinkan, bila ada pihak yang dengan gegabah binti pongah menuduh ilmu lain yang belum pernah dibelajari dengan tudingan ilmu sesat. Mereka inilah yang layak dikasihani dan perlu ditolong. Didoakan agar segera sadar. Dimohonkan ampun atas segala dosa dan pongahnya. Sebab, bilamana telah tersadar dan diampuni dosanya, tentu akan bersikap bertindak bijaksana. Jauh dari sikap […]

NGIBADAH NGUTANG?

| March 17, 2021

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan (QS.2:155).++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Banyak alasan yang melatari keputusan untuk ngutang. Seperti : kebutuhan sangat mendesak, keinginan memiliki barang yang sangat diidamkan, aji mumpung, tuntutan zaman, dst. Ada juga yang dilatari kebutuhan tersier, kuarter, gengsi harga diri, dlsb.

TALINYA TUHAN?

| March 10, 2021

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, … (Ali Imron 103). Tali Allah itu seperti apa, bagaimana?Banyak sekali pendapat yang mendefinisi praktisnya. Misalnya : sholat, sholawat, dzikir, ilmu tauhid, …dlsb. Itu memang hak masing-masing dalam memaknai meyakininya. Karenanya tidak perlu saling klaim benar salah. Sebab al Haq min Rabbika.