BUDI LUHUR vs AGAMA : UTAMA MANA?

| June 27, 2022

Kebiasaan pikiran, bila dihadapkan dua pilihan berbeda, maka cenderung memilih salah satunya. Jarang berani mengkritisi akar masalahnya. Seolah “fobia” bila menolak atau memilih keduanya. Demikian pula ketika dihadapkan pilihan lebih utama mana antara budi luhur dan agama, tidak berani kritis menghadapi pernyataannya. Mungkin merasa bersalah bila tidak memilih salah satunya. Padahal pintu kritis selalu terbuka. […]

KITAB TELES vs KITAB GARING

| June 21, 2022

Banyak sekali varian makna perihal kitab teles maupun kitab garing. Hal demikian wajar sekali, karena beda pengalaman dan latar belakang yang mendefinisikan. Tidak perlu diperdebatkan, apalagi dijadikan klaim pembenaran sepihak. Yang terpenting adalah belajar menyerap sari pati hikmah dari berbagai macam varian makna tersebut. Dijadikan alat/sarana belajar untuk tidak merasa benar atas pemahaman pengalaman yang […]

MENDIDIK SIFAT BURUK?

| June 2, 2022

Disadari atau tidak, semua manusia punya sifat buruk. Iri, dengki, emosi, marah, tersinggung, …dlsb. Kita semua, punya sifat buruk itu. Introspeksinya, darimana datangnya sifat buruk tersebut, padahal ketentuan menyatakan : Kullu mauludin yuladu alal fitrah. Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

SESAT ITU…

| May 21, 2022

Dalam kbbi, sesat diartikan : tidak melalui jalan yang benar, salah jalan. berbuat yang tidak senonoh, menyimpang dari kebenaran (tentang agama dan sebagainya). Implikasi logisnya, ketika seseorang berjalan tidak sesuai arah yang semestinya, maka disebut sesat. Walau dimungkinkan kembali ke jalan yang benar, tidak diperhitungkan. Yang penting, saat salah jalan itulah disebut sesat.

KITAB SUCI, DIMANA SUCINYA?

| May 11, 2022

Disebut kitab suci, karena “mahakarya” Dzat Yang Maha Suci. Disebut suci karena makna hakikinya digenggam Tuhan sendiri. Karenanya, tak seorang pun mampu menjamah makna sucinya. Kecuali yang disucikan sendiri oleh-NYA. Sebagaimana ayat : Laa yamassuhu illa al-Muthohharun. Tidak dapat menyentuh isi kandungan makna Al Quran kecuali yang disucikan sendiri oleh Tuhan.