7 BUAH JALAN

| October 25, 2020

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (dzikir 7), dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan Kami—(QS.23:17). Petunjuk Guru, 7 buah jalan itu maknanya adalah dzikir 7. Dzikir 7 adalah ajaran di dalam ilmu Nubuwah (yaa ilmu Syathoriyah, ilmu sangkan paraning dumadi, ngelmunya Imam Mahdi, ngelmunya Imam Zaman, ngelmunya wali/nabi, ngelmunya Satriyo […]

UNTUK APA KERJA?

| October 12, 2020

Sambil menunggu delay ketiga, di Blue Sky executive lounge bandara Soekarno Hatta, penerbangan Jakarta – Surabaya, terpampang nyata di depan mata “ayat-ayatNYA”. Yaa….ayat perihal sibuk lalu lalangnya manusia mengisi menjalani dunianya masing-masing. Menyusuri menapaki jagad profesi dep-colote dewe-dewe. Tidak ada yang duduk-duduk nganggur kethekur, selain rombongan saya.Lantas muncul pertanyaan sekaligus kesimpulan dalam hati : untuk […]

70.000 TAHUN

| October 9, 2020

Setelah menerima pertanyaan persaksian Tuhan : alastu bi Rabbikum? (bukankah AKU ini Tuhanmu?).Semua calon manusia menjawab: Qaalu balaa syahidna (benar wahai Tuhan, ENGKAU adalah Rabb kami). Saat itu dengan gagah berani menjawab karena tahu pasti Wujud Tuhan yang disaksikan/dilihat (dengan mata hati).

AKTIFITAS YANG KAFFAH

| September 13, 2020

Meminjam redaksi “udkhulu fissilmi kaffah”, sekaligus membreakdownnya, aktifitas yg kaffah adalah tandang (kerja) yg menyeluruh. Artinya tandang (kerja) yang melibatkan semua struktural jiwa raga. Mulai jasad, hati nurani, roh, hingga rasa. Contoh sederhana ketika jasad sedang bicara, atau mengajar, atau mengaji, atau bertausiah, atau apapun bicaranya.

LAKUM DINUKUM

| August 26, 2020

Hampir di semua tafsir memaknakan lakum dinukum waliyadin, dengan bagimu agamamu bagiku agamaku.Pemaknaan lain sangat jarang ditemukan, walau tentunya juga ada. Sebagaimana penafsiran dari mantan rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang sungguh sangat-sangat rasional. Ad-din menurutnya dimaknai “al-khudu’ al-mutlak”, pasrah total secara mutlak.Sehingga karenanya, lakum dinukum waliyadin diartikan bagimu kepasrahtotal mutlakmu, bagiku kepasrahtotal mutlakku.