BELAJAR ILMU IKHLAS?

Posted By on September 27, 2022

Banyak orang mengatakan aku ikhlas kehilangan ini itu. Aku ikhlas hutangnya tidak dibayar. Aku ikhlas kepergian/kematiannya. Aku ikhlas dimadu, dst-dsb. Apakah ungkapan-ungkapan ikhlas itu benar-benar ikhlas?

Belum tentu. Sebab ikhlas itu tidak bisa diungkap dengan kata-kata. Ikhlas itu tidak bisa dimisalkan dengan buang hajat, yang bersih tidak nyanthol dalam hati. Ikhlas juga tidak bisa disejajarkan tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu apa-apa.
(https://ronijamal.com/rasionalisasi-ikhlas/)

Baca Selengkapnya »

MERASIONALKAN POLIGAMI

Posted By on September 23, 2022

Dalam teori fisika, bila dua gaya berlainan besar dan arahnya, maka ada gaya resultan yang akan mewakili keduanya. Itu pasti, tidak bisa dihindari dan dimanipulasi. Dan ternyata, teori itu pun sangat layak dalam mencerah merasionalkan poligami.

Sehingga, ketika An Nisa 3 mengamanatkan: “Bila kalian khawatir tidak dapat berlaku adil terhadap anak-anak yatim perempuan, maka nikahilah dari perempuan-perempuan yang kalian sukai, dua, tiga atau empat. Lalu bila kalian khawatir tidak adil, maka nikahilah satu orang perempuan saja atau nikahilah budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat pada tidak berbuat aniaya”, sedang faktanya kebanyakan wanita tidak mau dipoligami. Maka idealnya, diambil keputusan resultannya.

Baca Selengkapnya »

BELAJAR MEMECAH MENCERAH PENALARAN

Posted By on September 16, 2022

………….

Jumat yang berbahagia
Wanti-wanti atau larangan keras agar jangan sekali-kali mematikan potensi yang ada dalam jiwa sehingga selamat terselamatkan, tentunya harus dibarengi dengan langkah-langkah nyata sejak sekarang. Bukan sekadar berdoa memohon, tapi tanpa disertai usaha langkah praktis. Sehingga suasana keadaan muslimun, selamatnya lahir batin, selamatnya jiwa raga, terbangun rapi indah dan kokoh sejak dari sekarang. Karena itu menuntut pecah cerahnya nalar rasional dan subur makmurnya tafakkur mendalam.


Jamaah Jumat yang berbahagia
Belajar memecah mencerah penalaran adalah kebutuhan personal yang tidak bisa dianggap ringan. Ia sekaligus butuh subur makmurnya tafakkur mendalam. Beberapa tips, diantaranya :


………………selanjutnya dapat disimak pada http://ronijamal.com/wp-content/uploads/2022/09/Belajar-Memecah-Mencerah-Penalaran.doc.pdf

MASJID AL-HARAM?

Posted By on September 15, 2022

Istilah Masjidil Haram awalnya tersurat dalam Al Isra’ ayat 1. Ayat yang biasa dikenal dengan peristiwa Isro’ Mi’roj. Kemudian istilah itu melekat pada sebuah masjid yang mengelilingi Ka’bah.

Namun pada ayat tersebut tidak dijelaskan apakah bermakna fisik, meta fisik, atau bermakna lain. Atau mungkin sengaja disilent Tuhan agar manusia greget mencari dan bertanya pada ahlinya (Wakil Tuhan). Atau mungkin sebagai pancingan akal nalar, yang akan mengantar otak pecah cerah pada Tuhannya?

Baca Selengkapnya »

MANUSIA ITU ADA ATAU TIDAK?

Posted By on September 8, 2022

Manusia itu ada atau tidak, pemahaman pengalaman kami, tergantung sudut pandangnya. Bila sudut pandangnya dari manusia, maka manusia itu ada. Buktinya, ketika lapar dahaga tidak makan minum, maka tetap lapar dahaga. Bahkan bisa sakit, hingga berujung kematian.

Demikian pula ketika dipukul merasakan sakit, menandakan bila dirinya ada. Dipaido dihina dilecehkan merasa tersinggung dan marah, menandakan bila dirinya merasa ada. Serta masih buanyak fakta lain yang menyatakan bahwa manusia itu ada.

Baca Selengkapnya »