AKU SYARIAT vs AKU HAKEKAT

Posted By on March 4, 2026

Aku syariat adalah pengakuan oleh jiwa raga. Pengakuan punya ini, punya itu, bisa ini itu, bisa bekerja, bisa beribadah, bisa beride berpikir beramal, maupun ribuan bisa-bisa lainnya yang diaku sebagai bisanya jiwa raga. Penampakan sederhananya, ketika pengakuan bisa-bisa tersebut tidak diterima orang lain, atau tidak dihargai, menjadikan pengakunya tersinggung marah emosi.

Sedang aku hakekat adalah segala kebisaan jiwa raga yang tidak diaku sebagai bisanya jiwa raga. Pengakuan bisanya silem (nyelup) dalam samudra makna laahaula walaa quwwata. Karenanya tidak berani sedikitpun mengaku merasa bisa. Tidak berani mengaku merasa punya, tidak berani mengaku punya ide pikiran kecerdasan kebijaksanaan, dst-dsb.

Aku hakekat adalah sirnanya aku syareat (akunya diri) ke dalam Yang Maha Aku. Lisan mengatakan aku, tapi hati roh rasa mengatakan bukan aku (tapi kebisaan kepunyaan Yang Maha Aku). Jadi hamung sak dermo (sekedar) menjalani.

Seperti buih yang terombang ambing di samudera. Bukan buihnya yang bergerak kesana kemari, tetapi geraknya karena mengikut (ngatut) pada Daya Kuat Ombak.

Karenanya, kalimat “Akulah terang dunia”, “Akulah shirothol mustaqim” maupun ratusan kalimat langit lainnya, adalah aku hakekat. Bukan aku manusia yang melisankannya. Sejatinya AKU Tuhan sendiri yang mengatakan melalui lisan manusia jubir-Nya, khalifah-Nya.

Sebagaimana nash : inni ja’ilun fil ardhi khalifah (sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi). Turunnya nash ini karena Tuhan tidak ngejawantah (tidak menampakkan diri di muka bumi) maka membuat wakil/khalifah/utusan. Dalam menyalurkan kabar kebaikan kelarangan berbagai ketentuan himbauan dst, kepada manusia.

Aku hakekat akan mampu disentuh bila roh telah diislamkan atau diselamatkan atau dikembalikan pada pemiliknya. Dipakai sehari-hari tapi telah lunas fungsi pinjamannya. (ronijamal.com/martabat-roh/)

Jadi singkatnya, keduanya berjalan bersama secara harmonis. Aku syareat dan aku hakekat berjalan pada ranahnya sendiri-sendiri.
.

KENALI SUMBER BAHAGIA

Posted By on January 14, 2026

Sumber bahagia tidak lain hanyalah Dzat Wajibul Wujud. Mengenalkan diri dengan istilah Asmaul Husna (maupun jutaan istilah lainnya). Tersurat jelas : innani Ana Allah laa ilaha illa Ana fa’budnii. Sesungguhnya AKU adalah Allah, tidak ada sembahan selain AKU, maka menghambalah kepada AKU.

Baca Selengkapnya »

PINTAR CERDAS MENUJU BODOH

Posted By on November 12, 2025

Orang pintar biasanya mengandalkan pengetahuan yang telah dipelajari dan dihafal, sehingga dapat bekerja sesuai instruksi dan menyelesaikan tugas yang sudah dikuasai. Mbah gogel yang luar biasa hebat hapalannya, bisa dikatakan pintar.

Baca Selengkapnya »

ULANG TAHUN atau KURANG TAHUN?

Posted By on November 10, 2025

Ulang tahun, secara istilah adalah mengulang periode satu tahun atas kemunculan atau terlahirnya sesuatu.
Namun sekarang, ia identik dengan peristiwa kelahiran seseorang dan bertambahnya umur satu tahun.

Kemudian istilah tersebut berkembang menjadi perayaan hari ulang tahun. Ditandai dengan acara pesta, selamatan, atau sekedar renungan.

Baca Selengkapnya »

BISAKAH MEMISAH EMOSI DARI LOGIKA?

Posted By on October 29, 2025

Satu kasus sederhana, saat sandal baru-mahal hilang ketika jumatan di masjid, apa bagaimana reaksi pemiliknya?
Ketika marah dendam emosi, berarti tidak akan bisa memisah emosi dari logika.
Namun ketika ada butir-butir sabar nglenggono lapang dada, maka ada peluang bisa memisah emosi dari logika.

Baca Selengkapnya »

BELAJAR HIKMAH DARI ANJING

Posted By on October 24, 2025

……………………………………………………………..

Jamaah Jumat yang berbahagia

Sebagaimana fatwa Imam Ali di muka :

Artinya : Orang bijak adalah yang mampu menyerap manfaat dari pemikiran orang lain. Sekalipun orang tersebut jauh di bawahnya, baik secara usia, pengalaman belajar, pengalaman berorganisasi, maupun tingkatan kelas. Kalimat ini menekankan pentingnya belajar dari pengalaman dan pemikiran orang lain. Bahkan, sekalipun nasihat itu keluar dari binatang.

…………………………………………………………………..

…………………………………………………………………..

Selengkapnya dapat didownload pada http://ronijamal.com/wp-content/uploads/2025/10/Belajar-Hikmah-dari-Anjing.pdf

LALAI DALAM SHOLAT?

Posted By on October 16, 2025

Ringkasan AI menyatakan lalai dalam sholat berarti orang yang tetap melaksanakan sholat tetapi tidak khusyuk, menunda-nunda waktunya, atau tidak memenuhi rukun dan syaratnya. Orang lalai juga tidak merenungkan bacaan, terburu-buru, dan memikirkan hal-hal duniawi saat sholat, yang berlawanan dengan tujuan sholat sebagai sarana komunikasi dengan Allah SWT.

Sedang tafsir kemenag menyatakan, orang-orang yang lalai terhadap sholatnya, di antaranya dengan tidak memenuhi ketentuannya, mengerjakan di luar waktunya, bermalas-malasan, dan lalai akan tujuan pelaksanaannya.

Baca Selengkapnya »

MENGENAL KEBENARAN MUTLAK?

Posted By on October 8, 2025

Bila ada pertanyaan kebenaran mutlak milik siapa? Maka jawab aklamasinya adalah milik Tuhan.
Lantas tuhannya Tuhan yang mana, bukankah semua manusia merasa memiliki Tuhan? Bukankah pula semua agama mengajarkan kebenaran mutlak (versinya masing-masing) di sisi Tuhan?

Satu hal yang terlena/terlupa dari pemikiran adalah bahwa Tuhan Maha Update. Dalam substansi yang tidak bisa disangka pemikiran manusia. Dan tidak bisa diprediksi digagas diprasangka sedikitpun. Kecuali harus mengenalnya secara mutlak. (ronijamal.com/tuhan-ada-dimana/)

Baca Selengkapnya »

TERGELITIK FATWA : MATI YANG BAIK?

Posted By on September 18, 2025

Banyak persepsi perihal mati yang baik.
Ada yang beranggapan bila mati yang baik itu jasadnya masih utuh walau puluhan ratusan tahun telah dikubur. Bahkan morinya pun masih utuh dan harum wangi.

Persepsi lain, ada yang beranggapan saat leess meninggal, wajahnya tersenyum. Menampak makin cantik/tampan. Seolah mengabari ahli waris/kerabatnya, bila ia telah mencicipi bahagia abadi di surga.

Baca Selengkapnya »

APA TUHAN MENCIPTA AGAMA?

Posted By on July 26, 2025

Bila dilihat dari latar sejarah diturunkannya khalifah/wakil/rasul, yang awalnya diprotes para malaikat, kemudian turun firman “AKU lebih mengetahui dari pada hamba-KU”. Kemudian firman selanjutnya, “Dan Tuhan mengajarkan kepada Adam (para khalifah/wakil/rasul) nama/istilah secara keseluruhan (macam² alam, jagad kegaiban, macam² roh, alam malakut, ayat mutasyabihat, nama² benda, .. dlsb). (ronijamal.com/mengapa-malaikat-protes/)

Baca Selengkapnya »