MENGAPA ADA CERAI?

Posted By on October 17, 2021

Alasan utama, karena manusianya yang memilih cerai. Andai mampu bertahan, walaupun dihantam ribuan alasan yang mengarah perceraian, akan sanggup bertahan. Bahkan mengubahnya menjadi pupuk yang menyuburkan pernikahannya.

Alasan klasiknya, karena pesan sponsor yang menghendaki cerai. Sponsornya bisa orang tua, ortu angkat, pihak ketiga keempat kelima dan seterusnya. Bahkan dimungkinkan campur tangan makhluk gaib.

Baca Selengkapnya »

KONTEMPLASI : MENGAPA BAYI LAHIR MENANGIS ?

Posted By on October 10, 2021

Namanya saja kontemplasi, atau perenungan mendalam, atau tafakkur mendalam, maka tidak menjamin hasilnya “pasti” benar dihadapan Tuhan. Namun memungkinkan sedikit terbuka peluang kebenaran yang sejalan akal nalar rasional. Istilah model pembelajarannya : open ended kebenaran.

Bayi yang menangis saat lahir, bisa dianalogikan dengan kisah manusia dewasa. Semisal dalam situasi kondisi yang relatif mapan kecukupan sebagaimana yang kita rasakan sekarang. Berbekal akal pikiran seadanya, tanpa modal alat/barang apapun dibuang di tengah hutan belantara yang sangat gawat (jalmo moro jalmo mati). Maka kita yang gagah perkasa ini, bisa diestimasi akan nangis ngglolo di tengah kehidupan hutan.

Baca Selengkapnya »

MENAKLUKKAN IRI DENGKI

Posted By on September 30, 2021

Iri dengki adalah sifat watak “gawan bayi” (bawaan sejak lahir). Semua manusia memilikinya. Tak ada perkecualian. Ia tumbuh seiring dengan usia dan perkembangan akal nalarnya. Karenanya, lumrah sekali bila usia makin tua, iri dengki itu makin subur dan kuat.

Iri dengki merupakan pasukan tempur hati sanubari. Pasukan tempur lainnya : senang berlebihan, royal, hura-hura, serakah, dendam, membenci orang, tidak tahu kewajiban, sombong, tinggi hati, senang menuruti sahwat, suka marah, dan akhirnya gelap tidak mengetahui Tuhannya.

Baca Selengkapnya »

MENJADI WAYANG

Posted By on September 13, 2021

Sering kita mendengar kalimat manusia hanyalah wayang yang digerakkan sang dalang. Namun prakteknya, kadang sering jumbuh. Jumbuh perannya. Kadang seperti wayang, kadang menjadi dalang.

Kok bisa demikian?

Faktanya memang demikian. Wayang sesungguhnya yang dari kulit itu barang mati. Hanya satu dimensi : dimensi syareat (lahiriah). Sehingga dengan mudah digerakkan oleh dalang. Bahkan oleh siapapun, dengan mudah pula dimainkan.

Baca Selengkapnya »

MENGEJAR SURGA?

Posted By on September 5, 2021

Dalam wikipedia, surga atau juga sorga (bahasa Sanskerta svarga, ??????, “kayangan”) adalah suatu tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebajikan sesuai ajaran agamanya.

Dalam bahasa Jawa, kata tersebut diserap menjadi swarga. Sorga dalam bahasa Arab disebut jannah, sedangkan dalam bahasa Hokkian digunakan istilah thian (?).

Baca Selengkapnya »