PERJALANAN YANG MUSTAHIL
Posted By Roni Djamaloeddin on May 27, 2025
Pepatah mengatakan banyak jalan menuju Roma. Pepatah ini sangat rasional bila dihadapkan pada manusia normal. Normal penglihatannya dan waras pikirannya.
Namun, bagi orang yang tidak normal, buta misalnya, maka pepatah tersebut tidak berlaku. Sebab baginya tidak ada jalan menuju Roma. Mustahil bisa sampai Roma. Bahkan Roma itu apa, hanya sebatas angan-angan dan dibayang-bayang saja.
Bagi manusia normal dan waras pun, perjalanan yang mustahil, dimungkinkan ada. Sebab faktanya, sampai saat ini belum pernah ada yang menjamahnya. Semisal perjalanan menuju Matahari.
Konon suhu yang mencapai dua juta Celcius, semua alat buatan manusia hangus bila menyentuhnya. Padahal keluarbiasaannya, energi cahayanya mampu menghidupi semua penduduk bumi. Namun perjalanan menuju padanya mustahil bisa tercapai.
Bagaimana bila dianalogikan dengan perjalanan menuju pencipta Matahari?
Bukankah ia secara logika lebih mustahil?
Padahal, kita pasti akan pulang menuju pada-NYA?
Mustahil atau tidak menuju Pencipta Matahari, tergantung persepsi manusianya. Dan menuju mencapainya adalah saat masih dipinjami roh dan napas sekarang. Bukannya nanti setelah mati.
Sejarah masa lalu telah menulis kitab emasnya. Saat Raden Said dibaiat gurunya (Sunan Bonang) langsung membuktikan fanak fillah. Mlebu (masuk) akherat. Mati sementara, masuk alam kasampurnan. Demikian pula sejarah emas Wali Songo lainnya.
Sementara fakta unik lainnya, jarak bumi matahari yang kisaran 95 juta mil, mustahil dijelajahi. Namun jarak manusia dengan pencipta matahari yang tak hingga mil jauhnya, dimungkinkan bisa dijelajahi.
Dimulai dengan satu langkah pertama : yubayi’unaka (al Fath 10). Melakukan baiat dihadapan Khalifah Tuhan yang mengada abadi di muka bumi.
(ronijamal.com/rasionalisme-baiat/)
Langkah kedua, sekaligus langkah terakhir sampai pinjaman napas berakhir : fasjudu ila Adam (Baqarah 34). Sujud kepada Adam, yang merupakan aplikasi perintah muutu qabla antamutu. Dalam bahasa sufinya : kalmayyiti bayna yadi al ghasili. Berlaku bagaikan mayat yang patuh tunduk dihadapan yang memandikan/mensucikan.
____220525–belajar istikomah nderek Guru (Romo Kyai Tanjung)
.


Comments
Leave a Reply
Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.