PILIH BODOH SESAAT ATAU SELAMANYA?

Posted By on May 31, 2025

Aneh memang bila bertanya disebut bodoh sesaat dan tidak bertanya disebut bodoh selamanya. Tetapi, begitulah adanya. Ada filosofi khusus yang tidak hanya berkutat masalah materi, duniawi, atapun pengetahuan umum. Tapi membumi melangit sekaligus mengakherat.

Fakta nyata, saat ini kita tidak tahu apa itu energi nuklir. Dan anehnya, kita juga tidak butuh tahu dan tidak butuh belajar tentangnya. Tentunya banyak variabel yang melatarinya. Apakah kita tergolong bodoh selamanya?

Benar memang, tanpa bertanya tentang energi nuklir pada ahlinya, maka akan bodoh selamanya. Selama hidup di dunia tentunya, bukan selamanya dalam arti kehidupan akherat.

Namun yang cukup menggelitik “pikiran dalam”, yang menyinggung hati dan rasa, pernyataan Konfusius tersebut bisa dikorelasikan dengan fatwa Imam Ali : “Saluni qabla ‘an tafqiduni” (tanyalah aku sebelum kau kehilangan aku).

Walau redaksinya tampak sangat sederhana, tapi kedalaman maknanya bisa tembus langit, tembus akherat. Sehingga dua kalimat bijak tersebut bila digabung menjadi : bila tidak tanya pada aku, maka akan bodoh selamanya (dunia akherat).

Nilai-nilai rasionalnya :
Pertama, Imam Ali telah disabda Nabi Saw sebagai pintu kota ilmu. Maka bila umat Islam berminat menyelami kedalaman ilmu Nabi, mesti melalui pintunya, yaitu Imam Ali.
(ronijamal.com/kisah-pintu-kota-ilmu/)

Kedua, sabda Nabi Saw menegaskan keberadaan Imam Ali dan para anak turunnya adalah ibarat bintang yang selalu terbit sampai kiamat (bukan konteks Syiah).
“Aku adalah kotanya ilmu dan kamu Ya Ali adalah pintunya. Dan janganlah masuk kota kecuali dengan lewat pintunya. Berdustalah orang yang mengatakan cinta kepadaku tetapi membenci kamu, karena kamu adalah bagian dariku, dan aku adalah bagian dari kamu. Dagingmu adalah dagingku, darahmu adalah darahku, rohmu adalah rohku, rahasiamu adalah rahasiaku, penjelasanmu adalah penjelasanku. Berbahagialah orang yang patuh kepadamu dan celakalah orang yang menolakmu. Beruntunglah orang yang mencintaimu dan merugilah orang yang memusuhimu. Sejahteralah orang yang mengikutimu dan binasalah orang yang berpaling darimu.
Kamu dan para Imam dari anak keturunanmu sesudahku ibarat perahu Nabi Nuh; siapa yang naik diatasnya selamat, dan siapa yang menolak (tidak mau mengikuti seruannya) akan tenggelam. Kamu semua seperti bintang; setiap kali bintang itu tenggelam, terbit lagi bintang sampai hari kiyamat”. (ronijamal.com/terbit-bintang-sampai-kiamat/)

Ketiga, Imam Ali berada dalam jalur inti hadits ‘alaikum bisunnati, sehingga sunnah-sunnahnya mesti diikuti. (ronijamal.com/bisunnatii/)

Keempat, dan masih banyak lagi kisah yang mempromosikan dan mengorbitkan Imam Ali sebagai pintu kota ilmu, sebagai bintang yang selalu terbit sampai kiamat, sebagai maula, berikut keistimewaan luar biasanya. Sampai-sampai Beliau berfatwa, “barangsiapa meninggal tidak kenal Imam Zaman di zamannya, maka matinya dalam keadaan mati jahiliyah.

Akhirnya, memilih bodoh sesaat atau bodoh selamanya, adalah hak asasi masing-masing. Sebagaimana pula pilihan beriman atau kafir, juga hak asasi masing-masing. Seperti tersurat pada al Kahfi 29 :
Mau beriman, berimanlah.
Mau kafir, kafirlah.

____270525–belajar istikomah nderek Guru (Romo Kyai Tanjung)

About the author

Seorang Dosen Di STT POMOSDA, Guru Matematika SMA POMOSDA (1995 – sekarang), dan Guru "Thinking Skill" SMP POMOSDA yang mempunyai hobi Belajar-Mengajar Berpikir, Mencerahkan Pemikiran

Comments

Leave a Reply

Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.