BREAKING NEWS : Kenapa saya lahir

Posted By on April 3, 2020

Disela-sela mengajar matematika, memang saya selingi dengan “breaking news”. Temanya bisa berupa berita terupdate, kisah nyata dari alam ghaib, pertanyaan para siswa yg tertulis dalam “kitab kelas”, juga pengalaman langsung saya dan mereka.

Trenyuh rasanya membaca pertanyaannya, kenapa saya lahir.
Mbrebes mili, nangis nelongso rasanya.
Kenapa saya dulu wani-wanine (sok jagoan beraninya) menantang menerima amanah-Nya. Padahal waktu itu saya dan kawan2 tidak ditawari amanah.

Namun yg Tuhan tawari adalah langit, bumi, gunung2, yg nota bene “makhluk raksasa”.
Sementara, saya dan kawan2 ini ada apanya?
Cilik methakil kemlelet kemlinthi kementhus….dst-dsb.

…..lanjut

Yang raksasa saja tidak sanggup menerima amanah. Lha kok saya yg bagaikan sebutir debu dibanding si raksasa, begitu gemendul menerimanya. Sungguh kebangeten saya ini. Sungguh sangat terlalu bodoh.

Pantas saja, setelah menyatakan sanggup menerima amanah, lalu divonis oleh Tuhan : innahu kaana zaluman jahula.
Sesungguhnya manusia itu dzolim (kejam, aniaya) lagi bodoh.

Bayangkan, masih di alam fitrah, sudah mendapat gelar demikian mengerikan. Apalagi setelah didamparkan di medan uji, di alam dunia, dicap oleh malaikat suka membuat kerusakan dan pertumpahan darah (perusak pembunuh) (QS.2:30). Astaghfiiiirr…

Namun, watak kami yg dzoluman jahula, perusak pembunuh, rupanya masih ditolerir oleh Tuhan. Terbukti dg kersonya Tuhan membuat Khalifah/wakil-Nya yg membimbing manusia mengenali amanah-Nya yg telah disanggupi dan diterima ketika masih di alam fitrah.

Namun sayangnya, banyak saudaraku tunggal fitrah yg tdk peduli dg amanah Tuhan yg telah disanggupinya. Banyak yg lupa sama sekali atas fitrah dirinya. Buktinya, watak merusak membunuh yg divonis malaikat kental menyatu menjadi watak manusia.

Jadi simpulnya :

  1. Saya dilahirkan karena hendak diuji atas kesanggupanku menerima amanah.
  2. Modalnya dengan mengikis habis watak2 zaluman jahula, menyingkirkan nafsu2 yg terlanjur default dalam dada: iri dengki egois sombong kumingsun keminter merasa suci merasa bener dan merasa-merasa buruk lainnya.
  3. Caranya, patuh tunduk sepenuhnya pada ketentuan-Nya : inni jangilun fil ardhi khalifah, Aku hendak membuat Khalifah/Wakil di muka bumi, yg senyatanya makna praktisnya abadi sampai kiyamat.
  4. Getun menyesal dilahirkan di dunia yg penuh tipu daya, penuh virus iri dengki permusuhan pembunuhan, bukan solusi baik. Tapi malah akan menjerumuskan dalam jurang kehancuran.
  5. Langkah pastinya adalah terus bergerak, memperbaiki diri, membenahi diri atas kezaliman kebodohan diri. Sambil bebarengan bersama dulur tunggal fitrah, yg sama2 merasa seapes senasib seperjuangan, dalam rangka menyatu kembali dg Dzat Yang Maha Fitrah di alam Keabadian. Semoga.

_____080219–tansah belajar (merangi nafsu) dalam nderek nyengkuyung mbelo dan nyandar Guru (Kyai Tanjung).

About the author

Seorang Dosen Di STT POMOSDA, Guru Matematika SMA POMOSDA (1995 – sekarang), dan Guru "Thinking Skill" SMP POMOSDA yang mempunyai hobi Belajar-Mengajar Berpikir, Mencerahkan Pemikiran

Comments

Leave a Reply

Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.