MENGAPA MESTI ADA PERANG?

| June 25, 2025

Bila mencermati protesnya para malaikat (QS.2:30) : “mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah/wakil) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”, maka bisa disimpulkan bila jauh sebelum Adam diturunkan, pekerjaan manusia adalah suka membuat pertumpahan darah (peperangan) dan berbagai kerusakan. (ronijamal.com/mengapa-malaikat-protes/)

DILARANG MATI!

| June 23, 2025

Ketika biaya berobat sangat mahal, maka merangsang “otak preventif” bekerja lebih keras agar jiwa raga tidak sakit. Kemudian menjaga sehatnya dengan berbagai cara. Olah raga teratur, hindari konsumsi makanan minuman tidak sehat, terapi kesehatan secara rutin, konsumsi herbal, dan lain sebagainya. Maka dengan sendirinya mengaplikasikan jargon-jargon sehat. Semisal, orang miskin dilarang sakit, biaya sehat lebih […]

KEBENARAN ITU SEPERTI APA?

| June 17, 2025

Klaim kebenaran itu sangat banyak macam dan jumlahnya. Klaim kebenaran ilmu pengetahuan, kebenaran ilmu agama, kebenaran sudut pandang (persepsi), kebenaran pengalaman pribadi, dst-dsb. Hingga puncaknya kebenaran absolut yang tidak bisa diganggu gugat : al Haq min Rabbika. Kebenaran-kebenaran tersebut, selain yang dari dan milik Tuhan, sangat dimungkinkan terjadi perbedaan. Baik dari segi nilai, obyektifitas maupun […]

APA TIDAK INGIN PULANG?

| June 15, 2025

Kalau kita cermati pengalaman hidup Tarzan, entah itu cerita fiktif atau nyata, maka bisa dianalisa bahwa Tarzan yang spesies manusia, telah lupa akan jati diri manusianya. Atau mungkin merasa sama seperti binatang teman-temannya. Lantas, dimana otak akal pikirannya? Akal pikirannya tidak berfungsi manusiawiyah. Sebab, akal pikiran itu tumbuh berfungsi bila dididik diarahkan dilatihkan sejak bayi. […]

MENEMUKAN MENENTUKAN TUJUAN UTAMA MENGAJAR

| June 10, 2025

Yang pasti, tujuan utama mengajar masing-masing orang berbeda. Banyak variabel melatarinya. Pengalaman lamanya mengajar, usia, latar belakang pendidikan, pendidikan dari keluarga, lingkungan, adat, dan lain seterusnya. Namun demikian, pengalaman mengajar maupun berbagai variabelnya, masih bisa berubah seiring perjalanan waktu. Ini bisa terjadi bila didasari mobilitas berpikir yang fleksibel dan etos pikirnya tinggi. Menyadari rumus abadi […]

PILIH BODOH SESAAT ATAU SELAMANYA?

| May 31, 2025

Aneh memang bila bertanya disebut bodoh sesaat dan tidak bertanya disebut bodoh selamanya. Tetapi, begitulah adanya. Ada filosofi khusus yang tidak hanya berkutat masalah materi, duniawi, atapun pengetahuan umum. Tapi membumi melangit sekaligus mengakherat. Fakta nyata, saat ini kita tidak tahu apa itu energi nuklir. Dan anehnya, kita juga tidak butuh tahu dan tidak butuh […]

SELALU TERBIT BINTANG SAMPAI KIAMAT

| May 31, 2025

Adalah sabda Nabi SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, al-Hakim dan Adz-Dzahabi : Bersabda Rasuluillah Saw: “Aku adalah kotanya ilmu dan kamu Ya Ali adalah pintunya. Dan janganlah masuk kota kecuali dengan lewat pintunya. Berdustalah orang yang mengatakan cinta kepadaku tetapi membenci kamu, karena kamu adalah bagian dariku, dan aku adalah bagian dari kamu. Dagingmu […]

PERJALANAN YANG MUSTAHIL

| May 27, 2025

Pepatah mengatakan banyak jalan menuju Roma. Pepatah ini sangat rasional bila dihadapkan pada manusia normal. Normal penglihatannya dan waras pikirannya. Namun, bagi orang yang tidak normal, buta misalnya, maka pepatah tersebut tidak berlaku. Sebab baginya tidak ada jalan menuju Roma. Mustahil bisa sampai Roma. Bahkan Roma itu apa, hanya sebatas angan-angan dan dibayang-bayang saja.

TERSINGGUNG vs MERENUNG

| May 21, 2025

Antara tersinggung dan merenung, yang tahu adalah diri sendiri. Cirinya sederhana, saat tersinggung berarti ada yang “nyenggol” (menyinggung) hati atau merasa sakit hati. Sedang merenung, saat ada upaya pemikiran perbaikan, koreksi diri, atau evaluasi. Merenung bisa disebabkan dari tersinggung, bisa pula peristiwa lain dalam diri atau luar diri.

MENGAPA BANYAK TUHAN?

| May 18, 2025

Persepsi yang menyatakan bahwa Tuhan itu banyak, menandakan bila penalarannya sangat memprihatinkan. Jauh dari matang. Dan itu wajar, karena pikiran penalaran belum membuka diri. Dan dari luar pun, mungkin belum ada yang mencerahkannya. Dikatakan belum membuka diri karena belum mencari tahu atau mencari ilmu yang sampai ke langit. Penalaran dan kepercayaan sebatas “ela-alu” (ngikut sana […]