MENEMUKAN MENENTUKAN TUJUAN UTAMA MENGAJAR

Posted By on June 10, 2025

Yang pasti, tujuan utama mengajar masing-masing orang berbeda. Banyak variabel melatarinya. Pengalaman lamanya mengajar, usia, latar belakang pendidikan, pendidikan dari keluarga, lingkungan, adat, dan lain seterusnya.

Namun demikian, pengalaman mengajar maupun berbagai variabelnya, masih bisa berubah seiring perjalanan waktu. Ini bisa terjadi bila didasari mobilitas berpikir yang fleksibel dan etos pikirnya tinggi. Menyadari rumus abadi perubahan, bahwa yang abadi itu adalah perubahan itu sendiri.

Rumus itu sebenarnya telah lama kita lakukan. Saat mengajari anak berdiri, dengan perintah ayo nak belajar berdiri, ortu langsung memegang tangan si kecil menarik berdiri. Setelah bisa berdiri, maka metode pengajaran menuju bisa berjalan juga berubah. Pun ketika berumur 10 tahun, saat mengajari tertib sholat, juga berubah metode dan cara mengajarnya. Begitu seterusnya, saat remaja, menuju dewasa, metode dan cara mengajar selalu berubah.

Ketika di sekolah, mengajar sesuai pesanan kurikulum juga berbeda. Ia juga berubah sesuai tingkatan kelas dan tingkatan pemahaman anak ajar.

Oleh karenanya, seiring perubahan umur dan waktu, seiring perubah situasi kondisi, seiring perubahan lingkungan dan obyek yang dihadapi, maka mesti bisa menemukan dan menentukan tujuan utama mengajar. Dimana teori dan rumusannya, diantaranya :

Pertama, ketika yang dihadapi adalah anak kandung, maka tujuan utama mengajar adalah membekali memodali anak untuk belajar tinggi setinggi-tingginya. Menjauhkan watak sikap mensekutukan Tuhan, mengenalkan agama yang kaaffah, …dst-dsb.
(ronijamal.com/kemana-membawa-keluarga/)

Kedua, ketika yang dihadapi adalah anak ajar di sekolah, maka mengajarnya memodali sekaligus mendorong anak ajar terbang tinggi. Menarik tali busur sekuat-kuatnya agar anak panah lepas sangat kencang sejauh-jauhnya.

Seperti misalnya, ketika daya pikir mulai baik dalam menalar, mengajari anak bisa mengajar. Sebab, bagaimanapun, si anak setelah dewasa nanti pasti akan mengajar anak-anaknya sendiri. Mungkin juga mengajar orang lain. (ronijamal.com/mengajar-bisa-mengajar/)

Ketiga, ketika yang dihadapi kelas terbuka bebas tanpa batas, maka tujuan mengajarnya mengenalkan dan menyentil untuk belajar terus sampai napas terakhir. Memotivasi untuk terus belajar sampai di atas langit. (ronijamal.com/di-atas-langit/)

Keempat, perihal variasi atau macam-macam ilmu yang mesti dibelajari, sebagai pengajar yang harusnya multi dimensi, bisa memilih dan memilahkan pada mereka perihal ilmu penting apa/mana yang mesti dibelajari. (ronijamal.com/ilmu-paling-utama/)

Oleh karena demikian rumit dan berat menemukan dan menentukan tujuan utama mengajar, maka calon pasangan baru jauh hari sebelum memasuki menapaki jenjang pernikahan, mesti mempersiapkan visi misi pernikahannya. Sehingga mampu meredam badai rumah tangga yang pasti berlalu. Serta mampu meminimalis aneka macam jebakan cerai. (ronijamal.com/resep-pernikahan-bertahan-lama/)

Sehingga simpulnya, menemukan dan menentukan tujuan utama mengajar adalah niscaya. Karena bagaimana pun, kita adalah ro’in dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita didikkan dan kita ajarkan.

____040625–belajar istikomah tumakninah nderek Guru (Romo Kyai Tanjung)

About the author

Seorang Dosen Di STT POMOSDA, Guru Matematika SMA POMOSDA (1995 – sekarang), dan Guru "Thinking Skill" SMP POMOSDA yang mempunyai hobi Belajar-Mengajar Berpikir, Mencerahkan Pemikiran

Comments

Leave a Reply

Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.