MENGAPA MESTI ADA PERANG? (2)
Posted By Roni Djamaloeddin on July 8, 2025
Tulisan versi sebelumnya (ronijamal.com/mengapa-mesti-ada-perang/), pembahasannya lebih cenderung ke arah fisik. Sedang tulisan ini, perihal non fisik. Yaitu perihal perang melawan hawa nafsu.
Perang ini hukumnya sangat³ wajib. Sebab tanpa perang melawan nafsu, tanpa menundukkan kemudian menunggang nafsu, mustahil jiwa manusia bisa mulih (kembali) pada Tuhan. Mustahil fitrah manusianya bisa masuk akherat. Faktanya, banyak sekali. Bisa ditanyakan langsung pada pelakunya yang sekarang ada di alam penasaran alam kesesatan alam kegelapan (gendruwo, pocong, tuyul, memedi, vampir,…dst-dsb).
Karenanya, perang melawan nafsu ini disabda nabi sebagai perang terbesar. Tidak ada perang yang melebihi besarnya. Sekaliber perang nuklir perang bintang perang antar benua, yang akibatnya bisa mematikan jutaan manusia, tidak akan pernah sebanding besarnya dengan perang melawan nafsu.
Mengapa demikian?
Sebab perang melawan nafsu itu resiko dan tanggung jawabnya langsung dihadapan Tuhan. Dan ngunduhnya (memetik akibatnya) tak terhingga tahun lamanya. Abadan abada di alam keabadian.
Sementara nafsu yang wujudnya adalah jiwa raga (bleger jasad), perbuatannya yajri ilassu’i. Selalu mengajak pada jelek dan buruk. Yaitu semua hal yang sama sekali tidak sejalan dengan kehendak Tuhan. Sifatnya laa ya’rifullah, tidak mengetahui pada Tuhannya. Sama sekali tidak mengerti kehendak-Nya mengapa diciptakan. Dzatnya yamna’u minallah, selalu membantah perintah Tuhan.
Di dalam wujud nafsu (jiwa raga), terstruktur tujuh macam nafsu. Nafsu amarah, lawamah, mulhimah, muthmainah, radiyah, mardiyah, kamilah. Dan di dalam masing-masing nafsu, terposisi ratusan pasukan elit (pasukan tempur) tersendiri. (ronijamal.com/tujuh-macam-nafsu/)
Contoh perang besar itu adalah menundukkan mengalahkan marah emosi (ronijamal.com/meredam-marah-emosi/). Memerangi menaklukkan iri dengki (ronijamal.com/menaklukkan-iri-dengki/).
Sifat watak gampang tersinggung, juga mesti ditundukkan dikendalikan menuju sabar nglenggono lapang dada. (ronijamal.com/mudah-tersinggung/)
Demikian pula ketika telah tumbuh nafsu yang baik, lembut, dan mulia. Nafsu ini juga mesti dikendalikan dan ditunggangi. Menuju sak dermo menjalankan perintah Tuhan dan utusan-Nya. (ronijamal.com/mengatasi-nafsu-kebenaran/)
Merasa lebih ngerti, lebih pintar juga mesti diperangi ditundukkan. Menuju merasa bodoh dan tidak bisa apa-apa. Sebab yang bisa apa-apa sejatinya hanya Tuhan sendiri. Sebagaimana ayat laahaula walaa quwwata illa billah. (ronijamal.com/mengapa-merasa-pintar/)
Demikian pula yang ada dalam literasi lain, semisal moksa. Dalam catatan gogel adalah pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian (samsara) serta ikatan duniawi. Moksa juga dapat diartikan sebagai kebahagiaan abadi dan kebebasan dari penderitaan, adalah rangkaian proses jihadul akbar melawan nafsu. (ronijamal.com/rasionalisasi-moksa/)
Namun yang perlu dipahami diyakini, dalam menabuh genderang perang melawan nafsu, baik nafsu buruk maupun nafsu baik mulia, Tuhan telah menurunkan ilmunya, sekaligus caranya. Yaitu Ilmu Tujuh buah Jalan, yang tersirat dalam al Mukminun 17. (ronijamal.com/7-buah-jalan/)
Sebab tanpa menggunakan ilmu khusus dan patuh taat sepenuhnya pada komandan tempur yang ahli dibidangnya (bidang pernafsuan), sekaligus yang siliring qudrat, mustahil peperangan yang kita deklarasikan bisa dimenangkan.
____080725–belajar istikomah tumakninah nderek Guru (Romo Kyai Tanjung).
.


Comments
Leave a Reply
Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.