APA TUHAN MENCIPTA AGAMA?

Posted By on July 26, 2025

Bila dilihat dari latar sejarah diturunkannya khalifah/wakil/rasul, yang awalnya diprotes para malaikat, kemudian turun firman “AKU lebih mengetahui dari pada hamba-KU”. Kemudian firman selanjutnya, “Dan Tuhan mengajarkan kepada Adam (para khalifah/wakil/rasul) nama/istilah secara keseluruhan (macam² alam, jagad kegaiban, macam² roh, alam malakut, ayat mutasyabihat, nama² benda, .. dlsb). (ronijamal.com/mengapa-malaikat-protes/)

Para malaikat yang awalnya pesimis atas akan diangkatnya Sang Wakil, adalah sikap yang sangat rasional. Sebab, yang mereka tahu, manusia perbuatannya suka membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Maka menjadi mustahil bila dijadikan jubir Tuhan yang membawa mengalirkan menjabarkan firman-Nya.

Fakta lanjutnya ternyata memang demikian. Apa yang disampaikan Sang Rasul, selalu disalahpahami oleh kebanyakan umatnya, di jamannya.

Penyalahpahaman berlanjut ke anak cucu cicit dst. Hingga ke anak-anak zaman yang tak tahu apa-apa, ikut menyalahpahami seruan Sang Jubir Tuhan. Bahkan sampai mengkafirkan, menghalalkan darahnya, hingga pembunuhan pemusnahan.

Dari peristiwa tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa apa yang disampaikan langsung oleh khalifah/wakil/rasul itulah sejatinya agama. Aturan/perintah langsung dari Tuhan agar manusia tidak kacau tidak rusak (arti leksikal agama). Mengucur langsung melalui para khalifah/wakil/rasul-Nya. (ronijamal.com/agama-suci/)

Karenanya, Tuhan tidak membuat klasifikasi agama. Adanya istilah agama A, agama B, …, agama Z, hingga kurang lebih 4000 macam agama, adalah istilah buatan manusia.

Hal ini bisa dicermati secara mendalam dan mampu dirasional dari berbagai kasus.
Pertama, tersirat dalam Lukas 11:23.
“Siapa yang tidak bersama AKU, ia melawan AKU dan siapa yang tidak mengumpul bersama AKU, ia menceraiberaikan/terceraiberai”.

Ayat ini bila ditarik makna meluas, atau dipikir secara aplikasi integral, maka semua rasul, Juru bicara Tuhan, akan mengatakan kalimat yang sama. Dalam redaksi lain : ikutilah sunnahku dan sunnahnya para wakil penggantiku. (ronijamal.com/bisunnatii/)

AKU yang secara fisik terlahir dari lisannya Nabi Isa, hakekatnya adalah refleksi kehendak Tuhan, perintah Tuhan. Karenanya, bisa terlahir dari siapapun yang dipilih dan diangkat menjadi rasul-Nya.

Kedua, tersirat dalam Ali Imran 79. “K?n? rabbaaniyyiina”. Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani. Menjadi orangnya Tuhan. Orang yang hatinya bertempat di dalam Tuhan. Kelet dengan Tuhan. Bukan bertempat di dunia, walau fakta jasadnya berada di dunia.

Kontra logikanya, Tuhan tidak memerintahkan jadilah agamawan A B .. Z. Dan Tuhan juga tidak mengistimewakan agama X yang paling benar disisi-Nya. Sebagaimana sering dipersepsikan kaum X, yang menyatakan agamanya paling benar disisi-Nya. (ronijamal.com/bangga-beragama/)

Ketiga, tersurat dalam Al Hijr 99. “Wa’bud rabbaka ?attaa ya`tiyakal yaqiin”. Dan sembahlah Tuhanmu hingga sampai yakin (Tuhan) hadir dihadapanmu (dalam rasa hati).
Menyembah Tuhan hingga yakin ada ilmunya. Ada teori yang mendasari dan guru al Wasilata yang mengajarinya.

Tidak lain adalah mengadanya Inni ja’ilun fil-ardhi Khalifah, yang keberadaannya abadi di muka bumi. Sekaligus wujud nyata rahmatan lil-‘alamin. (ronijamal.com/dimana-rahmatan-nya/)

Sehingga simpulnya, menjadi keputusan manusianya untuk mengikut agama yang turun langsung dari Tuhan (melalui Khalifah-Nya) atau mengikut agama warisan nenek moyangnya.

____100725–belajar istikomah tumakninah nderek Guru (Romo Kyai Tanjung)

About the author

Seorang Dosen Di STT POMOSDA, Guru Matematika SMA POMOSDA (1995 – sekarang), dan Guru "Thinking Skill" SMP POMOSDA yang mempunyai hobi Belajar-Mengajar Berpikir, Mencerahkan Pemikiran

Comments

Leave a Reply

Ket: Komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum tampil di blog ini.