Posted By Roni Djamaloeddin on November 27, 2016
Jangan percaya apapun yang aku sampaikan, sebelum membijaki dan mengkajinya secara cermat teliti mendalam (ronijamaldotcom)
Logikanya, percaya pada sesuatu tanpa dilatari kajian pemikiran perenungan yg khusus dan mendalam adalah bagian dari bodohnya akal.
Kategori: Mutiara Bijak |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on November 11, 2016
……………………………………………………………
Jamaah Jumat yang berbahagia.
Semangat para pahlawan yang luar biasa, selayaknya memang harus diwarisi anak-anak zamannya. Yaa kita-kita semua sebagai ahli warisnya. Sebab, perjuangan mengisi kemerdekaan ini, ternyata lebih berat dibanding menggapai merdekanya itu sendiri. Sebagaimana pesan pendahulu bangsa : “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.
Pesan penting ini bila diterjemah internal ke dalam diri, cukup membantu dalam memahami eksistensi jihadunnafsi. Tidak ada perang/perjuangan yang lebih dahsyat melebihi dahsyatnya perjuangan melawan menundukkan hawa nafsu. Karenanya perjuangan seberat-sehebat apapun adalah kecil, dibanding perjuangan melumpuhkan hawa nafsu.
…………………………………………………………….
Selengkapnya dapat didownload Mewarisi Jasa Pahlawan
Kategori: Khutbah Jum'at |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on October 28, 2016

Yang berminat soft filenya bisa langsung download pada The Mind of Arsy
Kategori: Buku Karya |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on August 26, 2016
………………..
Kita perlu bersyukur pula bahwa para pendiri negara dulu telah memilihkan panji-panji bendera kebangsaan dengan warna merah dan putih. Sebab kedua warna tersebut ternyata mempunyai filosofi yang sangat tinggi. Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Tsauban, Rasulullah Saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah telah menampakkan sebagian bumi kepadaku. Sehingga aku bisa melihat timur dan barat-nya. Dan sesungguhnya umatku akan sampai kekuasannya sesuai bumi yang telah diperlihatkan kepadaku. Dan aku telah diberi dua perbendaharaan, yaitu: merah dan putih”.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Khutbah Jum'at |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on June 24, 2016

Selengkapnya dapat didownload Menggugat Mitos
Kategori: Buku Karya |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on June 24, 2016
…………………………………
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Mengawali serangkaian ibadah Jumat pada siang ini, bertepatan dengan Jumat kedua bulan Ramadhan 2016, mari, terlebih dahulu menghaturkan rasa syukur kehadirat Allah Swt. Kita haturkan syukur yang sedalam-dalamnya bahwa kita masih diberi kesempatan menjalankan perintah-Nya di bulan suci yang penuh barokah dan ampunan Ilaahi. Kita juga masih diberi nikmat kesehatan, nikmat kesempatan, nikmat iman, istikomahnya hati, maupun beratus-ratus nikmat yang lain, baik yang sifatnya lahiriah maupun yang batiniah. Oleh karena itu, sepantasnya dan seharusnyalah bila kita menghaturkan syukur itu secara mendalam.
Rasa syukur yang teraktualisasi dalam peningkatan kualitas iman taqwa, peningkatan kualitas ibadah, baik yang di siang hari apalagi di malamnya. Sebab, pada keduanya, telah disiapkan Allah berbagai lakon pitukon istimewa, yang mana pada bulan-bulan lain tidak ada. Sebagaimana sabda Nabi Saw:
………………………………….
Selengkapnya dapat didownload Ramadhan Menuju Tattaqun
Kategori: Khutbah Jum'at |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on May 8, 2016

Isi lengkapnya : Thinking Skills
Kategori: Grand Idea |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on June 5, 2015
……………………………………………………………………….
Jamaah Jumah yang berbahagia.
Agenda ketiga di bulan Sya’ban ini adalah penyiapan bekal mental menghadapi globalisasi ketidakpastian. Ketidakpastian alam yang akhir-akhir ini makin mengglobal, makin mengkawatirkan, dan setiap saat siap melumat penghuninya. Ditandai dengan munculnya fenomena-fenomena alam luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Konon para ahli telah merumuskan bahwa peristiwa besar di alam ini memiliki siklus tersendiri. Semacam meletusnya gunung tertentu yg memiliki siklus 100 tahunan, 200 tahunan, dst. Ada pula peristiwa superdahsyat sekaliber meletusnya gunung Toba, yang siklusnya kisaran 1000 tahunan. Dari fenomena-fenomena luar biasa yang saat ini terjadi, kita dimungkinkan menghadapi siklus serupa atau bahkan mungkin lebih hebat lagi. Karena itu menuntut kesiapan-kesiapan yang sifatnya materi, pemikiran, pemahaman, maupun mental-spiritual. Kesiapan materi sebagaimana yang diterapkan dalam berbagai pelatihan darurat bencana, SAR, URC, dsb. Sedang kesiapan mental yang berhubungan dengan batin atau keimanan, kiranya perlu persiapan pemahaman khusus, diantaranya:
……………………………………………………………………….
Selengkapnya dapat didownload Memantapkan Bulan Sya’ban
Kategori: Khutbah Jum'at |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 28, 2015
Tidur yg paling mulia adalah ketika mata tertidur, hati tidak tidur. Itbak Nabi/Rasul dalam mensupport diri : tidurlah mataku, tapi jangan tidur hatiku.
Tapi apa yaa mungkin? Bagaimana caranya? Dimana nilai logisnya? Serta puluhan pertanyaan lain bermunculan ketika merenungi sabda Nabi Saw di atas.
Hati yg tidak tidur adalah hati nurani (bukan hati sanubari) yg telah berfungsi sebagaimana tupoksinya. Berfungsi karena padanya telah diberi ilmu—disekolahkan/digurukan. Ilmu Dzikir namanya. Kemudian dilatih dibelajari dikonsentrasi sesuai “juklak juknis” ilmu tsb, sebagaimana petunjuk pemberi ilmu.
Analogi sederhananya adalah tentang otak. Otak ini jelas tidak akan mampu berpikir untuk membuat “bom atom”, bilamana kepadanya tidak belum atau diberi ilmu nuklir—disekolahkan/digurukan. Sekalipun setiap harinya telah trampil membuat/memproduksi “kacang atom”.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
3 Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 14, 2015
Dua ayat yang menampakkan potensi berlawanan, adalah QS. Ali Imran : 19 dan QS. Al Baqarah : 62).
1. “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam” (QS Ali Imran 19).
2. “Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS. Al Baqarah: 62).
Dua ayat tersebut sekilas menampakkan berlawanan. Itu karena memaknainya secara sempit. Semisal “ad-din”, yang kebanyakan tafsir memaknainya dengan agama. Dalam kamus bahasa Arab (yang pernah saya dengar), “ad-din” itu maknanya al-khudu’ al-mutlak. Pasrah bongkokan (tunduk) secara mutlak. Sehingga bila dimaknai dengan kalimat ini, makna lengkapnya menjadi: “barang siapa yang pasrah bongkokan (tunduk secara mutlak) disisi/dihadapan Tuhan, yaitulah yang akan diselamatkan–oleh Tuhan sendiri”. Diselamatkan dunianya, juga diselamatkan akheratnya. Sehingga ada keserasian bila dikaitkan dengan ayat kedua.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »