BELAJAR MENJADI PEMIMPIN DAN PENDIDIK

Posted By on January 21, 2013

….
Belajar semenjak dari ayunan nampaknya memang mustahil. Karena itu, ia mesti dilakukan oleh orang lain atau orang tua. Kita menjadi seperti ini, karena  dulunya telah dididik dan dibelajari orang tua. Karena itu perlu memberikan tongkat estafet pendidikan pembelajaran kepada anak2 kita. Bahkan semenjak masih dalam kandungan, proses pendidikan sudah bisa dilakukan. Atau setidaknya memahami bahwa pendidikan sepanjang hayat itu harus kita lakukan, baik untuk diri pribadi maupun untuk orang lain dan generasi kita kedepannya.

Sebab, bila yang terjadi sebaliknya, ketika melahirkan generasi yg bodoh, maka dosa akibat kebodohan tersebut ikut ditanggung generasi sebelumnya, khususnya orang tuanya. Sebagaimana sabda Nabi Saw:

“Barangsiapa yang meninggalkan anaknya menjadi orang bodoh, maka dia akan menanggung juga dosanya dihadapan Allah”.

….

ANTARA 2 HATI

Posted By on January 17, 2013

Otak itu mengada (berfungsi) di antara 2 hati.
Bila hati sanubari yg berfungsi, maka otak akan terjajah mbelani kepentingan sanubari.
Bila hati nurani yg berfungsi, maka otak pun akan berjuang mbelani pasukannya nurani.
Keduanya tidak akan berfungsi secara bersama.

Bila sanubari yg berfungsi, maka nurani akan tenggelam.
Bila nurani yg dominasi, maka sanubari ganti yg akan tenggelam.
“Allah sekali-kali tidak menjadikan (berfungsinya) dua buah hati dalam rongga dada seseorang”. (QS. Al Ahzab ayat 4).

MEMANTAPKAN ILMU DAN AKHLAK

Posted By on January 11, 2013

Janganlah engkau memperlakukan secara umum orang yang telah memberimu pengetahuan, tetapi perlakukanlah dia seperti orang-orang yang khusus. Dan ketahuilah bahwa Allah memiliki orang-orang yang dititipi rahasia-rahasiaNya yang tersembunyi dan melarang mereka menyebarkan rahasia-rahasia-Nya itu. Ingatlah ucapan seorang yang saleh (Nabi Khidhr) kepada Musa As. Sebelumnya Musa As berkata kepada Nabi Khidhr: Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu? 

RODA KEHIDUPAN

Posted By on January 4, 2013

Kehidupan itu berputar bagai roda.
Kadang di bawah: sakit, apes, rugi, kesulitan, hadapi rintangan,…
Kadang di atas: bahagia, senang, untung banyak, banyak penyuka,…
Itu semua “pasti” dilalui semua manusia.
Baca Selengkapnya »

MENGAIS HIKMAH DZULHIJJAH

Posted By on November 3, 2012

……….

Jamaah Jumat yang berbahagia

Selain kurban harta benda, semangat Dzulhijjah yang perlu dilatih untuk dikurbankan berikutnya adalah korban non harta. Meliputi korban harga diri, korban pengakuan, dan korban perasaan.

Korban harga diri adalah mengorbankan nilai-nilai diri yang biasanya dipatok pada standar tertentu. Misalnya elit pejabat yang hanya mau bergaul hanya dengan sesama pejabat. Harga diri seperti ini perlu dikorbankan, sehingga mau bergaul dengan kawulo alit. Menyadari bahwa sesama hamba punya kedudukan yang sama dihadapan Tuhan. Tidak terkastakan oleh harta, jabatan, kedudukan, keturunan, warna darah, dan sebagainya. Karenanya perlu menjalin hubungan yang baik dengan sesamanya. Sebab yang menjadikan beda di sisi Tuhan hanyalah tingkat keimanan dan ketaqwaan masing-masing.