JANGAN TAKUT

Posted By on March 14, 2013

Jangan takut pada bencana yang mulai ramai merebak seantero jagad
Tapi takutlah pada Yang Maha Mencipta, Maha Membencana
Bencana itu terjadi karena kepongahan manusianya yang tak mau mengerti menyadari
Atas pendamparannya di dunia, maupun seruan-peringatan utusan-Nya yang tidak akan pernah berhenti menyeru-mengingatkan manusia untuk menuju Diri-Nya (ilaihi rooji’un, sekarang ini)—sampai kiyamat yang mengakhiri seruannya.
Hingga diturunkannya berbagai bencana, sebagai bentuk lain dari seruan-pengingat langsung dari-Nya,
Sampai pada akhirnya: pemusnahan.
Karena sudah tidak mempan lagi diseru-diingatkan utusan-Nya, maupun diturunkannya pengantar riak-riak bencananya.

Baca Selengkapnya »

SEMBRONO

Posted By on March 8, 2013

Sadar atau tidak, kita punya mental sembrono
Sejauh mana sembrono yang kita punya?
Indikator yang paling sederhana:
Bisa  ditanyakan pada teman dekat, saudara, relasi, bawahan, atasan, dkkl.

Namun demikian, bila mereka semua tidak tahu,
Bisa ditanyakan pada sirr (rasa/perasaan) kita masing-masing.
Bisa masih belum tahu juga, maka dapat disimpulkan bahwa
Rasa kita masih kotor, mungkin ngethel, atau bisa jadi masih terbelenggu oleh perkara-perkara yg tidak sejalan dengan kehendak-Nya.

Baca Selengkapnya »

LIKE DISLIKE

Posted By on February 22, 2013

Like dislike, cocok tidak cocok, ngeblok pro sana pro sini, adalah sangat wajar, lumrah, dan manusiawi.
Tapi, dalam jagad sirri ma’rifah (sirrun ma’nawiyyun, rasa yang telah bermakna akan tugas fungsi pekerjaannya, rasa yang cerdas pada Tuhannya), adalah virus SAMMUN QATILUN. Virus yang mematikan potensi hati nurani, roh, dan rasa.

Baca Selengkapnya »

TEMAN AKRAB MENJADI MUSUH

Posted By on February 21, 2013

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS.43:67).

Makna lateralku:
Orang-orang yang bertaqwa itu tidak menjadikan musuhnya (yang mulanya teman akrabnya) layaknya sebagai “musuh”.
Melainkan, menjadikannya sebagai sarana/lahan/medan/garapan untuk me-Mahasucikan Diri-Nya, pemecut sabarnya, dan pemacu deple-deplenya pada Yang Maha membolak-balikkan hatinya hamba. (Sebab bila tdk berusaha keras untuk hati-hati, deple-deple, dan sumende, kemungkinannya bisa-bisa dibalik oleh-Nya seperti halnya [yang dialami] si “musuh” tersebut).
Baca Selengkapnya »

MUTIARA PERTANDINGAN

Posted By on February 7, 2013

Mutiara yang sangat berharga dalam sebuah pertandingan :
1. Menjadikan pertandingan sebagai sarana mencari dan menemukan kesalahan maupun kekurangan diri yang menjadi penyebab kekalahan.
2. Bertanding untuk melawan nafsu, dalam rangka mengalahkan nafsu. Nafsu yang berupa : bangga bila menang, susah bila kalah, nggetuni mengapa begini begitu sehingga kalah, ..dst.
3. Kemenangan bukanlah yang utama. Seandainya menang pun, tetap disyukuri bahwa itu adalah dari-Nya. Maka, bersyukurnya lebih ditingkatkan. Dzikirnya lebih dipacu dan dikedepankan dari pada bertandingnya. Terlebih bila kalah, bersegera menyadari bahwa manusia itu tempatnya salah, dosa, dan lupa.