JELAJAHI GETUN

Posted By on July 26, 2012

Walau nampaknya mustahil, saya harus berani mencoba “ngambah alam getun, sebelum getun yg keliwat dahsyat sesungguhnya terjadi“.

Memang yg namanya getun itu di belakang (setelah kejadian). Kalau di depan (sebelum kejadian) namanya hati-hati ekstra tinggi. Waspadanya tak terhingga. Aktifitas yang akan dilakukan direncanakan dengan kadar akurasi yang tinggi. Efek lanjut jangka pendek sedang panjang diperkirakan dengan seksama. Limit fungsi salahnya mendekati nol.

GAJAH DI PELUPUK MATA

Posted By on July 23, 2012

Gajah di pelupuk mata tampak,
kuman di seberang lautan tak tampak.

Kita harus bisa membuktikannya !!!
Baca Selengkapnya »

BIJAK MENYIKAPI PERBEDAAN PUASA

Posted By on July 20, 2012

Islam A puasa Ramadhan hari Kamis
Islam B hari Jumatnya
Islam C mungkin Sabtu
Islam lain, bisa jadi, hari lainnya pula
Islam lainnya lain, mungkin jadi, boleh tidak puasa

Baca Selengkapnya »

OTHAK ATHIK MATHUK

Posted By on July 20, 2012

1. Poso = ngeposke roso

Roso sing saben dina nggo nggayemi donya, awit donyane panganan, donyane kahanan (jibek susah bungah iri meri drengki  bahagia kuciwa nelangsa… lsp), donyane kasenengan (seneng anak bojo co-ce duwit tumpakan…lsp) lly-lsp, diposke (diendekke/mandek) nggo ngrasak-ngrasakake nikmate ngeling-ngeling Dzat Kang Suwiji.

Rasa hatinya diposkan (diberhentikan) dari mlakune ing babagan ndonya, menuju mlakune menikmati Maha Indahnya Pemilik Dunia. Yang diposkan (diberhentikan) adalah rasa pangrasanya, wujud fisiknya (lahiriah) tetap lumrahe saben dinane.

 2. …

KISAH UNIX PERGURUAN KANORAGAN

Posted By on July 19, 2012

Seorang teman (X) mencoba lihat perguruan tenaga dalam yang cukup heboh. Dalam aksi menjaring massa, si guru (G) memerintah para murid untuk memedang dan membacoki seluruh tubuhnya. Pada setiap bacokan, terdapat percikan api dan suara ting (besi tumbukan dg besi). X dipaksa oleh G untuk membacoki tubuhnya. X ngotot tidak mau. Sebab dia berkeyakinan, andai membacok pasti mati. Karena G memaksa, maka X menawar dengan slentik. G menerima tawaran X. Kemudian X menylentik telinga kiri G dan langsung semaput. Semburatlah para muridnya. Akhir cerita, buyarlah perguruan tersebut.

Dimana nilai-nilai logis dan hikmahnya?

Baca Selengkapnya »