MUTIARA CINTA

Posted By on July 7, 2012

 
Ketika cinta merasuk menusuk jiwa
Hati meronta membara saat disebut Asma
 
Ketika fana’fillah meluruh membungkam cinta
Merasa abadan abada dalam Musamma

 

KEDELE DADI TEMPE

Posted By on June 26, 2012

Tangeh lamun kedele biso dadi tempe,
yen ora kelawan ragi kang nyawijekake.

 Dalam mencapai kebersamaan, kekompakan, kerukunan, hingga kemakmuran, baik dalam skala/komunitas besar (negara misalnya) maupun skala/komunitas kecil (RT RW, orcil, hingga ormas) perlu ada perekat yang mampu melebur diri hingga wujud asalnya (ragi) tak berbentuk seperti semula lagi. Lebur menjadi wujud baru bersama/bebarengan dengan person-person yang namanya kedele. Hancur leburnya si ragi dengan berkorban-kangelan-kelangan yang luar biasa. Ikhlas yg seikhlas-ikhlasnya hingga hilang sama sekali ego-keakuannya. Lebur dalam Diri Yang Maha Aku (Yang Maha Punya).

Kita perlu belajar menjadi ragi.

Musyawarah Itu…

Posted By on June 15, 2012

Musyawarah itu bukan perang ego (kepentingan, selera, kemauan, kekuasaan, jabatan, kedudukan, ketuaan,…), bukan perang pengalaman, bukan pula pemaksaan ide gagasan (atasan ke bawahan, mayoritas ke minoritas, senior ke yunior, pengurus ke anggota,…), tapi menjelajahi (menjajagi, mengurai, mencermati, …) subyek masalah (titik masalah) dari segala kemungkinannya.

Baca Selengkapnya »

PERNIKAHAN ITU…

Posted By on June 13, 2012

Pernikahan itu
Bangunan ikatan suci karya Ilaahi
Penyatuan rasa + – dalam satu bingkai
Direfleksi secara nyata melalui sunnah Nabi

 

Pernikahan itu
Titian hamba meniti jalan melangit-Nya
Meliuk ndeder terjal curam senyatanya
Ada ditiada dalam me-mi’rajkan diri pada-Nya

Baca Selengkapnya »

PETUNJUK YANG BESAR

Posted By on June 9, 2012

Merupakan sebuah petunjuk yang besar manakala ada yang mau menunjukkan keburukan, kelemahan, maupun kekurangan kita, diterima dengan lila legawa dan lapang dada (ronijamal.com)

 Karenanya, perlu keberanian mengubah persepsi bahkan hingga membalik watak dari merasa cukup atas segala ide pendapat gagasan, menuju cermat menangkap ide dan nilai-nilai positip, cerdas analisis rekayasa rekonstruksi ulang ide dasarnya, serta bijak dalam mengambil sari pati hikmah kebaikannya.

 Berani menerima kritik saran masukan dari manapun asalnya. Lebih kesatriya lagi bila secara lila legawa meminta saran kritik masukan ide pendapat dari sesamanya.