MASIH LEBIH BAIK ANJING?

| February 14, 2024

Mungkin ada benarnya ungkapan Emily Dickinson : “Anjing lebih baik dari pada manusia karena mereka tahu tapi tidak mengatakannya.” Sisi baik lainnya, sebagaimana kisah yang terjadi pada Abu Yazid al Bustomi. Kebetulan Beliau dipahamkan Tuhan tentang bahasa anjing yang kebetulan sedang berpapasan dengannya. Kisahnya bisa disimak dan dicermati di berbagai media.(https://ronijamal.com/kisah-hikmah-dari-seekor-anjing/)

YANG MANA DISEBUT MANUSIA?

| February 8, 2024

Pemahaman waktu kecil dulu, yang disebut manusia adalah roh. Dan roh pula yang akan pulang ke akherat saat mati menjemput. Namun ketika menjalani fas-alu ahladzdzikri, berguru pada ahli dzikir, yang tidak lain adalah manifestasi inni ja’ilun fil ardhi Khalifah (wakil/khalifah/rasul Tuhan yang mengada di muka bumi), yang disebut manusia adalah rasanya. Atau Sirr-nya. Rasa inilah […]

SALAH DIDIKNYA DIMANA?

| January 30, 2024

Tidak diragukan lagi kebenaran peribahasa Jawa, “kacang ora ninggal lanjaran”. Kacang (tanaman menjalar) tidak akan meninggalkan kayu/bambu penopang tumbuhnya. Kalau lanjarannya lurus, maka tumbuhnya kacang juga lurus. Tapi kalau lanjarannya bengkok, tumbuhnya batang juga bengkok. Artinya, seorang anak akan otomatis belajar meniru mensifati watak dan perilaku orang tuanya. Karenanya, bagaimanapun sifat watak orang tua, sebagian […]

TERAPAN KONSEP WAYANG-DALANG

| January 21, 2024

Rasanya ada dinding tipis yang menjadikan tidak sinkronnya konsep wayang–dalang : manusia adalah wayang dan Tuhan dalangnya. Yaitu ketika tingkat ekonomi kita yang begini-begini saja, atau apapun “dep colot” kita yang juga begini-begini saja, atau bahkan ketika iman taqwa kita yg juga “begini” saja, kemudian mengatakan kita kan wayangnya, Tuhan yang mengatur dan menggerakkannya. Sebagai […]

LAWAN KITA : HATI ATAU PIKIRAN?

| January 3, 2024

Sering kita mendengar jargon bahwa musuh kita adalah diri kita sendiri. Juga perintah : dan bunuhlah dirimu, hal itu adalah lebih baik bagimu disisi Tuhan (faqtuluu anfusakum, dzalikum khairul lakum ‘inda baari`ikum, QS.2:54). Terus masalahnya, musuh sejati yang mesti dibunuh itu yang mana? Hati, atau pikiran, atau tubuh ini, atau yang mana?

REFLEKSI HARI IBU (SYAREAT–HAKEKAT)

| December 22, 2023

Secara leksikal (makna kamus/KBBI), ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. Dengan mengandung sebelumnya dalam rahim selama sembilan bulan sepuluh hari. Karenanya, ibu disini yang dimaksud adalah ibu secara fisik jasmani (ibu lahiriah). Namun secara hakekat (makna rohaniah), ibu adalah yang melahirkan secara hakekat, yaitu melahirkan secara roh (fitrah manusianya). Sebab tanpa dilahirkan kembali, maka […]

SEPERTI KATAK DALAM TEMPURUNG

| December 19, 2023

Merasa dirinya sangat hebat, bisa meloncat sangat jauh. Bisa menjelajah di semua daerah. Padahal hanya di bawah tempurung (bathok kelapa). Demikian pula kita. Kadang merasa hebat atas apa yg dipimpin diusahai dikuasai. Kadang merasa super atas kekuatan yg dilatih dipunyai. Kadang merasa “suci” telah hapal dan paham 30 juz. Kadang merasa “kenul-kenul” mesti mlebu suwargo […]

APA LAHIR SALAH ORTU?

| December 15, 2023

Pernah dengar, ada yang nggrundel (tidak terima) dilahirkan dari ortu yang kebetulan miskin. Iri memandang orang lain dilahirkan dari ortu kaya. Kehidupan serba enak, serba mudah, serba kecukupan, dan lain sebagainya. Namun pada sada saat yang sama, nggrundelnya tidak dibarengi dengan penglihatan pencermatan mendalam terhadap mereka yang lebih sengsara. Tidak melihat mereka yang hidupnya jauh […]

PERJALANAN SEMENTARA

| December 5, 2023

Perjalanan apapun di jagat ini, hanyalah perjalanan sementara. Naik mobil, pesawat, kuda, unta, onthel (sepeda pancal), kapal, dan aneka macam alat kendara lainnya, adalah sementara. Hingga perjalanan sampai ke luar angkasa, lintas planet galaksi, juga sementara. Di katakan sementara, karena ada titik hentinya. Ada tujuan akhirnya. Tidak mungkin berjalan terus.

DIMANA RAHMATAN-NYA?

| November 26, 2023

Mayoritas laman, web, blog, tulisan ilmiah, dan berbagai jenis tulisan lainnya, menerjemahbebaskan “wama arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamin” (Al Anbiya 107), menjadi Islam rahmatan lil ‘alamin. Padahal tidak ada kata Islam didalamnya. Suku kata “ka” dari arsalnaka, yang artinya kamu, ditransliterasi menjadi Islam. Sedang faktanya, makna baru (menyimpang) tersebut, berbeda jauh sekali dari makna aslinya. […]