Roni Djamaloeddin | November 27, 2019
Materi update sebelumnya telah dibahas bahwa “Ummatan Wahidah” adalah saudara tunggal fitrah. Ummat yang fitrahnya sama, asalnya sama, sama-sama dari Yang Maha Fitrah. Namun kesadaran tunggal fitrah tersebut terpartisi atau termutilasi oleh jutaan sistem dan bentuk pengakuan. Sangat disayangkan sebenarnya. Tapi apa boleh buat, begitulah kenyataannya.
Category: Artikel |
No Comments »
Tags:
Roni Djamaloeddin | November 18, 2019
Yaa….hidup itu abadi. Bukannya mati habis perkara. Sedang yang mati adalah jasadnya. Chasing manusianya. Sebab ada batas kadaluwarsanya, namanya umur. Dan hidup abadi itu perlu dengan amat sangat dijemput. Perlu dituju ditarget dipersiapkan secara sempurna. Karena tidak bisa datang dengan sendirinya. Tidak bisa dipersepsi otomatis keabadiannya. Banyak yang mengatakan hidup pasti mati. Memang betul pasti […]
Category: Artikel |
No Comments »
Tags:
Roni Djamaloeddin | November 12, 2019
Ngapunten p Roni Djamaloeddin, nuwun pencerahanipun. 1. Apa yang mendasari tujuan kita bisa ilaihi roji’una. Ini kebutuhan Tuhan atau kebutuhan kita. 2. Apa hanya manusia yang mempunyai kepentingan untuk bisa kembali kepada-Nya dengan selamat, sedangkan kita tahu bahwa segala yang ada di bumi dan di langit senantiasa bertasbih memuji nama Tuhannya. 3. Apa tujuan dzikir […]
Category: Artikel |
No Comments »
Tags:
Roni Djamaloeddin | November 11, 2019
“Dan janganlah sekali-kali kamu mati, melainkan dalam keadaan mati slamet” (QS. 3:102). Mati slamet itu apa? Adalah mati yang selamat, bisa kembali akherat. Bisa pulang kepada Tuhan. Fitrah manusianya kembali menyatu lagi dengan Dzat Yang Maha Fitrah. Bagai setetes air laut yang cemplung lagi ke laut.
Category: Artikel |
No Comments »
Tags:
Roni Djamaloeddin | October 6, 2019
Diskusi khusus itu membahas kalimat yang penuh misteri : “mendirikan sholat itu, wajibnya mengerjakan sama dengan wajibnya meninggalkan”. Wajib mendirikan = wajib meninggalkan. Lhaa….sama-sama wajibnya, untuk apa pilih yang sulit melakukannya? Bukankah lebih enak dan lebih mudah meninggalkannya?
Category: Artikel |
No Comments »
Tags:
Roni Djamaloeddin | October 3, 2019
“Man mana bhava madbhakto madyaji mam namaskuru, mam evai syasitbai vam atmanan matparayanah.” (Bhagavad Gita IX.34) Artinya : Pusatkan pikiranmu kepada-Ku, berbakti kepada-Ku, dan setelah kau mendisiplinkan jiwamu, maka Aku akan menjadi tujuanmu yang tertinggi dan kau akan tiba kepada-Ku. ———————
Category: Artikel |
No Comments »
Tags:
Roni Djamaloeddin | October 3, 2019
Perpecahan tidak hanya terjadi pada kaum muslim. Semua umat manusia tanpa melihat batas agama, mengalaminya. Bahkan dalam keluarga, sebagai unit terkecil pun mengalami perpecahan. Mengapa mesti terjadi? Salah satu penyebabnya (dari sekian juta alasan), adalah sebagaimana ayat-Nya : “Siapa yang tidak bersama AKU, ia melawan AKU dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama AKU, ia menceraiberaikan/terceraiberai.” […]
Category: Artikel |
No Comments »
Tags:
Roni Djamaloeddin | October 3, 2019
Aku di dalam Kamu dan Aku adalah Kamu. Tidak ada yang bisa mengerti ini Sampai dia kehilangan akal. ———————————————-Rumi Aku yang bagaikan setetes air laut. Aku yang kemudian tercebur ke laut. Maka tenggelamlah aku di dalam laut. Lebur menjadi satu dengan laut.
Category: Artikel |
No Comments »
Tags:
Roni Djamaloeddin | September 14, 2019
Bekerja secara fissilmi kaaffah atau bekerja dalam suasana selamat yang menyeluruh, adalah bekerja dengan menyatukan atau memfungsikan keempat dimensi sekaligus. Yaitu bekerja dengan melibatkan seluruh struktur anasir penyusun jiwa raga. Melibatkan dimensi syareat, dimensi tarekat, dimensi hakekat, dan dimensi ma’rifat. Karenanya, bekerja atau mencari nafkah atau aktifitas apapun pada dunianya masing-masing, maka bekerja fissilmi kaaffah […]
Category: Artikel |
No Comments »
Tags:
Roni Djamaloeddin | September 6, 2019
Yang satu agama, beda mahdzab yaa tukaran. Yang satu agama, beda organisasi yaa tukaran. Yang satu agama, beda aliran kebatinannya, beda torikohnya yaa tukaran. Terlebih yang beda agamanya, lebih serem tukarannya. Padahal semua agama sama-sama Kagungane Pengeran. Diturunkan melalui Khalifah/Rasul-Nya. Rasanya sampai habis energi pikir merenungku : SESUNGGUHNYA AGAMA ITU UNTUK APA?
Category: Artikel |
No Comments »
Tags: