MENGAPA MESTI ADA PERPECAHAN?

| September 6, 2019

Perpecahan tidak hanya terjadi pada kaum muslim. Semua umat manusia tanpa melihat batas agama, mengalaminya. Bahkan dalam keluarga, sebagai unit terkecil pun mengalami perpecahan. Mengapa mesti terjadi? Salah satu penyebabnya (dari sekian juta alasan), adalah sebagaimana ayat-Nya : “Siapa yang tidak bersama AKU, ia melawan AKU dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama AKU, ia menceraiberaikan/terceraiberai.” […]

MEMBELA TAUHID

| September 5, 2019

Jargon “Membela Tauhid”, telah terjadi disorientasi antara teori, praktis, maupun substansinya. Hal demikian dg jelas dapat dicermati dari maraknya berbagai demo, keras runyamnya perselisihan, hingga saling tantang dengan “pedang-kata” tajamnya. Mestinya, sebagaimana yg dicontohkan suri tauladan umat sak jagad (Khalifah/Wakil/Utusan-Nya), tauhid itu tetap istikomah membumi di dalam dada, ketika jiwa raga dihantam berbagai suram terjalnya […]

SAUDARA (SEDULUR) SEPEMAHAMAN

| November 20, 2017

Kadang saya merasa miris, memahami pemahaman mereka bahwa yg disebut saudara (dulur) adalah mereka yang sekandung saja. Diluar saudara sekandungnya adalah benar-benar orang lain. Akibatnya kemudian saling cuek, acuh, bahkan tutup mata tutup rasa pada mereka yang bukan tunggal kandungnya. Kadang saya geli sendiri, mengikuti pemahaman mereka bahwa yang dikatakan saudara adalah mereka yang semahdzab […]

TIDUR YANG MULIA

| April 28, 2015

Tidur yg paling mulia adalah ketika mata tertidur, hati tidak tidur. Itbak Nabi/Rasul dalam mensupport diri : tidurlah mataku, tapi jangan tidur hatiku. Tapi apa yaa mungkin? Bagaimana caranya? Dimana nilai logisnya? Serta puluhan pertanyaan lain bermunculan ketika merenungi sabda Nabi Saw di atas. Hati yg tidak tidur adalah hati nurani (bukan hati sanubari) yg […]

DIMANA POTENSI LOGISNYA?

| April 14, 2015

Dua ayat yang menampakkan potensi berlawanan, adalah QS. Ali Imran : 19 dan QS. Al Baqarah : 62). 1. “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam” (QS Ali Imran 19). 2. “Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal […]

GANTI ISTILAH MATI dengan KUNDUR (PULANG)

| May 24, 2013

Mati, adalah istilah untuk jasad/raga yang tidak lagi kanggonan roh. Bisa pula diartikan jasad/raga yang habis masa pakainya di dunia. Namun roh (yang didalamnya lagi ada sirr [rasa=unsur dasar/utamanya manusia]), tidak akan pernah mati ketika jasad yang jadi kendaraannya mati. Rasa inilah yang pulang ke alam asalnya (asalnya dari Tuhan, pulang kembali kepada-Nya lagi). Karena […]

MEMETIK HIKMAH KEMATIAN

| August 7, 2012

Mati yang selamat (ilaa Rabbiha nadhiroh) menurut standarnya Tuhan (dicontohkan pada/melalui Rasulullah) adalah : Jasad bosok, hati ngadam, roh sirno, rasa kembali pada Dzat Yang Maha Kuasa   Yaa Rabb, mohon bimbing dan jadikan aku pinter/cerdas mati, sebagaimana matinya para kekasih dan utusan-Mu. Mohon ambahkan aku dalam kalimat: mutu qabla anta muutu (mati sak njeroning […]

GAGAL UNAS?

| April 13, 2012

Gagal unas? Siapa takut? Mungkin begitu apresiasi mereka yang telah siap mental-spiritualnya. Begitu pun yang telah mapan kepribadian dan kejiwaannya. Atau dalam istilah yang lebih “khusyuk”, iman taqwanya  telah istikomah dunia akhirat. pencarian:,unas gagal

MENJADI IKAN

| November 30, 2011

Ada hal yang cukup menarik pada acara talk show motivasi tayangan Metrotv beberapa hari lalu. Selain materi yang cukup menarik, audiennya pun sangat “khusyuk” mendengar. Terlebih nara sumbernya yang motivator kelas nasional. Catatan menariknya adalah pada bahasan “ikan”. Sang motivator pun menyampaikan poling untuk dipilih audien. Pertanyaannya, pilih mana menjadi ikan besar di kolam kecil […]

MENYELAMI MAKNA SYAWAL

| September 12, 2011

Syawal adalah bulan pasca ramadhan. Hari pertamanya ditandai dengan genderang Idul Fitri. Sesuatu hari dimana anak Adam menyatakan (dinyatakan) kembali kepada fitrah. Syawal identik dengan halal bihalal. Saling membersihkan dan saling memaafkan dosa kesalahan sesama sanak saudara maupun teman dekat. Ia identik pula dengan reuni-reuni, baik reuni keluarga, reuni teman sekolah, maupun reuni-reuni lainnya. Secara […]