MATI : PULANG ATAU PERGI?

| April 4, 2022

Pulang ataukah pergi, jawaban dangkal adalah sama saja. Pulang pada Tuhan, atau pergi menuju Tuhan di akherat. Sekilas sama benarnya. Tapi bila dicermati lebih mendalam, ada yang kurang pas. Yaitu pada kalimat pergi menuju Tuhan. Istilah “pergi menuju” bermakna dari satu tempat ke tempat lain. Ini mengindikasi bila Tuhan diprasangka jauuh di sono. Padahal dekat […]

OLAH NALAR vs OLAH ROH

| March 28, 2022

Olah nalar? Yaa, nalarnya yang diolah. Akal nalar yang biasanya kurang mendapat sentuhan khusus, perlu diolah diberdaya dipecah difungsimaksimalkan. Sehingga, ketika biasanya memecah mencerah problem hanya dengan satu dua cara saja, menjadi mampu mencerah mensolusi hingga banyak cara solusi sekaligus. Atau ketika belum mampu menyibak rahasia sesuatu, dipecah diolah dicerah menjadi mampu menangkap menyelami nilai […]

MENGAPA MESTI DIUJI?

| March 21, 2022

Logika waras tentu bisa menangkap bahwa Maha Kuasa Tuhan tak hingga banyaknya luasnya jerunya tingginya melangitnya… dst-dsb. Termasuk mampu menangkap bahwa Tuhan pun sangat³ tahu kadar keimanan kekusyukan hamba. Namun, mengapa mesti diuji?

APA MELAKUKAN KEBURUKAN ITU TAKDIR?

| March 15, 2022

Dalam KBBI, takdir adalah ketetapan Tuhan atau ketentuan Tuhan. Referensi lain, takdir merupakan sebuah sebutan atas pengetahuan Tuhan yang meliputi seluruh alam. Hipotesisnya, karena merupakan wilayah Tuhan, maka tidak pantas bila kita yang ada di dalam cakupan-NYA, lantas mendefinisi atau mempersepsi apa bagaimana takdir itu. Terus….bla bla bla, long life learning, minal mahdi ilallahdi.

TAKUT MATINYA HATI NURANI

| February 2, 2022

Semua orang, pasti pernah ngambah (melewati) alam takutnya masing-masing. Ada yang takut demit hantu. Takut hartanya berkurang atau hilang. Takut ditinggal orang terkasih. Takut kehilangan tahta jabatan. Takut hilang hancur nama besar harga diri. Takut mati yang sebentar lagi pasti dihadapi. dst-dsb. Hal demikian adalah sangat lumrah. Mengapa? Karena hati sanubarinya masih kelet dengan yang […]

KESEMPURNAAN MANUSIA?

| January 8, 2022

Kesempurnaan manusia, secara rasional dapat dicermati dari berbagai sudut persepsi :Pertama, telah menjadi ketentuan Tuhan bila mencipta manusia sebagai makhluk yang sebaik-baiknya. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang ?sebaik-baiknya” (At-Tin : 4). Baik disisi Tuhan, tentunya tidak akan ada yang menandingi kebaikannya. Karenanya, makhluk apa/manapun tidak akan ada yang melebihi kebaikan penciptaan manusia. […]

SEKOLAH vs NYONTEK

| December 27, 2021

Sekolah dan nyontek, dalam pandangan pendidik pengajar, adalah dua hal yang bertolak belakang. Rasionalnya, pendidik pengajar menghendaki siswa belajar mengerjakan tugas secara jujur, mandiri, dan bertanggung jawab. Sementara siswa maunya jalan pintas atau instan. Cenderung pinginnya nyontek, alias kurang semangat jujur. Sebaliknya, dalam pandangan obyek didik (siswa, pembelajar), sekolah dan nyontek seolah dianggap satu kesatuan. […]

MEROKOK FISSILMI KAAFFAH

| December 16, 2021

Mengikuti pro kontra hukum merokok, tidak akan pernah habis. Sekalipun nafas itu telah berhenti, perdebatannya tidak akan pernah selesai. Dilanjutkan anak-anak zamannya. Karenanya, biarlah ia menjadi bagian dari kembange zaman. Menyelami mempraktikkan eskplorasi makna lakum dinukum. (https://ronijamal.com/lakum-dinukum/) Yang terpenting adalah belajar bijak menyikapi. Tidak menyalahkan yang kontra, juga tidak mendewakan yang pro. Pun sebaliknya, tidak […]

SPARING NALAR : Dimana Kata Ikhlasnya?

| December 4, 2021

Tulisan sebelumnya, “Rasionalisasi Ikhlas” telah membahas apa itu ikhlas dari sisi rasionalnya. Bukan sekedar tangan kanan berbuat baik, tangan kiri tidak tahu. Bukan sekedar buang kotoran yang tidak mengharap balik kembali. Tapi lebih jeruu dan mendasar.(https://ronijamal.com/rasionalisasi-ikhlas/) Juga tulisan “Belajar Ikhlas”, telah membahas secara detail, bagaimana belajar ikhlas dari pengalaman berguru. Yaitu ketika mampu mewujudnyatakan (makna […]

MENGAPA MERASA MEMILIKI?

| November 9, 2021

Dari berbagai literasi, alasan sederhana mengapa merasa memiliki adalah karena manusiawi. Alasan lainnya : kedunungan (punya) nafsu, perbuatan salah yang tidak disadari manusianya, hidup yang penuh halu, sumber penyakit dan pikiran, …dst-dsb. Sedang umpan rumit yang bisa kami sparingkan (pengalaman olah nalar dan pitutur Guru), mengapa merasa memiliki adalah karena kinerja alami dari roh yang […]