MENGAPA ADA CERAI?

| October 17, 2021

Alasan utama, karena manusianya yang memilih cerai. Andai mampu bertahan, walaupun dihantam ribuan alasan yang mengarah perceraian, akan sanggup bertahan. Bahkan mengubahnya menjadi pupuk yang menyuburkan pernikahannya. Alasan klasiknya, karena pesan sponsor yang menghendaki cerai. Sponsornya bisa orang tua, ortu angkat, pihak ketiga keempat kelima dan seterusnya. Bahkan dimungkinkan campur tangan makhluk gaib.

MENAKLUKKAN IRI DENGKI

| September 30, 2021

Iri dengki adalah sifat watak “gawan bayi” (bawaan sejak lahir). Semua manusia memilikinya. Tak ada perkecualian. Ia tumbuh seiring dengan usia dan perkembangan akal nalarnya. Karenanya, lumrah sekali bila usia makin tua, iri dengki itu makin subur dan kuat. Iri dengki merupakan pasukan tempur hati sanubari. Pasukan tempur lainnya : senang berlebihan, royal, hura-hura, serakah, […]

MENGEJAR SURGA?

| September 5, 2021

Dalam wikipedia, surga atau juga sorga (bahasa Sanskerta svarga, “kayangan”) adalah suatu tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebajikan sesuai ajaran agamanya. Dalam bahasa Jawa, kata tersebut diserap menjadi swarga. Sorga dalam bahasa Arab disebut jannah, sedangkan dalam bahasa […]

MENGUBAH TAKDIR ATAU NASIB?

| August 15, 2021

Internalisasi dari berbagai literatur, takdir adalah ketetapan Tuhan atau ketentuan Tuhan yang telah terjadi pada makhluk. Yang belum terjadi, belum bisa dikatakan takdir. Karenanya, tak seorang pun tahu rahasia takdir. Sedang nasib adalah ketentuan Tuhan akibat usaha dan perbuatan manusia. Karenanya, manusianya yang menentukan nasibnya. Sebagaimana tersurat dalam Kitab Suci : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah […]

RASIONALISASI MENGENAL TUHAN

| July 25, 2021

Banyak asumsi pemikiran perihal mengenal Tuhan. Pertama, yang berasumsi mengenal Tuhan melalui kitab suci.Kedua, mengenal Tuhan melalui meditasi, melalui belajar mandiri.Ketiga, mengenal Tuhan melalui rasul/khalifah.….dst-dsb. Masalahnya, bisakah akal nalar memecah mencerah nilai rasionalnya?

BAHAGIA SEJATI?

| June 27, 2021

Memang, bahagia bisa didefinisi dari berbagai sudut pandang persepsi dan pengalaman. Berbagai literatur, pendapat para pakar, hingga jutaan tampilan google, mewarnai keanekaragaman definisinya. Dalam perspektif lain, bahagia tak perlu definisi. Semisal yang lagi kasmaran. Mereka menghayal betapa bahagianya bisa duduk di pelaminan dengan pujaannya.

MUDAH TERSINGGUNG?

| June 8, 2021

Tersinggung adalah aktifitas yg terjadi pada hati sanubari. (http://ronijamal.com/sanubari/)Lawan katanya adalah sabar nglenggono lapang dada. Adalah aktifitas yg terjadi pada hati nurani. (http://ronijamal.com/nurani/) Pengalaman meguru mengatakan, tersinggung atau tidaknya menangkap suatu perkara/masalah sangat tergantung pada dua hati yg akan menangkapnya. Semisal diolok atau dikritik atau bahkan diberi masukan yang sangat baik.

MAKNA MENYEMBAH?

| May 31, 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “menyembah” diartikan : Namun, bila menyembah dirangkai dengan kata lain, semisal “menyembah ibu”, maka prakteknya adalah hadir di depan ibu, kemudian melakukan ritual bersembah. Bisa sujud di kaki ibu, bersimpuh menangis di kaki ibu, membungkuk badan, dan lain semacamnya.

HAKEKAT ZAKAT?

| May 21, 2021

Zakat secara istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya).Zakat dari segi bahasa berarti ‘bersih’, ‘suci’, ‘subur’, ‘berkat’ dan ‘berkembang’. Sehingga zakat bisa dimaknai mengeluarkan sebagian harta dg harapan membersihkan mensucikan harta yang dimiliki, sekaligus juga membersihkan pemiliknya dari “kotoran”.

MENCINTAI TUHAN?

| May 5, 2021

Sering mendengar kalimat keyakinan bahwa mencintai Tuhan adalah segala-galanya. Lebih mencintai Tuhan daripada istri/suami/keluarganya. Karenanya, kehilangan harta jiwa raga pun tak mampu mengusik keyakinan cintanya pada Tuhan. Namun faktanya, ketika disatru atau dicemberutin orang lain, cintanya pada Tuhan luntur bahkan hilang. Hanyut oleh panas dendam emosi marah yang membara.