Posted By Roni Djamaloeddin on February 12, 2021
Menjadi manusia karena akhlaknya.
Menjadi manusia karena jiwanya.
Menjadi manusia karena hatinya.
Menjadi manusia karena fitrahnya.
Menjadi manusia karena Tuhannya.
Menjadi manusia karena akhlaknya.
Adalah manusia yang akhlak perangainya selalu belajar mengitbak akhlak pribadi rasul-Nya. Sebab hanya pada Rasul, manusia super yang akhlaknya sempurna.
Hanya pada Rasul, yang merupakan Wakil Khalifah Tuhan yang menjulur di muka bumi.
“Sesungguhnya aku (Rasulullah) diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.” (HR. Ahmad 2/381).
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on February 3, 2021
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu…(QS.33:40).
—+++—+++—–+++—–+++—–+++—–+++—
Rasionalnya, bila Muhammad dipersepsi sebagai fisik, maka pasti punya anak, istri, orang tua, dan berbagai sebutan nasab lainnya. Sedang faktanya, Beliau memang punya keluarga. Punya anak istri menantu. Punya orang tua, kakek, dlsb.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 29, 2021
Kenapa ya yang sifatnya positif.. Sangat minim diminati?
Namun.. Jika sesuatu yg negatif, Sangat ramai..
Apapun itu.
—–+++—+++—+++—+++—+++—+++—+++—–
Alasan rasionalnya, sesuatu yg positif, bernuansa kebaikan, mengandung kemaslahatan pada sesama, itu dibenci nafsu. Juga dimusuhi syaitan iblis sak balanya. Sebab mereka semua tidak rela bila manusia itu melakukan kebaikan.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 25, 2021
Penjelaslanjutnya:
Melakukan AKP sama halnya mencoba melakukan pengintaian, pengamatan, penafsiran, maupun pengestimasian subyek masalah. Atau “membaca” subyek masalah dari segala kemungkinannya.
Walaupun nampaknya tdk mungkin (irrasional), bisa dimunculkan sbg sebuah poin.
Bila diaplikasikan dalam dalil lingkaran, melakukan AKP seperti halnya menuju/mengurai titik pusat (masalah) dari sudut ke-2, ke-3, ke-4,…ke-360. Sungguh luar biasa.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Thinking Skill |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 23, 2021
Melatih ketrampilan berpikir dg sarana/alat PMI atas masalah :
“Mendapat kritik pedas atau bahkan fitnah yg tak terduga sebelumnya”.
Plus
- Sebagai sarana yg bagus utk belajar ngelus dodo, sabar, kendalikan marah emosi frustasi.
- Sebagai pembelajaran melihat diri (ngaca diri) lebih mendalam lagi, apakah benar memang spt yg dikritikkan atau dituduhkan tsb.
- Dapat dijadikan sebagai barometer mengukur sejauh mana “rem batin” (ngilmu batin) mampu meredam emosi yg muncul.
- …
- … monggo dilanjut
Minus.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Thinking Skill |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 22, 2021
Adalah sarana/alat berpikir dg cara menggali dan mengeksplorasi seluas-luasnya nilai-nilai positif, nilai-nilai negatif, dan sisi menariknya, atas obyek masalah yg sedang dipikirkan.
Kebiasaan pikiran maupun budayanya, cenderung langsung mengambil nilai2 positifnya saja. Nilai negatif sebagai hal buruk langsung ditinggal begitu saja, bahkan dihindari. Apalagi nilai/sisi menariknya, tak pernah terbayangkan sama sekali.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Thinking Skill |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 19, 2021
Salam santun dumateng pinisepuh.
Kulo bade tanglet :
- Sejatine AKU niku sinten.
- Ruh kalian sukmo meniko nopo benten.
- Menopo benten kulo kalian jenengan sedoyo.
- Dlm 30 juz alquran meniko nopo wonten ratune.
Nn kabur kanginan______nuwun.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 18, 2021
Peribahasa kondang “anjing menggonggong kafilah berlalu” adalah salah satu wujud nyata belajar ikhlas dalam skala sangat kecil.
Yaa…. skala yang sangat kecil. Sebab ada skala berjenjang yang lebih besar, yang tentunya lebih sangat berat dilakukan.
Peribahasa itu menggambarkan bila sedang beramal atau berbuat kebaikan, maka tidak perlu merespon atau menanggapi tudingan miring (cibiran, sinisan, prasangka negatif,…dst) dari manapun. Sebab faktanya, adaaa saja tudingan miring yang menghadang ketika berbuat kebaikan. Yang cari muka laah, pdkt laah, cari suara laah, biar dilihat atasan laah, …dst-dsb.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on January 15, 2021
…..
Jamaah Jumat rahimakumullah.
Kata perintah yang digunakan pada wasiat tersebut adalah : jangan. Kata ini jelas maknanya, yakni larangan. Larangan kepada semua umat manusia. Semuanya saja tanpa terkecuali, dilarang memperlakukan orang yang memberi ilmu, seperti halnya memperlakukan pada orang lain. Bahkan Nabi memerintahkan untuk berlaku secara khos. Hal demikian, bila dicermati secara mendalam dan dieksplorasi secara meluas, ada beberapa hal yang melatari dan mendasarinya.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Khutbah Jum'at |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on December 25, 2020
Natal adalah peristiwa lahirnya Nabi Isa.
Muludan adalah memperingati lahirnya Nabi Muhammad Saw.
Mengapa kesannya sendiri2?
Mengapa tidak disatukan saja :
Membongkar sekaligus menapaktilasi visi-misi diturunkannya para Rasul?
Cerita Nabi Isa sangat menarik, apalagi kalau yg bercerita yg bersangkutan sendiri…pasti sangat vulgar (nanti pada saatnya, masa2 itu akan dibuka sendiri oleh-Nya, “alam langit” yg diejawantahkan ke alam bumi, tapi khususon yg berimannya telah ma’rifatun wa tashdiqun).
Baca Selengkapnya »
Kategori: GaDo-2 |
No Comments »