CITA-CITA NASIONAL

Posted By on March 29, 2020

Citacita nasional manusia adalah hidup bahagia di dunia, mati masuk surga.
Bahagia bila hartanya banyak, mobil mewah, rumah megah, kedudukan terhormat, kolega maupun tetangga “mundhuk-mundhuk” (menyembah), keluarga sukses pendidikan dan pekerjaannya, …dst-dsb.

Walaupun cita-cita tersebut sebatas “eforia”, belum pernah dirasional hingga dicicipi kebenaran faktanya, tapi berhubung saking kuat-mengakarnya dogma yang menancap sejak dini, maka jadilah dogma eforia menjadi cita-cita nasional jiwa.

Menganalogi redaksi “lakum dinukum”, biarlah mereka bercita-cita setinggi atmosfir, atau setinggi mata kepala bisa memandang. Itu pilihannya. Itu “HAM”-nya masing-masing.

Baca Selengkapnya »

PAGEBLUK

Posted By on March 28, 2020

Menyimak mencermati data sejarah, negara kita, negara lain, juga kerajaan-kerajaan jaman dulu, pernah dilanda pagebluk (wabah penyakit, epidemi).

Semisal Eropa pada tahun 1350 yang menewaskan sepertiga penduduknya.
Juga penduduk Banten pada tahun 1625 yang menewaskan hingga sepertiga penduduknya.

Secara logika, adanya pagebluk tersebut mesti diikhtiari penangkal solusinya. Tidak mungkin kiranya bila memilih mati konyol tanpa ada usaha. Misalnya; melalui riset ilmiah, ramuan tradisional, ramuan herbal, jampi-jampi, supranatural, kekuatan magis benda pusaka, ritual/ibadah khusus tolak balak,… dst-dsb.

Baca Selengkapnya »

84/52

Posted By on March 25, 2020

Tensi pada posisi 84/52. Kondisi tidak sadar. Terus, siapa yang akan menolong?

Secara fisik, sangat mungkin tidak ada yang bisa menolong. Walaupun mungkin pula ada keajaiban menjadi normal kembali.

Namun dengan kondisi jantung yang membengkak, paru-paru terdapat cairan, serta ginjal yang mengecil (foto radiologi), apalagi dokter spesialis yang menangani mengatakan berat, nyaris mustahil bisa dipulihkan kembali.

Karenanya, yang mampu menolong kondisi demikian, setidaknya 3 hal.

Baca Selengkapnya »

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Posted By on March 23, 2020

Tidak selamanya selingkuh itu menyakitkan.
Selingkuh yg ini membuatku bahagia. Yaa… bahagia itu sederhana. Di antaranya :

Baca Selengkapnya »

TIDAK MENGHARAP SURGA ?

Posted By on March 17, 2020

Banyak dari kalangan sufi dumay yg mengatakan tidak mengharap surga dan tidak takut neraka.

Apa yang menjadi dasarnya..?

=====================================

Pemahaman pengalaman saya, perihal jagad batinnya para sufi :

1. Surga neraka adalah bukan Tuhan. Karenanya bukan dijadikan tujuan hidup. Andai benar-benar ditampakkan dihadapan mereka, maka akan berusaha keras menafikannya. Sebagaimana kisah perjalanan Nabi Saw saat Isro’ Mi’roj, dinampakkan dihadapan Beliau surga yang sesungguhnya. Kemudian beliau nafikan dari pandangan Beliau, seperti petunjuk arahan Guru Beliau.

Baca Selengkapnya »