RAHMAT vs BENCANA

Posted By on March 29, 2020

Perbedaan adalah rahmat.
Perbedaan adalah bencana.

Yang mampu mengunduh rahmatnya adalah yg mendapat rahmat dari Rabb.
Sedang yang mengunduh bencananya adalah yg tidak mendapat rahmat dari Rabb.
“Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang yang dirahmati Rabbmu” (Hud: 118-119).

Karenanya, Sabda Nabi (dawuh Guru) :

Baca Selengkapnya »

POSO (PUASA = SHIAM)

Posted By on March 29, 2020

Puasa, istilah jawanya adalah POSO. Makna othak athik gathuk POSO adalah ngePOske roSO. Dimaknai demikian kiranya sangat benar adanya. Sangat rasional pula.

Ngeposke adalah memberhentikan atau mengantar sampai tujuan. Sedang Roso adalah rasa, unsur dasar (unsur utama) manusia.
Sehingga ngeposke roso adalah memberhentikan rasa pada hakekat tujuan utamanya manusia.

Roso yg merupakan fitrah dasar manusia, asalnya dari Tuhan. Percikan Fitrah-NYA. Fitratallaahillati fatarannasa ‘alaiha. Maka semestinya dan seharusnya, roso ini diantar kembali pada-NYA. Mengantar kembalinya saat di dunia sekarang. Bukan menunggu ajal tiba.

Baca Selengkapnya »

CITA-CITA NASIONAL

Posted By on March 29, 2020

Citacita nasional manusia adalah hidup bahagia di dunia, mati masuk surga.
Bahagia bila hartanya banyak, mobil mewah, rumah megah, kedudukan terhormat, kolega maupun tetangga “mundhuk-mundhuk” (menyembah), keluarga sukses pendidikan dan pekerjaannya, …dst-dsb.

Walaupun cita-cita tersebut sebatas “eforia”, belum pernah dirasional hingga dicicipi kebenaran faktanya, tapi berhubung saking kuat-mengakarnya dogma yang menancap sejak dini, maka jadilah dogma eforia menjadi cita-cita nasional jiwa.

Menganalogi redaksi “lakum dinukum”, biarlah mereka bercita-cita setinggi atmosfir, atau setinggi mata kepala bisa memandang. Itu pilihannya. Itu “HAM”-nya masing-masing.

Baca Selengkapnya »

PAGEBLUK

Posted By on March 28, 2020

Menyimak mencermati data sejarah, negara kita, negara lain, juga kerajaan-kerajaan jaman dulu, pernah dilanda pagebluk (wabah penyakit, epidemi).

Semisal Eropa pada tahun 1350 yang menewaskan sepertiga penduduknya.
Juga penduduk Banten pada tahun 1625 yang menewaskan hingga sepertiga penduduknya.

Secara logika, adanya pagebluk tersebut mesti diikhtiari penangkal solusinya. Tidak mungkin kiranya bila memilih mati konyol tanpa ada usaha. Misalnya; melalui riset ilmiah, ramuan tradisional, ramuan herbal, jampi-jampi, supranatural, kekuatan magis benda pusaka, ritual/ibadah khusus tolak balak,… dst-dsb.

Baca Selengkapnya »

84/52

Posted By on March 25, 2020

Tensi pada posisi 84/52. Kondisi tidak sadar. Terus, siapa yang akan menolong?

Secara fisik, sangat mungkin tidak ada yang bisa menolong. Walaupun mungkin pula ada keajaiban menjadi normal kembali.

Namun dengan kondisi jantung yang membengkak, paru-paru terdapat cairan, serta ginjal yang mengecil (foto radiologi), apalagi dokter spesialis yang menangani mengatakan berat, nyaris mustahil bisa dipulihkan kembali.

Karenanya, yang mampu menolong kondisi demikian, setidaknya 3 hal.

Baca Selengkapnya »

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Posted By on March 23, 2020

Tidak selamanya selingkuh itu menyakitkan.
Selingkuh yg ini membuatku bahagia. Yaa… bahagia itu sederhana. Di antaranya :

Baca Selengkapnya »

TIDAK MENGHARAP SURGA?

Posted By on March 17, 2020

Banyak dari kalangan sufi dumay yg mengatakan tidak mengharap surga dan tidak takut neraka.

Apa yang menjadi dasarnya..?

=====================================

Pemahaman pengalaman saya, perihal jagad batinnya para sufi :

1. Surga neraka adalah bukan Tuhan. Karenanya bukan dijadikan tujuan hidup. Andai benar-benar ditampakkan dihadapan mereka, maka akan berusaha keras menafikannya. Sebagaimana kisah perjalanan Nabi Saw saat Isro’ Mi’roj, dinampakkan dihadapan Beliau surga yang sesungguhnya. Kemudian beliau nafikan dari pandangan Beliau, seperti petunjuk arahan Guru Beliau.

Baca Selengkapnya »

TUJUAN KEHIDUPAN vs TAUHID

Posted By on March 10, 2020

Tidak ada manusia yg tahu tujuan kehidupan. Hanya Sang Pencipta kehidupan yg mengetahuinya.

Maka sebaik2 langkah adalah tauhid.

=====================================

Ketika tujuan kehidupan tidak dapat diketahui dan ditangkap dengan pasti, mana mungkin tauhid bisa membumi dalam dada?
Sebaliknya, ketika tujuan kehidupan telah ditangkap dan diketahui dengan pasti, kemudian dibelajari diselami dan diterapkan dalam semua aktifitas, maka jiwa tauhid mulai membumi dalam dada hingga rasa.

Baca Selengkapnya »

MANUNGGALING KAWULO GUSTI

Posted By on March 2, 2020

Istilah manunggaling kawulo Gusti (menyatunya hamba dengan Tuhan), adalah hamba yang mampu menyatukan fitrah manusianya dengan Dzat Yang Maha Fitrah. Menyatakan ma’rifat. Menyatakan muutu qabla antamutu. Menjelajah merasakan mati sebelum mati yang sesungguhnya terjadi. Telah membuktikan ilaihi roji’una.

Sedang fakta nyata sekarang, disadari atau tidak, adalah manunggaling kawulo dunyo (menyatunya hamba dengan dunia). Jiwa raganya, lahir batinnya, kelet menyatu dengan dunia. Fitrah manusianya kegubel dunyo.

Seolah tanpa usaha berpikir mendalam, tanpa usaha keras untuk menyadari menyelami bahwa hidup di dunia merupakan ujian. Ujian sebagai implikasi logis telah berani menerima amanah-NYA. Padahal langit bumi gunung tidak sanggup menerimanya. Ujian untuk bisa menyatu lagi dengan Dzat Yang Maha Fitrah seperti ketika masih di alam arwah.

Baca Selengkapnya »

GURU SUCI

Posted By on March 2, 2020

Mencermati berbagai literatur yang ada, browsing, saran eyang gogel, cerita sahabat yang meguru, pitutur langsung para dai, petunjuk guruku, bahwa guru spiritual (atau bisa disebut guru mursyid, guru tasawuf, guru sufi, guru kebatinan, guru torikoh, guru ma’rifat, …dan semacamnya), jumlahnya buuaanyak sekali.

Kalau sekedar hitungan 75 saja, terlalu sangat kecil. Bahkan bisa mencapai ribuan jutaan.

Dan semua itu mengaku (rumongso) jadi guru, kecuali hanya satu. Sama halnya ratusan kecap, semuanya mengaku akulah kecap no satu.

Baca Selengkapnya »