Posted By Roni Djamaloeddin on April 17, 2020
Merasa cukup, merasa banyak, dan merasa puas atas pengetahuan-pemahaman yg dimiliki, tak ubahnya seperti pengetahuannya kodok dalam tempurung.
Pada dataran yg lebih lembut, rasa-rasa itu (merasa cukup, puas, bangga, …dst) justru akan menjadi hijab proses lakunya hamba yang brontoyudo bertemu Tuhannya.
Baca Selengkapnya »
Kategori: GaDo-2 |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 16, 2020
Pada umumnya, “Udkhulu fissilmi kaaffah” dimaknakan “masuklah kepada Islam secara keseluruhan” (QS. 2: 208).
Namun bila Islamnya diterjemah “selamat”, maka maknanya menjadi “masuklah dengan selamat secara keseluruhan”.
Pemahaman dan pengalamanku dari meguru, makna internalisasi dalam jiwaku adalah :
“upayakan/gapailah selamatnya seluruh struktural/anasir yg ada dalam jiwa ragaku”. Selamat yg terperinci menjadi :
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 15, 2020
Boleh bertanya bapak?
Bab sholat. Sewaktu kita sholat, kita diminta untuk memperhatikan selalu naik turunnya nafas, maksudnya gimana?
Saya juga sering diingatkan untuk tidak salah menghadap kiblat dan berimam.
Sesungguhnya kiblat kita dan imam kita disaat sholat dimana dan siapa inggih..?
====================================
Baca Selengkapnya »
Kategori: Seri Solusi |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 14, 2020
Pakem-NYA menyatakan dengan jelas :
“Wahai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan” (Al Ahzab 45).
Rasionalnya, keberadaan Nabi adalah sebagai saksi atas semua manusia di bumi. Namanya saksi pasti melihat obyek saksi. Bila tidak melihat, tapi menyatakan menjadi saksi (menyaksikan), maka saksi palsu namanya.
Beranikah Nabi menjadi saksi palsu dihadapan Tuhan?
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 12, 2020
Dalam KBBI, bodoh adalah :
1 tidak lekas mengerti, tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dan sebagainya).
2 tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman)
Dalam pemahaman pengalaman saya, bodoh bisa diklasifikasi menjadi 2 macam.
Pertama, bodoh secara lahiriah. Adalah ketika otak akal nalar sangat minim fungsinya. Termasuk yang tertulis dalam KKBI, adalah bodoh secara lahiriah.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 9, 2020
Doa tanpa ikhtiar adalah mendikte Tuhan.
Ikhtiar tanpa doa adalah kesombongan (Dawuh Guru).
Rasionalnya, ketika berdoa memohon kepada Tuhan, tanpa dibarengi usaha kerja keras, sama halnya mendikte memaksa Tuhan mengabulkan permohonan kita.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 7, 2020
Untuk apa manusia diciptakan dan kemudian dimusnahkan ?
Setelah hidup menderita didunia.
===============================
Untuk apa manusia diciptakan?
Kalau diperluas, untuk apa malaikat manusia jin setan planet matahari dan makhluk semuanya diciptakan?
Jawab simpelnya : suka-suka Tuhan.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 3, 2020
Banyak yg mengatakan bila tertawa itu menyehatkan. Menghilangi stress, penat, bt, ataupun sumpek. Bahkan dalam suatu penelitian, tertawa bisa memanjangkan umur.
Namun tertawa bisa menjadi dosa. Yaitu bila :
- Tertawa yg nadanya meremehkan, sinis, mengejek, atau menghina.
- Tertawa ngakak hingga tulang rahangnya meslek (tidak bisa kembali seperti semula).
- Tertawa yg menjadikan lupa dzikir.
- …
- …
Baca Selengkapnya »
Kategori: GaDo-2 |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 3, 2020
Bangsa ini selamanya akan “terjajah” bila manusia-manusia penghuninya masih terjajah. Yaa…., terjajah dimaksud adalah terjajah oleh penjajah mahalicik mahadahsyat yang berada di dalam jiwanya sendiri. Terjajah oleh watak ego emo iri dengki srei dan saumbruk nafsu jahat lainnya.
Salah satu contoh sederhana adalah mewabahnya sarkasme kecebong kampret yang makin liar. Yang labil jiwanya rohnya, akan sangat mudah tersantap secara lahap oleh virus itu. Sehingga dg enthengnya mengatakan si kecebong atau si kampret pada mereka yang tidak “seiman” atau tidak “semahdzab”.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 3, 2020
Teringat cerita perihal seorang ayah dalam memilihkan pendidikan anaknya. Sekedar berbagi, barangkali bisa dijadikan referensi ataupun menjadi pikukuh dalam membekali pendidikan anak-anak.
Kala itu, si anak telah menamatkan sekolah menengah pertamanya si pesantren. Kemudian si anak berkemauan melanjutkan di sekolah umum, di luar pesantren. Yaitu Sekolah Teknik Mesin (STM).
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »