Posted By Roni Djamaloeddin on April 3, 2020
Rasanya ada dinding tipis yang menjadikan tidak sinkronnya konsep wayang–dalang : manusia adalah wayang dan Tuhan dalangnya. Yaitu ketika tingkat ekonomi kita yang begini2 saja, atau apapun “dep colot” kita yg juga begini2 saja, atau bahkan ketika iman taqwa kita yg juga “begini” saja, kemudian mengatakan kita kan wayangnya, Tuhan yang mengatur dan menggerakkannya. Sebagai wayang tinggal menjalani apa-apa kehendak Dalang.
Tidak sinkronnya adalah ketika merasa cukup (bisa juga merasa puas, atau merasa benar) atas kondisi saat ini. Bisa pula kenyataan iman taqwa yang diyakini dan dirasakan sekarang. Kemudian mengata, saya adalah wayang, sak dermo menjalani skenario Sang Dalang atas keadaan ataupun iman taqwa yg saya jalani saat ini.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 2, 2020
Salah satu murid peguron “ngelmu kasampurnan” matur gurunya :
“Wahai Guru, bolehkah saya ikut berjuang membantu para pejuang kemerdekaan, hanya dengan menggerakkan jari telunjuk saya, seperti menarik pelatuk senapan gitu saja, niscaya semua penjajah di bumi nusantara akan mati semua. Bolehkah Guru?”
Jawab Sang Guru :
“Ojo (jangan)! Durung wayahe, durung titi wancine. Lakon bangsa kita memang harus begitu. Loro lopo sengsara klengkengan, bahkan harus ditotohi (dibayar) dg tumpah darah dan nyawa. Sebab pada saatnya nanti, Nuswantoro akan menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi, aman tentrem kerto raharjo, hingga jadi pusat peradaban dunia, menjadi mercusuarnya dunia”.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 2, 2020
Di langit ada matahari
Bersinar menerangi bumi
Di langit ada matahari
Bersinar menerangi bumi
Cahayanya yang tajam
Menembus kegelapan
Menerangi seluruh alam
Baca Selengkapnya »
Kategori: GaDo-2 |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 2, 2020
“Dan janganlah kamu sekali-kali mati kecuali dalam keadaan mati selamat” (QS.2:102).
Perintah sangat keras ini biasanya diaplikasikan dg sembarangan. Atau ditangkap biasa-biasa saja. Atau dianggap angin lalu. Bahkan dipraduga dg yakinnya, bila mati nanti mesti masuk akherat–dan cemplung surga. Sangat-sangat memprihatinkan bin mengenaskan !
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 2, 2020
Ali Al Mansur, seorang sufi di Khurasan, pagi pagi terlihat sedang membakar Quran. Tetangganya marah. Kesal. Orang orang yg lewat depan rumah sang sufi geleng geleng kepala. Gondok.
Tapi mereka tak berani menegur Al Mansur. Mereka tahu Al Mansur adalah seorang yg fakih dan wara’. Ia seorang ulama yg menjadi rujukan para imam.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Kliping |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 2, 2020
Perang fitnah, saling hina, saling jegal, saling menjelekkan, tangasub buta, nyaris tak terkendali. Seolah menjadi pelengkap antara suhu bumi yg makin panas, suhu politik yg makin runyam, dg tensi ego emosi yg sangat mudah tersulut meledak.
Tuntunan ajaran para Nabi Rasul yg sejuk menyejukkan, andap asor, nyegoro lapang dada, ringan tangan, menghargai memaklumi memaafkan, nyaris sirna dari “jagad sughro” (kedalaman dada) masing-masing pelaku agama.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Grand Idea |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 2, 2020
Wahai jiwa muda, yang akan tua, yang segera ke baka.
- menjadilah lilin (penerang) ketika di kamar gelap.
- menjadilah mercusuar ketika di laut lepas.
- menjadilah “the best” ketika di kelas-kelas profesi.
- menjadilah penengah pencerah penyejuk (walyatalaththof) ketika di forum-forum komunitas.
- bertanyalah padaku sebelum kau kehilangan aku (Imam Ali–dan para penerus risalah keimamahannya),
- dan aku pun berusaha belajar menjadi “ndaru” walaupun di siang hari.
Baca Selengkapnya »
Kategori: GaDo-2 |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 2, 2020
Beberapa orang mengatakan surga dunia itu adalah ketika segala keinginannya terpenuhi. Segala kebutuhannya tercukupi. Segala krenteg uneg-uneg bim salabim langsung jadi.
Beberapa orang mengatakan surga dunia adalah pengantin baru yang menikmati malam pertamanya. Tapi ketika usia nikah sudah lama, keduanya tua renta, surga dunia seakan sirna termakan usia. Tidak ada nikmatnya lagi, bahkan bangun dari tidur lelap pun susah.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 2, 2020
Temukanlah keabadian yang sedang kau cari, di dalam dirimu sendiri. (Yajur Veda.32.11)
Temukanlah !!
Adalah perintah. Perintah Tuhan pada hamba-Nya (manusia) yang sedang mencari keabadian. Bahwa keabadian itu ada di dalam diri. Bukan diluar sana. Bukan di lintas planet, lintas galaxy, ataupun “langit biru” sana.
Sedang jiwa yang hanyut dalam duniawi, hanyut dalam jeratan nafsunya sendiri, tidak butuh kenal dan tidak butuh mencari keabadian, otomatis terbebas dari perintah tersebut.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »
Posted By Roni Djamaloeddin on April 2, 2020
Teringat super nasihat dari teman sebangku waktu SMA. Dia menasehati saya : “Ron, ati iku ono ngelmune loo? (Ron, hati itu ada ilmunya loo?)”
Kontan saja aku bingung, sebab tak pernah mendengar perihal ilmu hati itu sama sekali.
Terus saya tanya-tanya buanyak hal, itu ilmu apa? Ilmunya siapa? Dia jelaskan itu ilmu/aliran/padepokan BI (Bunga Islam). Ilmunya Nabi Khidr, katanya.
Kemudian aku menawarkan diri ikut peguron yang dia ikuti. Ndilalah kersane ngalah, dianya tdk membolehkan. Malah menasehati saya ikut si X saja. Tidak usah ikut dia.
Baca Selengkapnya »
Kategori: Artikel |
No Comments »