MASAK ISLAM BEGINI?

Posted By on April 3, 2020

Diskusi itu mencoba mengurai dan mencerahkan :

  • Ukuran kebenaran itu apa?
  • Memang Rosul ada berapa?
  • Ada aliran Syiah, ada aliran Suni, ada aliran Tarekat, ada Ahmadiyah, ..dll. Masak Islam begini?

Adanya berbagai macam aliran dan berbagai jenisnya, karena ada yang berani mendirikan. Bahkan hingga berbagai macam agama, karena ada yang “memulai”.

Baca Selengkapnya »

ANDAI KITAB ITU TIDAK ADA

Posted By on April 3, 2020

Andai “kitab suci” yang diyakini masing-masing itu tidak ada…
Andai undang undang dasar negara itu tidak ada…
Andai “kitab kuning-abang-ijo-biru-ungu-ireng-…” itu tdk ada…
…….
…….

Baca Selengkapnya »

DI ATAS LANGIT

Posted By on April 3, 2020

Di atas langit masih ada langit. Mutiara hikmah ini benar-benar realibel dalam keseharian. Buktinya, ketika kita jumpai sosok yang benar-benar “super” (bagaikan di langit), maka pada kesempatan lain “pasti” kita jumpai sosok yang lebih super lagi. Baik wawasan, kharisma, kecerdasan, kepenulisan, kehafidan, speed thinking, logika anilisis, atau apapun namanya.

Namun kenyataannya, mutiara luar biasa itu jarang disadari. Maksudnya, lemah dalam penerapannya. Buktinya, ketika kita jumpai sosok super tersebut di sekitar kita, maka langsung terkagum padanya. Linglung tak berdaya dibuatnya. Seolah tak pernah mendengar di atas langit masih ada langit.

Baca Selengkapnya »

SUNNAH ROSUL

Posted By on April 3, 2020

Biarlah mereka memaknai sunnah rosul itu dg memelihara jenggot panjang dan jubahnya yg landung. (Mungkin) memang demikianlah Sang Rosul waktu itu. Ndak usah gumun ndak usah piye-piye padanya.

Biarlah mereka memahami sunnah rosul dg making love setiap malam Jumat. Memang haditsnya demikian. Silakan diamalkan.
Namun kiranya lebih mulia bila malam itu diisi dg sunnah rosul yg berupa perbanyak rialat riyadoh mujahadah, meper hawa nafsu, merangi nafsu hingga si nafsu patuh tunduk dijadikan tunggangan hati nurani-roh-rasa mendekat menuju hingga sampai pada-Nya.

Baca Selengkapnya »

BELAJAR TOPO

Posted By on April 3, 2020

Jaman kewaliyan dulu, toponya (bertapanya) memang ngalas. Bertapa ditengah hutan gung liwang liwung dalam rangka membeningkan hati musning maring Gusti. Juga dalam rangka mengeluarkan segala kadonyan dari hatinurani roh hingga rasa, agar kelet dg Wujud Yang Maha Sampurno.

Namun jaman sekarang, istilah sufinya jaman kemahdian, bertapanya tidak di hutan lagi. Tapi ditengah-tengah praja, di tengah-tengah supermall, di dalam turnamen, di tengah sekarat kritisnya jagad politik, di tengah bobroknya moral jaman, …dst-dsb.

Baca Selengkapnya »

ANTARA AYAT, AKAL, DAN NAFSU

Posted By on April 3, 2020

Secara rasional, menjadi hak dan keyakinan masing-masing dalam memaknai ayat “bahwa dikalanganmu ada Rasulullah” (Al Hujurat : 7).
Kemudian menjadi resiko masing-masing pula ketika memaknainya secara ngambang, atau setengah-setengah, atau bahkan yang sekaligus menginternalisasi hingga mendarah menafas.

Menjadi hak dan keyakinan masing-masing dalam mempersepsi khotamun nabi itu adalah rasul terakhir.
Menjadi hak dan keyakinan masing-masing pula dalam memaknai sekaligus merealkan Rasulullah itu abadi sampai kiyamat, walaupun jasadiahnya yang berganti-ganti.

Baca Selengkapnya »

EKUIVALENSI BERSEMBAH

Posted By on April 3, 2020

Wa’bud Robbaka hatta ya’tiyakal Yaqin” (QS.15:99).
Beribadahlah pada Tuhan mu sampai yaqin itu datang kepada mu.

“Persembahan yang dilakukan tanpa diketahui maknanya adalah sia-sia, sama dengan mempersembahkan kebodohannya dan persembahan itu tak ada bedanya dengan segenggam abu.”(Manava Dharma Sastra III.97)

Baca Selengkapnya »

BREAKING NEWS : Kenapa saya lahir

Posted By on April 3, 2020

Disela-sela mengajar matematika, memang saya selingi dengan “breaking news”. Temanya bisa berupa berita terupdate, kisah nyata dari alam ghaib, pertanyaan para siswa yg tertulis dalam “kitab kelas”, juga pengalaman langsung saya dan mereka.

Trenyuh rasanya membaca pertanyaannya, kenapa saya lahir.
Mbrebes mili, nangis nelongso rasanya.
Kenapa saya dulu wani-wanine (sok jagoan beraninya) menantang menerima amanah-Nya. Padahal waktu itu saya dan kawan2 tidak ditawari amanah.

Baca Selengkapnya »

BEDANYA JIWA & ROH

Posted By on April 3, 2020

Assalamu’alaikum pa ustad..
Sy msh belum tahu apa bedanya jiwa dgn ruh..yg nanti brtanggung jawab kpd ALLAH jiwa apa ruh…mhn penjelasannya dn terima kasih…ws

——————————————————————–

Jiwa itu lebih mudahnya menyebut adalah pasangan dari raga.
Jiwa yg dalam, raga yg luar.
Sama halnya lahir dan batin.

Baca Selengkapnya »

BELAJAR LEBUR

Posted By on April 3, 2020

Belajar lebur itu tdk menuntut haknya harus terpenuhi, seperti halnya mereka yg kadonyan. Walaupun secara manusiawi juga “mengurus” seperti lumrahnya.
Belajar lebur itu menghancurkan pengakuan keakuan kerumangsanan.
Belajar lebur itu meningkatkan status dari kewajiban jadi kebutuhan. Dari kebutuhan jadi kebiasaan keseharian. Dari kebiasaan keseharian, selanjutnya ditiadakan dinafikan.

Baca Selengkapnya »